Showing posts with label Banda Aceh. Show all posts
Showing posts with label Banda Aceh. Show all posts

Tuesday, May 10, 2022

Serahkan SPK kepada 2.318 Guru PPPK, Kadisdik: Jadilah Pendidik yang Hebat

Serahkan SPK kepada 2.318 Guru PPPK, Kadisdik: Jadilah Pendidik yang Hebat

Foto: Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM
RILIS
.NET, Banda Aceh -
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM menyerahkan Surat Perjanjian Kerja (SPK) kepada 2.318 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), guru formasi tahun 2021, Selasa (10/5/2022) di Aula Dinas Pendidikan Aceh.

Hadir dalam penyerahan SPK itu yakni Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Dr. Iskandar AP, S.Sos, dan sejumlah para kepala bidang Disdik Aceh.

Alhudri dan Iskandar menyerahkan secara resmi SPK untuk 246 guru PPPK khusus Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

Penyerahan SPK juga dilakukan secara serentak di 20 Cabang Dinas Pendidikan Aceh seluruh Aceh, yang diserahkan oleh setiap Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh.

Alhudri menekankan kepada seluruh guru yang sudah lulus PPPK untuk menjadi pendidik yang hebat. Karena pendidik harus mampu menjadi motivator pembangunan kepribadian atau karakter siswa sekaligus menjadi inovator dalam mengembangkan pendidikan.
"Kami berharap kepada yang sudah lulus PPPK ini dapat bekerja lebih baik lagi untuk mencerdaskan generasi bangsa dan dapat menyesuaikan diri dengan teknologi pendidikan atau digitalisasi pendidikan, sehingga pendidikan dapat terus maju dan berkembang," kata Alhudri.

Kadisdik mengatakan, penandatanganan SPK ini dilaksanakan dengan mengacu pada Peraturan Presiden No 49 tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah Daerah dengan Perjanjian Kerja.

"Artinya yang menerima SPK pada hari ini merupakan hasil dari pengabdian dan kerja keras yang telah dilakukan selama ini, sehingga dinyatakan lulus P3K," ungkapnya.

Alhudri menuturkan, ada beberapa proses tahapan yang dilalui hingga lulus menjadi P3K, mulai dari pengumuman seleksi yang menyatakan Pemerintah Aceh mendapatkan kuota 5.218 orang untuk jenjang SMA/SMK/SLB.

"Seleksi komptensi telah dilakukan dalam dua tahap, saya ucapkan selamat sekali lagi, ingat tanggung jawab besar ada dipundak kalian semua, maka jadilah pendidikan yang hebat," tegasnya.

Sementara itu, Iskandar mengucapkan selamat dan menyapa seluruh guru PPPK di seluruh cabang Dinas Pendidikan di Aceh. Iskandar berpesan agar guru PPPK yang baru saja menerima SPK nantinya dapat membantu meningkatkan mutu pendidikan Aceh ke arah yang lebih baik. (*)

Saturday, April 30, 2022

Lion Air Group Buka Suara soal Tiket Pesawat Jakarta-Aceh Rp9,6 Juta

Lion Air Group Buka Suara soal Tiket Pesawat Jakarta-Aceh Rp9,6 Juta

Sejumlah calon penumpang melintas tak jauh dari pesawat yang ada di apron Bandara Husein Sastranegara Bandung, Kamis (19/2). (ANTARA FOTO/Eric Ireng)
Banda Aceh -
Lion Air Group merespons tingginya harga tiket pesawat dengan rute penerbangan Jakarta-Aceh yang mencapai Rp9,6 juta jelang Lebaran 2022. Tingginya harga tiket itu karena sistem transit dan transfer bagi penumpang.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro menyebutkan sejauh ini pihaknya masih memberlakukan tarif sesuai dengan koridor ketentuan yang berlaku. Hanya saja semua kursi untuk penumpang jelang Lebaran kali ini habis.

"Masa liburan dan Lebaran Batik Air mengoperasikan penerbangan reguler dan menambah penerbangan (extra flight) non stop (tanpa henti) Jakarta ke Banda Aceh, namun semua kursi (seat) layanan penerbangan dimaksud sudah terjual habis," kata Danang dalam keterangannya, Jumat (29/4/2022).

Sehingga pihaknya memberikan alternatif kepada calon penumpang untuk dapat menuju Banda Aceh dengan transit dan transfer (singgah dan ganti pesawat) menggunakan maskapai lain melalui Bandar Udara Internasional Kualanamu.

Pada penerbangan Batik Air, kata Danang, jika harga tiket kelas ekonomi habis terjual dan masih tersedia kelas bisnis, maka akan terjadi kombinasi harga kelas bisnis dengan kelas ekonomi maskapai lain.

"Hal tersebut secara otomatis akan memunculkan harga jual total tiket dari keseluruhan sektor transit menjadi satu informasi harga tiket yang harus dibeli/dibayar oleh pemesan," ujarnya.

Kemudian ketersediaan kursi untuk penerbangan langsung akan tertera: N/A (atau tidak tersedia) dan Sold Out (terjual habis). Maka sistem pada mesin pencari pada website, aplikasi, tour and travel, ticketing office, call center akan menawarkan alternative lain.

"Sehingga nantinya muncul pilihan baru rute lain sebagai solusi agar pemesan bisa sampai di tujuan (melalui transit dan transfer-singgah di bandar udara tertentu sesuai rekomendasi sistem)," ucap Danang.

Sebelumnya, dilihat dari situs Traveloka, Agoda dan Tiket.com pada Kamis (28/4) pukul 13.00 WIB, harga tiket dari Jakarta ke Banda Aceh untuk keberangkatan pada tanggal 29 dan 30 April menggunakan maskapai Batik Air dan Wings Air senilai Rp9,6 juta. Kemudian pada 1 Mei, harga tiket pesawat menurun menjadi Rp6,7 juta.

Menyikapi hal tersebut, Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyurati beberapa maskapai penerbangan hingga langsung ke Presiden RI Joko Widodo.

Langkah itu dilakukan terkait tingginya harga tiket pesawat untuk penerbangan dari Ibu Kota Jakarta ke Aceh, termasuk selama momentum mudik Lebaran tahun ini. (*)


Sumber: CNN Indonesia

Tuesday, April 26, 2022

Usai Digugat YARA, Menteri ESDM, SKK Migas dan Pertamina akan Disidangkan di PN Jakpus

Usai Digugat YARA, Menteri ESDM, SKK Migas dan Pertamina akan Disidangkan di PN Jakpus

RILIS
.NET, Banda Aceh -
Usai Dilakukan gugatan oleh YARA, Menteri ESDM, SKK Migas dan Pertamina akan disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Gugatan itu sebelumnya dilakukan oleh Kepala perwakilan YARA Aceh Timur Indra Kusmeran.

Sebelumnya, Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin melakukan somasi, dan meminta agar Pertamina dan SKK Migas melakukan penutupan sumur yang terbakar di Blok Perlak Kecamatan Ranto Perlak, Aceh Timur paling lama satu minggu setelah surat somasi itu dilayangkan.

Surat somasi itu juga ditembuskan kepada Komisi VII DPR RI, Menteri ESDM, Irjen Kementerian ESDM, BPMA, Pemerintahan Aceh dan Pemkab Aceh Timur.

Dalam salinan somasi yang ditandatangani langsung Ketua YARA, Safaruddin, tertanggal 23 Maret 2022 meminta kepada Kepala SKK Migas dan Dirut Pertamina untuk segera melakukan penutupan terhadap sumur minyak yang meledak di Blok Perlak Kecamatan Ranto Perlak, Aceh Timur.

Safaruddin mengatakan blok tersebut adalah wilayah kerja PT Pertamina yang berkontrak dengan SKK Migas.


"Persidangan akan di gelar pada 10 Mei 2022 mendatang," Kepala Perwakilan YARA Aceh Timur Indra Kusmeran kepada RILIS.NET pada Selasa (26/4/2022).

Jadwal sidang ini  tambah Indra Kusmeran, berdasarkan penelusuran pada sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada perkara Nomor 216/Pdt.G/2022/ PN JKT Pst.

Hal senada juga di sampaikan oleh Safaruddin, selaku Ketua tim kuasa hukum penggugat.

"Jadwal sidang ini telah di sampaikan ke kami melalui sistem e court Mahkamah Agung," kata Safaruddin, Selasa (26/4/2022).

"Setiap advokat yang telah mendaftar akan mendapatkan akun di sistem e court sesuai dengan Peraturan Mahkamah Agung No 1 tahun 2019," terang Safar menambahkan. (rn/red)


Penulis: Redaksi
Editor: Mahyuddin

Thursday, April 21, 2022

NasDem Aceh Akan Bawa Nama Anies Baswedan Dalam Rakernas Mendatang

NasDem Aceh Akan Bawa Nama Anies Baswedan Dalam Rakernas Mendatang

Ketua DPW NasDem Aceh Teuku Taufikulhadi (Foto: Doc RILIS.NET)
RILIS
.NET, Banda Aceh -
Dewan Pimpin Wilayah (DPW) Partai NasDem Aceh akan membawa satu nama yaitu Anies Baswedan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang akan berlangsung pertengahan Juni mendatang di Jakarta.

Ketua DPW Partai NasDem Aceh Teuku Taufikulhadi mengatakan, Partai NasDem akan menggelar Rakernas pada 15 hingga 17 Juni 2022 mendatang di Istora Senayan Jakarta.

Rakernas ini tambah Teuku Taufikulhadi akan dihadiri sekitar 3.000 orang kader NasDem dari seluruh Indonesia.

Agendanya adalah untuk menjaring calon Presiden dari Partai NasDem dalam pemilu 2024.

"Dalam hal ini, Partai NasDem Aceh akan membawa nama Anies dalam rakernas paling penting ini," sebut Teuku Taufikulhadi kepada RILIS.NET, Kamis (21/4/2022).

Menurut T Taufikulhadi, NasDem Aceh telah mempelajari secara seksama sosok Anies. "Ia figur yang berkarakter dan kredibel karena itu baik untuk Indonesia mendatang. Selain itu, nama Anies juga dekat di hati rakyat Aceh. Anies itu adalah pendiri cikal bakal partai ini yaitu Ormas Nasional Demokrat. Anies sangat dekat dengan Ketum NasDem, Bapak Surya Paloh," pungkas Teuku Taufikulhadi. (rn/red)
Kabiro Adpim Sebut Pemerintah Aceh Tidak Antikritik

Kabiro Adpim Sebut Pemerintah Aceh Tidak Antikritik

Kaban Kesbangpol Aceh, Drs. Mahdi Efendi, Karo Adpim Setda Aceh, Muhammad Iswanto, S.STP, MM bersama tim Biro Umum Setda Aceh, dan Satpol PP-WH Aceh, tampak menerima dan memfasilitasi unjuk rasa di halaman Kantor Gubernur Aceh, Rabu, (20/4/2022). Foto: Humpro Sekdaprov Aceh.  
RILIS
.NET, Banda Aceh -
Sebuah geliat demokrasi yang sejuk dan terukur diperlihatkan dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan kelompok mahasiswa dari Front Mahasiswa dan Rakyat Aceh Menggugat, di halaman Kantor Gubernur Aceh, Rabu (20/4/2022) hingga petang.

Pemerintah Aceh melalui Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Muhammad Iswanto, secara terbuka menyatakan sikap apresiatif terhadap aksi yang dinilai damai dan sejuk, sesuai dengan kondisi umat Islam yang kini dalam balutan suasana Bulan Suci Ramadhan.

“Sejak awal, Bapak Gubernur selalu menegaskan bahwa Pemerintah Aceh tidak anti kritik dan sangat menghargai saran dan kritik konstruktif dari segenap lapisan masyarakat. Karena itu, hari ini kami menerima dan menampung aspirasi dari Front Mahasiswa dan Rakyat Aceh Menggugat. Alhamdulillah, unjuk rasa berlangsung tertib dan damai sesuai keinginan semua pihak,” ujar Iswanto yang juga mantan kabag Humas dan Protokol Kabupaten Aceh Besar itu.

Di sisi lain disebutkan, meski jam kerja selama Ramadhan hanya hingga pukul 15.00 WIB, namun Pemerintah Aceh dan jajaran terkait tetap menerima massa aksi yang menyampaikan aspirasi hingga sore hari tadi.

“Kami percaya, aksi-aksi unjukrasa yang dilakukan oleh ormas atau mahasiswa, selaku intelektual muda Aceh hanyalah geliat dari dinamika demokrasi dan berlangsung sejuk dan damai seperti hari ini. Oleh karena itu, meski sudah di luar jam kedinasan, kami tetap menerima massa aksi, karena kami yakin aspirasi yang disampaikan oleh teman-teman mahasiswa akan disampaikan dengan cara-cara yang baik dan elegant. Alhamdulillah, hingga selesai tadi semuanya berlangsung dengan tertib,” ujar Iswanto.

Namun di sisi lain, Iswanto mengingatkan kembali, karena saat ini masih dalam suasana pandemi Covid 19, meski trend kasus terus menurun, semua pihak wajib menerapkan prokes memakai masker menjaga jarak dan mencuci tangan.

“Selain itu karena kini umat Islam sedang melaksanakan Puasa Ramadhan, hendaknya setiap kegiatan yang kita lakukan harus dalam koridor menghormati dan menjaga kesucian Bulan Suci Ramadhan,” ujar Iswanto.

Dalam aksinya, para orator menyampaikan sembilan tuntutan, di antaranya evaluasi Jaminan Kesehatan Aceh, meminta pemerintah untuk menstabilkan harga kebutuhan bahan pokok dan penanganan persoalan banjir serta sejumlah tuntutan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Karo Adpim juga menyampaikan apresiasi kepada aparatur keamanan dari Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh yang telah mengamankan jalannya unjuk rasa hari ini.

Kepala Badan Kesbangpol Aceh Mahdi Effendi, juga tampak terlihat hadir di lokasi aksi dan ikut menerima aspirasi dari Front Mahasiswa dan Masyarakat Aceh Menggugat. Usai menyampaikan aspirasi, masa aksi membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 17.15 Wib. (rn/red)

Saturday, April 9, 2022

Satgas COVID-19 Aceh Sebut Pasien Dirawat Tersisa 26 orang

Satgas COVID-19 Aceh Sebut Pasien Dirawat Tersisa 26 orang

RILIS.NET, Banda Aceh - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Aceh menyebutkan pasien terinfeksi virus corona di Provinsi Aceh yang mendapat perawatan di rumah sakit rujukan tersisa 26 orang, namun masyarakat diminta tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Juru Bicara COVID-19 Aceh Saifullah Abdulgani, Jumat, mengatakan kasus aktif COVID-19 di Aceh tersisa 498 orang. Umumnya mereka terinfeksi tanpa gejala sehingga hanya membutuhkan isolasi mandiri di rumah.

"Yang di rumah sakit umum rujukan 26 orang Selebihnya isolasi mandiri," kata Saifullah di Banda Aceh, Jumat.

Ia menjelaskan pasien yang menjalani perawatan medis di rumah sakit rujukan COVID-19 karena memiliki gejala ringan hingga berat, sehingga membutuhkan bantuan penanganan dari petugas medis.

Sedangkan mereka yang isolasi mandiri tanpa memiliki gejala, atau hanya gejala ringan. Untuk penanggulangan hanya membutuhkan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

"Gejala ringan tidak membutuhkan bantuan peralatan medis maka dibolehkan perawatan di rumah saja," kata Saifullah.

Menurut Saifullah, tren kasus COVID-19 di Aceh terus menunjukkan penurunan sejak beberapa pekan menjelang Ramadhan 1443 Hijriah.

Kasus-kasus positif baru harian menunjukkan tren yang terus menurun setelah mencapai puncak tertinggi dua pekan di Maret lalu, kata dia.

Kendati demikian, dia tetap mengajak masyarakat provinsi paling barat Indonesia itu untuk bersama-sama menjaga kondisi ini dengan disiplin protokol kesehatan dan vaksinasi COVID-19.

Setiap individu seyogyanya lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Apabila mengalami batuk, demam, dan nyeri kerongkongan, hendaknya segera mengurangi interaksi dengan orang lain meski anggota keluarga dan bergegas meminta bantuan medis.

"Makin cepat mendapat penanganan medis akan kian cepat sembuh, sehingga ibadah Ramadhan dapat ditunaikan secara optimal," katanya.

Untuk cakupan vaksinasi, Dinas Kesehatan Aceh mencatat sudah mencapai 97,7 persen dari target 4,6 juta jiwa penduduk Tanah Rencong itu. Sedangkan untuk dosis dua sudah mencapai 69 persen. (rn/red)


Sumber: Antara

Tuesday, April 5, 2022

Sempat Padam, Api Kembali Hanguskan Suzuya Mall Banda Aceh

Sempat Padam, Api Kembali Hanguskan Suzuya Mall Banda Aceh

RILIS.NET, Banda Aceh - Kobaran api yang membesar kembali menghanguskan Suzuya mall di Banda Aceh, yang berlokasi di Jalan Teuku Umar, Setui pada Senin (4/4/2022).

Pantauan dilokasi, api membumbung tinggi membakar bagian depan Suzuya. Sejumlah armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.

Sebelumnya api sempat padam sekitar pukul 17.00 WIB, namun api kembali membara sekitar pukul 19.40 WIB, dan menghanguskan seluruh bangunan pusat perbelanjaan itu.

"Api kembali muncul pukul 19.30 WIB," kata Kasi Pembinaan dan Pengembangan Tenaga Pemadam Kebakaran DPKP Kota Banda Aceh Yudi kepada wartawan, Senin (4/4/2022).

Petugas pemadam hingga saat ini masih berusaha memadamkan api. Belum diketahui penyebab mall tersebut kembali terbakar.

Sebelumnya, Suzuya Mall terbakar sekitar pukul 11.30 WIB tadi. Api pertama sekali muncul dari gudang di lantai tiga kemudian menjalar ke lantai dua.
Proses pemadaman dilakukan petugas damkar dibantu pihak kepolisian. Total 21 unit armada dikerahkan ke lokasi terdiri 10 mobil pemadam Kota Banda Aceh, 10 mobil pemadam Aceh Besar dan satu unit water cannon.


"Sekitar pukul 14.00 WIB api dapat dipadamkan dan selanjutnya dilakukan upaya pendinginan, dan selesai bertugas armada kembali ke pos pukul 17.45 WIB," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda Aceh Yubasri kepada wartawan. (rn/rd)

Saturday, April 2, 2022

Satu Terdakwa Tsunami Cup Dituntut 6,6 Tahun Penjara

Satu Terdakwa Tsunami Cup Dituntut 6,6 Tahun Penjara

Terdakwa korupsi turnamen Tsunami Cup menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Banda Aceh. Foto; dok. AJNN/Tommy  
Banda Aceh -
Satu Terdakwa korupsi pelaksanaan turnamen Tsunami Cup atau Aceh World Solidarity Cup (AWSC) dituntut 6.6 tahun penjara, karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi sehingga merugikan keuangan negara sebesar Rp2,8 miliar lebih.

Tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum dari Kejari Banda Aceh dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor yang digelar, Jumat (1/4/2022).

Dilansir laman resmi Pengadilan Negeri Banda Aceh, selain dituntut 6 tahun 6 bulan penjara, Terdakwa Moh Sa'adan selaku ketua pelaksana Tsunami Cup juga dituntut pidana denda sebesar Rp300 juta subsidair 3 bulan dan membayar uang pengganti Rp1,3 miliar lebih.

Jumlah uang pengganti tersebut, selambat-lambatnya harus dibayarkan ke negara satu bulan setelah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap.

Jika dalam satu bulan sesudah adanya putusan tetap tidak dibayarkan maka harta benda Terdakwa disita untuk menutupi uang pengganti tersebut.

Dalam tuntutan penuntut umum, Terdakwa Mohd Sa'dan dinyatakan terbukti secara sah yang meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan primair melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam hal para terpidana tidak mempunyai uang yang cukup untuk membayar uang pengganti maka diganti dengan pidana penjara selama 3,3 tahun.

Selain itu uang sebesar Rp26 juta yang dititipkan kepada penuntut umum agar diperhitungkan sebagai uang pengganti. Sementara pembacaan tuntutan terhadap Terdakwa SBS ditunda. Penundaan tersebut dikarenakan yang bersangkutan sakit. (Ajnn.net)

Wednesday, March 30, 2022

Besok, Pemerintah Aceh Tanda Tangan Kontrak 371 Paket Senilai Rp479,5 Miliar

Besok, Pemerintah Aceh Tanda Tangan Kontrak 371 Paket Senilai Rp479,5 Miliar

Juru Bicara Pemerintahan Aceh Muhammad MTA (Foto: Humas Pemerintah Aceh)
RILIS.NET, Banda Aceh - Pemerintah Aceh kembali akan menggelar penandatanganan kontrak bersama tahap II. Menurut Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA penandatanganan tersebut akan dilakukan besok, Kamis 31 Maret 2022 di Anjong Mon Mata, Pendopo Gubernur Aceh.

Menurut MTA, proyek yang akan ditandatangani secara bersamaan tersebut bernilai Rp 479,5 Miliar dengan jumlah 371 paket.

Dengan penandatanganan yang akan dilakukan besok, maka menurut MTA, sampai dengan penghujung Maret 2022 ini Pemerintah Aceh telah melaksanakan Tanda Tangan Kontrak Bersama yang berjumlah seribu lebih paket pekerjaan.

"Tepatnya 1.085 paket dengan nilai lebih kurang Rp 1,5 Triliun," ungkap MTA dalam keterangan persnya pada Rabu (30/3/2022) di Banda Aceh.

Kegiatan penandatangan kontrak tersebut menurut MTA juga dihadiri oleh Pejabat Setda Aceh dan para Kepala SKPA dengan mengikutsertakan KPA dan rekanan.

Diberitakan sebelumnya Pemerintah Aceh telah menandatangani kontrak bersama Proyek Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) senilai Rp1 Triliun lebih, dengan total 714 paket, di Anjong Mon Mata, Jumat (11/3/2022).

Penandatanganan kontrak tersebut disaksikan langsung oleh Sekda Aceh, Taqwallah.

Ketua P2K APBA, T Ahmad Dadek mengatakan, kontrak yang ditandatangani bersama tersebut terdiri dari E-katalog 470 paket atau Rp558,5 M, Tender 244 paket atau Rp449,9 M. Semua paket strategis tersebut berada pada 35 SKPA Pemerintah Aceh.

Dadek menyebutkan, jika percepatan penandatanganan kontrak tahap pertama itu sesuai dengan arahan Gubernur, dan sudah dilakukan sejak pemenang tender diumumkan.

"Penandatanganan kontrak tahap dua nanti akan dilakukan 30 Maret," kata Dadek.

Sementara itu, Sekda Aceh, Taqwallah saat membacakan sambutan Gubernur Nova Iriansyah, mengatakan, penandatanganan bersama itu merupakan bagian dari upaya Pemerintah Aceh, untuk membangun sistem transparansi dan akuntabilitas publik dalam keseluruhan proses pembangunan di Aceh.

"Sehingga ikhtiar kita untuk mewujudkan pemerintahan yang kompeten dalam pelayanan dan bersih serta berwibawa dalam pemerintahan, good governance and clean government, dapat tercapai," kata Sekda.

Sebelumnya, Pemerintah Aceh telah menetapkan Program Strategis dalam APBA 2022 yang ditetapkan dalam Qanun APBA pada tanggal 30 November 2021 yang lalu.

Adapun paket-paket strategis yang telah diumumkan pada tanggal 7 Januari lalu, adalah sebanyak 1.689 paket, yang nilainya hampir mencapai Rp 2 triliun.
Per 63 hari sejak paket strategis tersebut diumumkan, penandatanganan tahap pertama pada hari ini dilakukan. Secara bertahap penandatanganan kontrak akan terus dilakukan dan ditargetkan tuntas pada akhir Maret 2022.

"Selamat kepada seluruh pihak terutama rekanan, atas terselenggaranya kontrak bersama ini. Saya tentu berharap, ke depan kualitas kegiatannya dapat memenuhi standar mutu dan administrasinya cukup waktu," kata Sekda.

Taqwallah meminta agar para rekanan atau mitra kerja untuk mengupayakan menyelesaikan pekerjaan dengan penuh amanah dan jujur, yang mencerminkan nilai-nilai syariat Islam dalam keseluruhan proses pelaksanaan proyek pembangunan Aceh.

"Jangan melakukan kebiasaan buruk, misalnya dengan menarik uang muka lalu proyek dijual kepada orang lain," tegas Taqwallah Sekda juga mengingatkan agar rekanan menjaga kualitas setiap pekerjaan dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu sesuai jadwal pelaksanaan.

"Kepada jajaran SKPA dan BPBJ atau Kelompok Kerja (Pokja), gubernur meminta agar meningkatkan dan mempertahankan stamina kerja, supaya seluruh tahapan pengadaan barang dan jasa itu tuntas sesual target, yakni pada akhir Maret 2022," ujarnya.

"Kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi massa, lembaga swadaya masyarakat, NGO, dan media massa agar mengawal dan melakukan pemantauan secara bersama-sama agar dalam pelaksanaannya tidak terjadi penyimpangan," kata Taqwallah menambahkan. (rn/red)

Wednesday, March 23, 2022

Terkait Tambang Minyak Ilegal di Aceh Timur, Ketua YARA Somasi SKK Migas dan Pertamina

Terkait Tambang Minyak Ilegal di Aceh Timur, Ketua YARA Somasi SKK Migas dan Pertamina

Ketua YARA Safaruddin (Foto: Humas YARA)
RILIS
.NET, Banda Aceh -
Dalam salinan somasi yang ditandatangani langsung Ketua YARA, Safaruddin, tertanggal 23 Maret 2022 meminta kepada Kepala SKK Migas dan Dirut Pertamina untuk segera melakukan penutupan terhadap sumur minyak yang meledak di Blok Perlak Kecamatan Ranto Perlak, Aceh Timur.

Safaruddin mengatakan blok tersebut adalah wilayah kerja PT Pertamina yang berkontrak dengan SKK Migas.

Blok itu kata dia, masih belum dikembalikan kepada Badan Pengelola Migas Aceh sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2015. Sehingga, sampai saat ini, maih menjadi tanggung jawab Pertamina dengan SKK Migas.

"Kebakaran yang terjadi di Sumur yang ada di Wilayah Kerja Pertamina sudah kerap terjadi dan telah menelan banyak korban jiwa. Bahkan, belum ada perhatian serius dari Pertamina dan SKK Migas," kata Safaruddin, dalam keterangan tertulis, Selasa, 22 Maret 2022.


Untuk itu, Safar meminta agar Pertamina dan SKK Migas melakukan penutupan sumur yang terbakar di Blok Perlak Kecamatan Ranto Perlak, Aceh Timur paling lama satu minggu setelah surat somasi ini.

Surat somasi itu ditembuskan kepada Komisi VII DPR RI, Menteri ESDM, Irjen Kementerian ESDM, BPMA, Pemerintahan Aceh dan Pemkab Aceh Timur. (rn/red)

Monday, March 21, 2022

Enam Bulan Mangkir, Tersangka Kasus Jembatan Kuala Gigieng Pidie Ditangkap

Enam Bulan Mangkir, Tersangka Kasus Jembatan Kuala Gigieng Pidie Ditangkap

RILIS
.NET, Banda Aceh -
Setelah enam bulan mangkir dari panggilan penyidik, Satu orang tersangka dugaan korupsi kasus jembatan Kuala Gigieng Pidie ditangkap tim Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Senin (21/3/2022).

"Tersangka sudah enam kali tidak memenuhi panggilan penyidik. Sehingga dilakukan pemanggilan paksa," kata Kajati Aceh pada Senin.

Menurut Bambang Bachtiar, tersangka atas nama Saifuddin menjabat sebagai wakil Direktur CV Pilar Jaya ditangkap disalah satu warung kopi di Banda Aceh.

Penyidik dari Kejaksaan sebut Kajati, akan segera menyusun pemberkasan agar nantinya bisa segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Terhadap tersangka ini, terhadap tersangka juga dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan. "Tersangka juga ditahan 20 hati kedepan," sebutnya.

Kejati Aceh sejauh ini telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi jembatan Kuala Gigieng di Kabupaten Pidie. "Dalam kasus tersebut ditemukan kerugian negara mencapai Rp 1,6 miliar rupiah," sebut Kejati Aceh, Senin (21/3/2022). (rn/id)

Thursday, March 17, 2022

Himpunan Mahasiswa Bimbingan Konseling UIN Ar-Raniry Gelar Seminar Nasional

Himpunan Mahasiswa Bimbingan Konseling UIN Ar-Raniry Gelar Seminar Nasional

RILIS
.NET, Banda Aceh -
Himpunan Mahasiswa Bimbingan Konseling UIN Ar-Raniry Banda Aceh menggelar kegiatan Seminar Nasional, Kamis (17/3/2022).

Seminar ini mengusung tema Pengaruh Kesehatan Mental Terhadap Pola Pikir Generasi Muda di Era Milenial'.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Gubernur Aceh yang diwakili oleh Kabag Keistimewaan dan Keagamaan Biro Kesra Aceh H Sulaiman Muhammad Hasan Lc MA, di Auditorium Ali Hasyimi UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Ketua panitia pelaksana M Rizqi Al-Khair mengatakan, seminar ini diikuti sekitar 350 peserta yang terdiri dari mahasiswa jurusan bimbingan konseling, para dosen, siswa/i dan masyarakat Aceh.

"Pada kesempatan ini juga saya selaku ketua panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah berjuang mengumpulkan peserta acara seminar nasional ini. Dan saya sangat mengapresiasi perjuangan para panitianya," kata M Rizqi Al-Khadar

Seminar Nasional tersebut dipandu oleh Putri Balqis SPd (Presenter TVRI) Perwakilan Aceh, sedangkan yang menjadi narasumber yaitu Neni Listia Dewi SPd Kons Cht CI Mes (Founder dr Assyifa Counseling Indonesia).

Nuzulul Azmi selaku ketua Umum HMP-BK menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur Aceh yang di wakili oleh Kabag Keistimewaan dan Keagamaan BIRO Kesra Aceh, Rektor UIN Ar-Raniry, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, dan narasumber atas kerja samanya dalam menyukseskan acara ini.

“Terima kasih kepada seluruh panitia, pengurus HMP BK, dan pihak yang terlibat dalam acara ini. Semoga melalui acara seminar nasional ini kita dapat belajar mengenai Kesehatan Mental Terhadap Pola Pikir Generasi Muda di Era Milenial dari narasumber langsung.” Ujar Nuzulul.

Sementara itu Dr Syahminan SAg MAg Selaku Wadek lll FTK UIN Ar-Raniry juga turut mengajak mahasiswa memanfaatkan kesemapatan ini dengan sebaik-baiknya.

“Saya berharap kita dapat mengikutinya dengan sungguh-sungguh agar kita mendapatkan ilmu yang disampaikan langsung oleh pakar-pakar yang sangat berpengalaman dibidangnnya,” Ujar Wadek lll FTK

Selain itu Wadek juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Narasumber yang sudah mensuport kegiatan ini serta bersedia menyalurkan ilmunya kepada seluruh peserta.

Dr. H. A. Mufakhir Muhammad, MA. Selaku Ketua Prodi BK UIN Ar-Raniry dalam sambutannya menyampaikan harapannya atas acara ini untuk mengikat hubungan baik antar mahasiswa maupun instansi pembelajaran.

“Saya sangat bangga kepada Himpunan Mahasiswa Bimbingan Konseling yang telah berhasil menjadi rumah acara nasional seperti ini, saya harap tidak hanya kita yang hadir disini dapat menambah wawasan, tapi juga kita dapat terus menyalurkan kepada saudara-saudara kita yang berada disekitar kita.” ujarnya Kaprodi BK UIN Ar-Raniry

Sementara itu, H Sulaiman Muhammad Hasan LC MA selaku Kabag Keistimewaan dan Keagamaan Biro Kesra Aceh, Dalam sambutannya saat membuka acara itu turut mengajak mahasiswa menjadi yang terdepan dalam membangun generasi Aceh kedepan.

“Mahasiswa dan Pemerintah Aceh harus bersinergi dan berkolaborasi untuk mengembangkan potensi generasi muda aceh, demi terwujudnya generasi yang lebih inovatif dan kreatif,” ungkap Sulaiman. (rn/rizki)

Wednesday, March 16, 2022

Isak Tangis Warnai Kedatangan Mahasiswa Aceh dari Ukraina

Isak Tangis Warnai Kedatangan Mahasiswa Aceh dari Ukraina

Mahasiswa Kedokteran di Ukraina asal Aceh, Arif Fazilla, disambut pelukan hangat oleh keluarga. Foto: AJNN/Iskandar  
Banda Aceh -
Kedatangan mahasiswa Kedokteran asal Aceh, Arif Fazilla dari Ukraina diwarnai isak tangis dan pelukan hangat dari keluarganya.

Arif Fazilla terpaksa pulang ke Aceh, karena invasi Rusia ke Ukraina yang tak kunjung terselesaikan.

Arif Fazilla saat diwawacarai mengatakan, proses evakuasi warga negara Indonesia (WNI) di Ukraina tidak mengalami kesulitan, dan di bawah pengawasan tentara di sepanjang perjalanan di Ukraina.

"Cuma jalan dari Kiev ke Rumania jauh, dan masih ada tentara yang berbaris dijalan, serta aparat itu juga melakukan pemeriksaan terhadap kami," kata Arif Fazilla, Rabu (16/03/2022).

Arif menceritakan, kondisi dan situasi mereka di Ukraina di bawah pengawasan Tentara, sehingga WNI yang ada di sana tidak bisa mengambil dokumen baik itu foto maupun vidio.

"Sebanyak 80 WNI sempat direlokasi ke Rumania. Mereka akan menghapus semua dokumen apapun yang diambilnya," tuturnya.

Arif, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah Indonesia dan Aceh, yang sudah memulangkan serta evakuasi mereka selama di Ukraina, hingga selamat sampai di Aceh. "Ketika mendapatkan kabar ada perang, kami langsung diminta berkumpul di KBRI Ukraina." Imbuhnya. (*)


Sumber: Ajnn

Tuesday, March 15, 2022

Satu Lagi, Korban Kebakaran Sumur Minyak Ranto Peureulak Meninggal Dunia

Satu Lagi, Korban Kebakaran Sumur Minyak Ranto Peureulak Meninggal Dunia

Ilustrasi
RILIS
.NET, Banda Aceh -
Satu lagi korban kebakaran sumber minyak yang terjadi pada Jumat (11/3/2022) malam di Desa Mata Ie, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur bernama Junaidi (31) meninggal dunia di Rumah Sakit Umum (RSU) Zainal Abidin Banda Aceh, pada Selasa (15/3/2022).

Sebelumnya, Almarhum warga Desa Blang Barom, Kecamatan Ranto Peureulak ini sempat dirawat di RSU Zainal Abidin selama empat hari dan telah menjalani operasi.


“Junaidi meninggal sekitar pukul 08.45 WIB di RSUZA Banda Aceh. Sebelumnya sudah menjalani operasi. Namun sejak tadi malam almarhum kondisinya sudah tidak sadar,” terang Iskandar Usman Alfarlaqi, Selasa.

Junaidi tercatat korban yang meninggal dunia kedua setelah sebelumnya Safrizal (29), yang juga warga Blang Barom, Kecamatan Ranto Peureulak meninggal dunia di rumah sakit dr Fauzian Bireun saat hendak dirujuk ke Banda Aceh pada Sabtu (12/3/2022). (rn/red)

Monday, March 14, 2022

Akhir Maret 2,2 juta Pemegang Kartu JKA Diminta Beralih ke JKN Mandiri

Akhir Maret 2,2 juta Pemegang Kartu JKA Diminta Beralih ke JKN Mandiri

Kadinkes Aceh dr Hanif (Foto: AJNN/Indra Wijaya)
RILIS
.NET, Banda Aceh -
Sebanyak 2,2 juta penduduk Aceh penerima kartu Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), akhir Maret nanti diminta beralih ke JKN Mandiri.

Selain itu, harus membayar premi asuransi Rp35 ribu per bulan untuk satu orang, bagi tingkatan kelas III.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Aceh, dokter Hanif menyebutkan, dari angka total penduduk di Provinsi Aceh, jumlah masyarakat yang mengakses fasilitas kesehatan (Faskes) tidak lebih dari 20 persen.

Dari total 2,2 juta penerima JKA itu, 500 ribu diantaranya akan difasilitasi oleh pemerintah.

"Inikan tidak sesuai jumlah JKN dengan total jumlah peserta JKA. Artinya jumlah peserta JKA yang akan berakhir jauh lebih besar. Tapi paling tidak masyarakat yang membutuhkan itu tidak sebanyak itu," kata Hanif kepada wartawan di Grand Permata Hati Hotel, Senin (14/3).

Ia menggambarkan, bahwa masyarakat yang mengakses fasilitas kesehatan itu tidak lebih dari 20 persen, dari total masyarakat Aceh. "Jadi kita berharap ambil dulu segmen yang 20 persen ini," ujarnya.

Hanif mengaku, dirinya juga sudah menanyakan kepada kepala BPJS Kesehatan Aceh, untuk mendata masyarakat yang sering menggunakan fasilitas kesehatan.

"Jadi 500 ribu itu nanti akan ditanggung pemerintah. Nantinya juga dari data tersebut, bupati dan walikota mengusulkan ke Kementerian Sosial agar dimasukkan sebagai peserta JKN," ungkapnya.

Lanjut Hanif, sementara untuk masyarakat lainnya, menurutnya banyak yang mampu untuk membayar iuran JKN. Ia meminta, agar masyarakat yang secara ekonomi mampu, agar membayar sendiri JKNnya.

"Tolong bagi yang mampu untuk bisa bayar sendiri dulu. Baru kita lihat tidak mampu apa, dan kita duduk kembali dengan pemerintah guna mencari solusi," imbuhnya.


Sumber: AJNN

Monday, March 7, 2022

Pemuda Cinta Aceh Desak Kajati Baru Tuntaskan Kasus Jembatan Kilangan Aceh Singkil

Pemuda Cinta Aceh Desak Kajati Baru Tuntaskan Kasus Jembatan Kilangan Aceh Singkil

 Ketua DATA Aceh, Sulthan Alfaraby (Foto: for RILIS.NET)
RILIS
.NET, Banda Aceh -
Dewan Pimpinan Pemuda Cinta Aceh (DATA Aceh) mendesak Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh yang baru untuk segera menuntaskan kasus Jembatan kilangan Aceh Singkil.

DATA Aceh meminta Kajati Aceh untuk berpihak kepada kepentingan masyarakat Aceh dengan segera menuntaskan kasus yang sudah berlarut-larut tersebut.

"Sejak awal kita memantau kasus ini untuk segera diselesaikan. Namun kami meminta kepada Kajati Aceh yang baru agar segera membenahi hal ini dengan cepat," ujar Ketua Umum DATA Aceh, Sulthan Alfaraby, Senin (7/3/2022).

Atas dasar itu, DATA Aceh juga meminta kepada Kajati Aceh menindaklanjuti temuan BPK RI terhadap masalah penggunaan anggaran, yang dalam hal ini ada sangkut pautnya dengan kasus Jembatan Kilangan Aceh Singkil.

Dilansir dari AJNN, Inspektorat Aceh pernah menyampaikan bahwa hasil tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh terhadap laporan keuangan pemerintah Aceh tahun 2019 dalam proses pengadaan pembangunan jembatan Kilangan di Aceh Singkil, yang pengerjaannya dilaksanakan oleh salah satu perusahaan, kepada pihak BPK RI Perwakilan Aceh di Banda Aceh.

Berkas laporan disampaikan pihak Inspektorat dalam surat yang bersifat rahasia dengan nomor surat 703/039/IA-LHPK/2020 tertanggal 1 September 2020 yang lalu.

Dalam surat tersebut Inspektorat menyampaikan bahwa penyampaian tindak lanjut LHP BPK RI tersebut sesuai surat teguran Gubernur Aceh nomor 700/10287 tanggal 20 Juli 2020 bahwa terjadi Post Bidding pada proses pengadaan pembangunan jembatan Kilangan (Otsus Aceh) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh serta pembayaran yang 100 persen dilakukan sebelum pekerjaan selesai dilaksanakan. (rn/ril)

Thursday, March 3, 2022

Pelaku Penembakan Mantan GAM di Aceh Utara Ditangkap Polisi

Pelaku Penembakan Mantan GAM di Aceh Utara Ditangkap Polisi

RILIS
.NET, Banda Aceh -
Pelaku penembakan mantan GAM dengan senapan angin berinisial AJ (23) berhasil diamankan Tim Opsnal Satreskrim Polres Aceh Utara di Simpang Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Kamis, (3/3/2022).

"Pelaku sudah ditangkap tadi pagi di Aceh Besar," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy didampingi Kapolres Aceh Utara AKBP Riza Faisal.

Winardy menambahkan, pelaku sebelumnya berusaha melarikan diri dengan menaiki angkutan umum ke Banda Aceh.

Begitu mendapati informasi tersebut, Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Aceh Utara langsung bergerak dan meringkus pelaku di Aceh Besar.

Saat ini, pelaku beserta barang bukti berupa satu unit senapan angin yang digunakan untuk membunuh dan satu unit handphone diamankan ke Polres Aceh Utara untuk dilakukan proses hukum.

Menurutnya pelaku akan dikenakan Pasal 340 Jo Pasal 338 Jo Pasal 354 KUHP tentang Tindak Pidana Pembunuhan.

Wiinardy juga mengungkapkan, motif pembunuhan tersebut karena sakit hati. Tidak ada kaitan dengan organisasi atau politik tertentu.

"Motif sementara adalah dendam. Tidak ada kaitan dengan organisasi atau politik tertentu," ujar Winardy, menegaskan.

Diketahui, peristiwa pembunuhan terhadap M. Yusuf bin M Risyad alias Burak (45) mantan Kombatan GAM ini terjadi di Gampong Alue Ngom, Kecamatan Nibong, Aceh Utara, Selasa, (1/3/2022) lalu.

Pembunuhan itu dilakukan pelaku dengan menembak kepala korban menggunakan senapan angin jenis soft gun dalam jarak dekat. Setelah melakukan pembunuhan pelaku melarikan diri sebelum akhirnya diringkus oleh polisi. (rn/red)
Partai Aceh Sebut Revisi UUPA Bisa Jadi Bumerang Bagi Aceh

Partai Aceh Sebut Revisi UUPA Bisa Jadi Bumerang Bagi Aceh

Juru Bicara PA Nurzahri (Foto: Ist/Popularitas)

RILIS.NET, Banda Aceh - Perencanaan revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) terus dibicarakan dan mulai hangat diperbincangkan oleh publik.

Seperti diketahui sebelumnya, revisi UUPA tersebut kini sudah masuk dalam Program Legislasi Nasional (UUPA) DPR RI.

Juru Bicara (Jubir) Partai Aceh, Nurzahri menilai, Partai Nasional (Parnas) hanya menggemakan terkait persoalan dana Otsus. Padahal permasalahan dana Otsus malah tidak disebutkan sama sekali MoU Helsinki.

"Kalau wacananya hanya untuk perpanjang dana Otsus itu sebuah wacana yang salah," kata Nurzahri, seperti dilansir AJNN pada Kamis (3/3/2022). 

Nurzahri mengatakan, politisi Partai Nasional dari Aceh begitu menggebu dengan revisi UUPA, Partai Aceh (PA) justeru menunjukkan sikap dingin. 

 "Dalam perjalanan waktu tidak terjadi proses berjalannya revisi dan tidak t5erjadi proses perubahan. Sebenarnya rakyat Aceh terus menunggu adanya perubahan UUPA yang sesuai MoU Helsinki," tuturnya. 

Kata Nurzahri, Partai Lokal (Parlok) yang menjadi wadah aspirasi politik kalangan eks pejuang Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini sangat mengedepankan sikap kehati-hatian dengan revisi UUPA. Partai Aceh mewanti-wanti revisi UUPA dapat menjadi bumerang bagi Aceh. 

"Dalam konteks hari ini, ternyata ada wacana ingin merevisi UUPA oleh DPR RI, tetapi konteksnya berbeda dengan keinginan rakyat Aceh. 

Kalau semangat yang kita lihat draf yang dikembang itu masih mengurangi kekurangan," ujarnya. 

 Nurzahri menambahkan, kalau rakyat Aceh harus bersatu, supaya tidak terjadi usaha oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan terjadinya perdamaian abadi di Aceh, dengan cara mengurangi kewenangan Aceh yang sudah didapatkan dalam UUPA walaupun tidak semua sesuai dengan MoU Helsinki. 

 "Ini tentunya bertentangan, saya pikir kita harus berhati-hati, rakyat Aceh, stakeholder yang ada di Aceh harus berhati-hati menanggapi masalah revisi ini," tuturnya. 

 Partai Aceh juga berharap, DPRA harus mengajak pihak-pihak GAM dalam diskusi membahas UUPA, karena GAM merupakan pihak dari perdamaian MoU Helsinki. 

"Myang paling utama konteks UUPA ini lahir karena adanya f, perdamaian itu antara GAM dan MB p Indonesia, sehingga GAM juga sebagai salah satu pihak yang terlibat jg f perdamaian ini," ucapnya.

Ia juga berharap, rakyat Aceh perlu merapatkan barisan, Gubernur Aceh juga harus bersikap dan juga Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), mengajak seluruh stakeholder yang ada di Aceh. (rn/red)


Dua Bekas Pejabat Disdak Aceh Didakwa Korupsi Rp1,2 Miliar

Dua Bekas Pejabat Disdak Aceh Didakwa Korupsi Rp1,2 Miliar

Sidang perdana korupsi pengadaan sapi Bali Disnak Aceh. (Foto: AJNN/Tommy)
RILIS
.NET, Banda Aceh -
Dua bekas pejabat Dinas Peternakan (Disnak) Aceh yakni Alimin Hasan dan Ichwan Perdana Satria didakwa melakukan tindak pidana korupsi pengadaan ternak Sapi Bali yang menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 1,2 miliar lebih.

Selain eks pejabat Disnak Aceh, Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga mendakwa dua Terdakwa lainnya yakni Surya dan Kuswandi selaku pihak rekanan.

Dakwaan tersebut dibawakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zilzaliana dari Kejati Aceh dan Shidqi, Rais dari Kejari Aceh Besar di Pengadilan Tipikor Banda Aceh, Rabu (2/3/2022).

Sidang perkara korupsi tersebut berlangsung secara virtual. Keempat terdakwa mengikuti persidangan dari Rutan Banda Aceh di Kahju, Aceh Besar.

Sidang dengan ketua majelis Nani Sukmawati serta didampingi Sadri dan Edwar masing-masing sebagai hakim anggota. Hadir penasihat hukum para terdakwa Junaidi, Jully Fuady dan Desi Amalia.

Dalam dakwaannya, Terdakwa Alimin selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Terdakwa Ichwan selaku PPTK serta Kuswandi Direktur CV Menara Company dan Surya selaku pelaksanaan CV Menara Company telah melakukan perbuatan melawan hukum sehingga merugikan keuangan negara dalam kegiatan peningkatan populasi ternak ruminansia pada Dinas Peternakan Aceh didanai APBA 2017.

"Para terdakwa melakukan perbuatan menguntungkan diri sendiri atau suatu korporasi dengan menyalahgunakan kewenangannya. Perbuatan para Terdakwa melanggar pasal 2 dan pasal 3 Jo pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 yang diubah menjadi UU nomor 2001 tentang tidak pidana korupsi," sebut penuntut umum.

Penuntut umum menyebutkan peningkatan populasi ternak Sapi Bali dengan nilai kontrak Rp3,4 miliar lebih dimenangkan oleh CV Menara Company tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dalam kontrak dan Kerangka Acuan Kerja (KAK).

Dimana dalam surat perjanjian atau kontrak, penyedia diharuskan membeli, menyediakan sapi Bali dari tempat pembibitan sapi potong yang baik.

Namun dalam pelaksanaan, penyedia membeli ternak sapi tersebut dari agen jual beli sapi secara enceran dari di kawasan Bekasi, Jawa Barat.

Selain itu telah terjadi kekurangan volume pekerjaan yaitu telah terjadi kekurangan sapi sebanyak 28 ekor dari 225 ekor sapi.

"Artinya ada perbedaan antara dokumen administrasi dengan kenyataan di lapangan. Patut diduga kematian 28 ekor sapi tersebut tidak dalam keadaan sehat atau sakit," sebut penuntut umum.

Usai mendengarkan dakwaan penuntut umum para Terdakwa bersama penasihat hukumnya tidak tidak mengajukan eksepsi atau keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) perkara korupsi kegiatan peningkatan populasi ternak sapi Bali.

"Penolakan dan keberatan tersebut akan kami sampaikan secara paralel dalam nota pembelaan pada persidangan selanjutnya," kata Junaidi penasihat hukum Terdakwa Ichwan, Kuswandi dan Surya.


Sumber: Ajnn

Monday, February 28, 2022

FPA Apresiasi Bank Aceh Raih Penghargaan Indonesia Best BUMD Awards 2022

FPA Apresiasi Bank Aceh Raih Penghargaan Indonesia Best BUMD Awards 2022

Ketua Umum FPA Sayarbaini (Foto: Ist)
RILIS
.NET, Banda Aceh -
Bank Aceh meraih penghargaan Indonesia Best BUMD Awards 2022, berjudul Building a Sustainable Regional Economy kategori BPD dengan mendapatkan predikat Indonesia Best BUMD Awards 2022 on Developing Ecosystems Banking Sharia to Improving The Regional Economy.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Edy Nurmansyah, Business Director Warta Ekonomi kepada Direktur Utama Bank Aceh, Haizir Sulaiman ditemani oleh Ziad Farhad, Humas Bank Aceh, Kamis (24/2/2022) via aplikasi zoom lalu.

Ketua Umum Forum Pemuda Aceh (FPA) menuturkan, Bank Aceh dianggap bisa mempertahankan pertumbuhan progres dengan baik dan dipilih sebagai bank yang memiliki kinerja terbaik dalam hal peningkatan dan pertumbuhan ekonomi daerah setelah bertransformasi menjadi Bank Syariah sejak tahun 2016.

“Merupakan kebanggaan bagi rakyat Aceh bahwa Bank daerah Aceh bisa mendapat apresiasi nasional dan mampu mempertahankan progres sejak menjadi Bank Umum Syariah," sebut Sayarbaini

Atas Pencapaian tersebut Ketua Umum Forum Pemuda Aceh Sangat menhapresiasi atas kerja Bank Aceh Selama ini, dan Juga ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat Aceh, tambah Sayarbaini.

"Dukungan dalam bentuk modal dan sinergitas oleh pemegang saham dalam menjalankan aktivitas bisnis merupakan salah satu kekuatan yang dimiliki Bank Aceh dalam menghadapi persaingan bisnis", tambahnya. (rn/red)