Thursday, April 21, 2022

Kabiro Adpim Sebut Pemerintah Aceh Tidak Antikritik

Kaban Kesbangpol Aceh, Drs. Mahdi Efendi, Karo Adpim Setda Aceh, Muhammad Iswanto, S.STP, MM bersama tim Biro Umum Setda Aceh, dan Satpol PP-WH Aceh, tampak menerima dan memfasilitasi unjuk rasa di halaman Kantor Gubernur Aceh, Rabu, (20/4/2022). Foto: Humpro Sekdaprov Aceh.  
RILIS
.NET, Banda Aceh -
Sebuah geliat demokrasi yang sejuk dan terukur diperlihatkan dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan kelompok mahasiswa dari Front Mahasiswa dan Rakyat Aceh Menggugat, di halaman Kantor Gubernur Aceh, Rabu (20/4/2022) hingga petang.

Pemerintah Aceh melalui Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Muhammad Iswanto, secara terbuka menyatakan sikap apresiatif terhadap aksi yang dinilai damai dan sejuk, sesuai dengan kondisi umat Islam yang kini dalam balutan suasana Bulan Suci Ramadhan.

“Sejak awal, Bapak Gubernur selalu menegaskan bahwa Pemerintah Aceh tidak anti kritik dan sangat menghargai saran dan kritik konstruktif dari segenap lapisan masyarakat. Karena itu, hari ini kami menerima dan menampung aspirasi dari Front Mahasiswa dan Rakyat Aceh Menggugat. Alhamdulillah, unjuk rasa berlangsung tertib dan damai sesuai keinginan semua pihak,” ujar Iswanto yang juga mantan kabag Humas dan Protokol Kabupaten Aceh Besar itu.

Di sisi lain disebutkan, meski jam kerja selama Ramadhan hanya hingga pukul 15.00 WIB, namun Pemerintah Aceh dan jajaran terkait tetap menerima massa aksi yang menyampaikan aspirasi hingga sore hari tadi.

“Kami percaya, aksi-aksi unjukrasa yang dilakukan oleh ormas atau mahasiswa, selaku intelektual muda Aceh hanyalah geliat dari dinamika demokrasi dan berlangsung sejuk dan damai seperti hari ini. Oleh karena itu, meski sudah di luar jam kedinasan, kami tetap menerima massa aksi, karena kami yakin aspirasi yang disampaikan oleh teman-teman mahasiswa akan disampaikan dengan cara-cara yang baik dan elegant. Alhamdulillah, hingga selesai tadi semuanya berlangsung dengan tertib,” ujar Iswanto.

Namun di sisi lain, Iswanto mengingatkan kembali, karena saat ini masih dalam suasana pandemi Covid 19, meski trend kasus terus menurun, semua pihak wajib menerapkan prokes memakai masker menjaga jarak dan mencuci tangan.

“Selain itu karena kini umat Islam sedang melaksanakan Puasa Ramadhan, hendaknya setiap kegiatan yang kita lakukan harus dalam koridor menghormati dan menjaga kesucian Bulan Suci Ramadhan,” ujar Iswanto.

Dalam aksinya, para orator menyampaikan sembilan tuntutan, di antaranya evaluasi Jaminan Kesehatan Aceh, meminta pemerintah untuk menstabilkan harga kebutuhan bahan pokok dan penanganan persoalan banjir serta sejumlah tuntutan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Karo Adpim juga menyampaikan apresiasi kepada aparatur keamanan dari Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh yang telah mengamankan jalannya unjuk rasa hari ini.

Kepala Badan Kesbangpol Aceh Mahdi Effendi, juga tampak terlihat hadir di lokasi aksi dan ikut menerima aspirasi dari Front Mahasiswa dan Masyarakat Aceh Menggugat. Usai menyampaikan aspirasi, masa aksi membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 17.15 Wib. (rn/red)
BAGIKAN

0 facebook: