Showing posts with label Global. Show all posts
Showing posts with label Global. Show all posts

Thursday, May 12, 2022

Bos Intelijen Rusia Samakan Amerika Serikat dengan Mesin Propaganda Nazi

Bos Intelijen Rusia Samakan Amerika Serikat dengan Mesin Propaganda Nazi

Bendera Amerika Serikat (ilustrasi). (Foto: Reuters)
Moskow -
Kepala Badan Intelijen Asing Rusia (SVR), Sergei Naryshkin, menilai Amerika Serikat tak ubahnya mesin propaganda Nazi pada Perang Dunia II yang dijalankan oleh Joseph Goebbels.
Menurut dia, Departemen Luar Negeri AS secara rutin meluncurkan kampanye anti-Rusia di media sosial.

Naryshkin mengatakan, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mendorong penyebaran informasi palsu pada layanan pesan Telegram dalam rangka untuk mendiskreditkan dan merendahkan kepemimpinan politik dan militer Moskow di mata rakyat Rusia.

“Tindakan mereka (Deplu AS) memiliki banyak kesamaan dengan tradisi Kementerian Pendidikan Publik dan Propaganda Third Reich dan pimpinannya, Joseph Goebbels,” ungkap Naryshkin dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di situs web SVR, seperti dikutip kembali Reuters, Kamis (12/5/2022).

Untuk diketahui, Third Reich adalah nama lain dari negara Jerman yang dideklarasikan oleh rezim Nazi pimpinan Adolf Hitler.

Naryshkin tidak memberikan bukti untuk mendukung klaimnya tentang kampanye informasi anti-Rusia yang didukung AS itu. Namun, Moskow memang kerap menuduh Barat mendanai dan mendukung gerakan anti-Kremlin.

Pemerintahan Presiden Vladimir Putin juga melabeli puluhan kelompok hak asasi manusia independen dan media di Rusia sebagai “agen asing” selama beberapa tahun terakhir.

“Pernyataan (Naryshkin) ini sangat ironis, mengingat upaya disinformasi dan propaganda yang disponsori Negara Rusia yang telah berlangsung lama,” kata salah seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS.

Sejak melakukan agresi militer ke Ukraina pada 24 Februari, Rusia mempercepat kampanyenya untuk meredam suara-suara oposisi di dalam negeri. Para jurnalis dan individu lainnya diancam dengan hukuman hingga 15 tahun penjara jika menyebarkan informasi yang dinilai Moskow sebagai “berita palsu” tentang kampanye militernya.

Rusia meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina pada 24 Februari, setelah Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk (DPR dan LPR) meminta bantuan untuk membela diri dari provokasi pasukan Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina.

Rusia mengklaim, tujuan dari operasi khususnya adalah untuk demiliterisasi dan “denazifikasi” Ukraina.

Menurut Putin, operasi militer itu untuk melindungi rakyat Donbas. “Mereka (rakyat Donbas) telah mengalami pelecehan, genosida oleh rezim Kiev selama delapan tahun,” kata Putin. (*)


Sumber: iNews

Friday, May 6, 2022

Zelenskyy: Rusia Hancurkan Ratusan Rumah Sakit

Zelenskyy: Rusia Hancurkan Ratusan Rumah Sakit

Kiev - Invasi Rusia di Ukraina telah menghancurkan ratusan rumah sakit dan sejumlah fasilitas lainnya serta menyebabkan para dokter kehabisan obat untuk menangani penyakit kanker ataupun melaksanakan operasi, kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Kamis.

Ketika menyampaikan pidato melalui video kepada kelompok yayasan medis, Zelenskyy mengatakan banyak fasilitas di Ukraina timur dan selatan bahkan kekurangan antibiotik pokok.

Kawasan timur dan selatan di negara itu telah menjadi titik utama pertempuran.

"Kalau hanya menyangkut infrastruktur medis, hingga hari ini pasukan Rusia telah menghancurkan atau menyebabkan kerusakan pada 400 lembaga layanan kesehatan: rumah sakit, bangsal bersalin, klinik pasien rawat jalan," katanya.

Di wilayah-wilayah yang dikuasai pasukan Rusia, ujar Zelenskyy, situasinya seperti bencana besar.

"Obat untuk para pasien kanker sangat terbatas. Sangat sulit atau insulin untuk mengobati diabetes sangat kurang. Operasi tidak mungkin dilaksanakan. Bahkan, antibiotik sangat kurang," tuturnya.

Kremlin, kantor presiden Rusia, mengatakan pihaknya hanya menargetkan lokasi-lokasi militer atau strategis.

Sebuah rumah sakit bersalin di Kota Mariupol, Ukraina, hancur pada 9 Maret.

Rusia menduga gambar-gambar serangan terhadap fasilitas itu merupakan hasil rekayasa dan mengatakan bahwa lokasi itu sebenarnya digunakan oleh kelompok-kelompok bersenjata Ukraina.


Sumber: Reuters

Thursday, May 5, 2022

Messi Tak Masuk Nominasi Pemain Terbaik Liga Prancis

Messi Tak Masuk Nominasi Pemain Terbaik Liga Prancis

Lionel Messi tak masuk nominasi pemain terbaik Liga Prancis. (REUTERS/SARAH MEYSSONNIER)
Jakarta - Pemain Paris Saint-Germain, Lionel Messi tidak masuk dalam nominasi Pemain Terbaik Liga Prancis musim 2021/2022.

Operatorr kompetisi Ligue 1 telah merilis daftar lima pemain yang masuk nominasi Pemain Terbaik Liga Prancis. Dari PSG hanya nama Kylian Mbappe yang masuk dalam daftar tersebut.

Mbappe akan bersaing dengan empat kandidat lainnya yakni Dimitri Payet (Marseille), Lucas Paqueta (Lyon), Wissam Ben Yedder (AS Monaco), dan Martin Terrier (Rennes).

Dilansir dari Daily Mail, absennya Messi dalam nominasi Pemain Terbaik Liga Prancis tidak terlalu mengejutkan. Hal ini dikarenakan penampilan kapten timnas Argentina itu tak menawan bersama PSG.

Messi bermain dalam 23 pertandingan bersama PSG yang berhasil meraih gelar juara di akhir musim. Ia hanya mampu mencetak empat gol dan memberikan 13 assist.

Rapor La Pulga jomplang jika dibandingkan dengan Mbappe. Penyerang asal Prancis itu mencetak 24 gol dan memberikan 16 assist dari 32 pertandingan.

Kegagalan Messi masuk nominasi Pemain Terbaik jadi sebuah penurunan dalam kariernya. Semasa masih berseragam Barcelona, Messi selalu masuk dalam nominasi sejak 2009.

Pemain berusia 34 itu tercatat 13 musim beruntun masuk nominasi Pemain Terbaik Liga Spanyol dengan sembilan di antaranya berhasil ia menangi. Messi juga 11 kali terpilih sebagai penyerang terbaik di kompetisi Negeri Matador.

Messi hanya dua kali gagal merebut gelar itu karena dimenangi oleh Cristiano Ronaldo musim 2013/2014 dan Karim Benzema pada musim 2019/2020. Di Barcelona, Messi meraih banyak gelar yakni 10 trofi Liga Spanyol, empat Liga Champions, dan enam Ballon d'Or. (*)


Sumber: Reuters/CNNIndonesia

Monday, May 2, 2022

Staf Uni Eropa Diduga Ditahan di China 8 Bulan Tanpa Penjelasan

Staf Uni Eropa Diduga Ditahan di China 8 Bulan Tanpa Penjelasan

Staf Uni Eropa diduga ditahan di China selama 8 bulan sejak September 2021 lalu. Tapi Uni Eropa belum menerima informasi resmi terkait penangkapan itu. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta -
Staf Uni Eropa terungkap ditahan di China selama delapan bulan sejak September 2021 lalu. Blok tersebut menyatakan sejauh ini belum menerima informasi resmi terkait penangkapan itu.

"Meskipun banyak permintaan kami kepada otoritas China, sejauh ini kami belum diberi tahu soal tuduhan atau tuduhan khusus. Kami akan terus bertanya sampai kami mendapat jawaban yang tepat," kata Juru Bicara Uni Eropa, Nabila Massrali, dikutip AFP.

Uni Eropa telah mengirim tiga komunikasi tertulis ke pihak China untuk minta informasi lebih lanjut soal tuduhan itu. Mereka juga meminta agar staf itu diberi kebebasan memilih pengacaranya.

Sebelumnya, Media Prancis, Le Monde, melaporkan seorang pekerja IT yang diidentifikasi sebagai An Dong ditangkap karena dicurigai memicu pertengkaran dan provokasi.

Tuduhan itu kerap digunakan untuk meredam perbedaan pendapat. Mereka yang menjadi korban tuduhan ini bisa dibui maksimal lima tahun.

Warga kebangsaan China itu dilaporkan ditangkap di provinsi Sichuan, ribuan kilometer dari Beijing. Kasus ini merupakan contoh langka penangkapan diplomat Barat di China.

Kasus yang berkaitan dengan diplomat Barat sebetulnya bukan kali pertama.

Mantan staf lokal Konsulat Inggris di Hong Kong, Simon Cheng, mengklaim ia ditangkap selama 15 hari dan disiksa polisi China saat perjalanan bisnis ke negara itu pada 2019 lalu.

Mantan diplomat Kanada, Michael Kovrig, juga dibui nyaris tiga tahun di China dengan tuduhan mata-mata. Tindakan ini sebagai bentuk balasan Beijing usai eksekutif Huawei Meng Wanzhou ditangkap dengan tuduhan penipuan.

Kovrig kemudian dibebaskan pada September 2021 lalu.

Hubungan Uni Eropa dan China tak baik-baik saja sejak pandemi Covid-19.

Blok Eropa itu menuduh Beijing melakukan embargo perdagangan tak resmi dari Lithuania usai pemerintahan Vilnius mengizinkan Taiwan membuka kantor kedutaan di sana.

Baru-baru ini, UE memperingatkan China agar tak memberikan dukungan militer atau keuangan ke Rusia menyusul invasi yang dilakukan di Ukraina.


Sumber: CNN Indonesia

Thursday, April 21, 2022

Putri Putin Disebut Mau Kabur dari Rusia, Ini Reaksi Bapaknya

Putri Putin Disebut Mau Kabur dari Rusia, Ini Reaksi Bapaknya


Foto: Putri Vladimir Putin, Dr. Maria Vorontsova (Tangkapan layar TV Channel)
Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan telah melarang anaknya, Maria Vorontsova, untuk bepergian ke luar negeri. Hal ini dilakukan karena kekhawatiran Putin bahwa anaknya itu tidak akan kembali.

Dalam laporan media Rusia, Maria sebelumnya berencana untuk pergi ke sebuah pantai di wilayah yang diklaim sebagai negara yang 'bersahabat'. Hal ini dilakukannya untuk memperingati ulang tahunnya yang ke-37 minggu depan.

"Dia merencanakan liburan romantis dengan Yevgeny Nagorny (33) pasangannya sejak putusnya pernikahannya dengan putra Belanda seorang kolonel NATO," menurut saluran Telegram General SVR seperti dikutip News.com.au, Kamis (21/4/2022).

"Putin menanggapi dengan penolakan kategoris, memperkuat perlindungan keamanan Maria. Menurut informasi kami, putri tertua presiden tidak berencana untuk kembali ke Rusia."

Sebelumnya, Maria sendiri memang sering ke Eropa karena pernikahannya sebelumnya dengan seorang warga Belanda yang merupakan kolonel NATO. Dari pernikahannya itu, ia memiliki seorang anak yang berusia 8 tahun.

Maria merupakan putri Putin dari mantan istrinya Lyudmila. Ia saat ini berprofesi sebagai ahli dalam penyakit genetik langka pada anak-anak. Ia juga peneliti terkemuka di Pusat Penelitian Medis Nasional untuk Endokrinologi di Kementerian Kesehatan Rusia.

Ia diketahui telah diberi sanksi oleh negara-negara Barat seperti Eropa karena hubungan keluarganya dengan Putin. Sanksi ini juga dijatuhkan kepada saudarinya, Katerina. Uni Eropa dan Amerika Serikat meyakini sanksi ini diberikan karena diduga keduanya menyembunyikan kekayaan Putin. (rn/red)


Sumber: CNBC

Ini Alasan Negara Barat Mau Walk-Out di Pertemuan G20

Ini Alasan Negara Barat Mau Walk-Out di Pertemuan G20

Foto: Jubir Pemerintah untuk Presidensi G20 Indonesia, Maudy Ayunda (Tangkapan Layar Sekretariat Presiden)
Jakarta -
Pertemuan menteri keuangan negara-negara G20 rencananya akan berlangsung Rabu (20/4/2022), hari ini. Namun sejumlah menteri negara Barat, disebut akan melakukan walk-out. Mengapa ini terjadi?

Hal tersebut tak lain karena kehadiran Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov. Amerika Serikat (AS) dan sekutu telah menolak Rusia hadir dalam KTT bahkan menginginkannya keluar dari G20 itu.

Alasannya karena serangan Rusia ke Ukraina. Rusia menyerang Ukraina sejak 24 Februari lalu di mana perang telah membuat 2.000 lebih nyawa melayang dan 4,4 juta mengungsi.

"Selama dan setelah pertemuan kami pasti akan mengirimkan pesan yang kuat dan kami tidak akan sendirian dalam melakukannya," kata sumber pemerintah Jerman, dikutip Reuters.

Disebut salah satu menteri yang akan walk-out adalah Menteri Keuangan AS Janet Yellen. Ia tak akan menghadiri sesi G20 yang diikuti oleh pejabat Rusia.

Hal sama juga akan dilakukan Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak. Ini juga akan diikuti negara lain yang tergabung di G7.

G20 terdiri dari Amerika Serikat (AS), Afrika Selatan (Afsel), Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, China, Turki, Uni Eropa dan termasuk Indonesia. Tahun ini RI menjadi pemimpinnya dan diberi gelar presidensi G20.

Meski demikian, ada pula beberapa yang mendukung keberadaan Rusia. Sebut saja China dan Brasil.

Sebelumnya seorang pejabat IMF mengatakan berbahaya jika dunia terfragmentasi. Ini akan jadi bencana ke ekonomi global.

"Skenarionya adalah di mana kita telah membagi blok, untuk tidak banyak berdagang satu sama lain, karena memiliki standar berbeda. Itu akan menjadi bencana bagi ekonomi global," kata Kepala Ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas kepada wartawan.

RI sendiri belum mengomentari ini. Tapi saat ditanyai beberapa pekan lalu soal boikot Rusia di G20, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyebut tak semua persoalan harus Indonesia komentari.

"Kami juga memiliki kebijakan untuk tidak mengomentari statement yang disampaikan tersebut. Tidak semua pernyataan perlu kita respons," kata Juru Bicara Tengku Faizasyah kala itu.

"Dari perspektif Indonesia, kita menjalankan apa yang menjadi preseden penyelenggaraan G20 dengan tetap mengharapkan kehadiran dari seluruh anggota G20 dalam berbagai rangkaian pertemuan G20."

Pertemuan puncak KTT G20 akan dilakukan di Bali Oktober 2022. Sebelumnya Kedubes Rusia di Jakarta menyebut Presiden Vladimir Putin akan datang. (rn/red)


Sumber: CNBC

Friday, April 8, 2022

Prospek Finlandia, Swedia bergabung NATO dibahas dalam pertemuan NATO

Prospek Finlandia, Swedia bergabung NATO dibahas dalam pertemuan NATO

Brussels -
Prospek Finlandia dan Swedia bergabung dengan NATO adalah bagian dari diskusi antara menteri luar negeri dari aliansi militer itu di Brussels minggu ini, seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS mengatakan pada Kamis.

"Jelas ini akan menjadi pilihan negara-negara itu," kata pejabat itu, yang memberi pengarahan kepada wartawan dengan syarat anonim.

"Pintu terbuka aliansi itu tetap terbuka dan ada diskusi tentang pencalonan potensial itu," kata pejabat itu.

Invasi Rusia ke Ukraina, yang dikatakan Rusia bertujuan antara lain untuk menurunkan potensi militer Ukraina dan mencegahnya menjadi jembatan bagi serangan NATO, telah mendorong kedua negara Nordik itu untuk mempertimbangkan bergabung dengan aliansi yang dipimpin AS itu.

Sejak invasi yang dimulai pada 24 Februari itu, jajak pendapat publik yang dilakukan oleh media Finlandia telah menunjukkan perubahan yang cepat yang membuat mayoritas orang Finlandia sekarang lebih memilih bergabung dengan NATO.

Menteri Luar Negeri Finlandia Pekka Haavisto mengatakan kepada wartawan sebelumnya bahwa Finlandia akan mengklarifikasi langkah selanjutnya dalam beberapa minggu mendatang mengenai kemungkinan keputusan untuk mengupayakan menjadi anggota NATO.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa jika Finlandia dan Swedia bergabung dengan NATO maka Rusia harus "menyeimbangkan kembali situasi itu" dengan tindakannya sendiri.


Sumber: Reuters

Wednesday, April 6, 2022

Ada Senjata Super Canggih di Kantong Putin, ISIS Sampai Takut

Ada Senjata Super Canggih di Kantong Putin, ISIS Sampai Takut

Foto: Presiden Rusia Vladimir Putin menunggang kuda selama perjalanannya di Ubsunur Hollow di wilayah Siberia Tyva di perbatasan dengan Mongolia, Rusia , September 20120. (AP Photo/Alexei Druzhinin, Pool)
RILIS.NET, Jakarta - Rusia diketahui memiliki banyak senjata militer canggih. Salah satu senjata paling menonjol yang dimiliki Presiden Vladimir Putih adalah robo-balls.

Robo-balls digunakan pertama kali di Suriah tahun 2018 lalu. Saat itu Rusia memberikan dukungan militer pada rezim Assad.

Kabarnya senjata itu memakan banyak korban. Diperkirakan serangan tersebut menewaskan sekitar 6.000 anggota ISIS.

Sebagai informasi robo-balls merupakan gadget mata-mata senilai 18.500 poundsterling atau sekitar Rp 345 juta. Senjata ini disebut sebagai Sphera.

Sphera dibuat saat konflik terjadi di beberapa wilayah seperti Yaman dan Suriah. Dikarenakan medan yang sulit, Rusia membuat senjata kecil tersebut secara diam-diam, dikutip dari Daily Star, Rabu (6/4/2022).

Senjata tersebut bertugas mengambil informasi rahasia dari medan perang perkotaan di seluruh dunia. Tugas ini dilakukan saat Robo-balls digunakan di Suriah beberapa waktu lalu.

Sphera berbentuk seperti droid BB-8 yang ada dalam Star Trek. Robo-balls ini memiliki lampu LED, mikrofon dan pemancar yang bertugas mengirim sinyal radio.

Kabarnya senjata itu bisa tetap digunakan meski suhu wilayah minus 20 C hingga panas mencapai 45 C. Robo-balls juga dirancang untuk pertempuran jalanan pada zona perang perkotaan. (rn/red)

Friday, April 1, 2022

Putin Akan Telepon Erdogan, Minta Dukungan Perang?

Putin Akan Telepon Erdogan, Minta Dukungan Perang?

Foto: Recep Tayyip Erdogan. AP/

Jakarta -
Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan akan berbicara melalui telepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Jumat (1/4/2022).

Komunikasi kedua pemimpin negara tersebut terjadi setelah Istanbul menjadi tuan rumah pembicaraan damai Rusia-Ukraina pada Selasa lalu, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Erdogan mengatakan Turki pada prinsipnya siap untuk bertindak sebagai negara penjamin keamanan untuk Ukraina, tetapi rincian format seperti masih akan dikerjakan.

Ukraina telah mengusulkan untuk mengadopsi status netral, yaitu, tidak bergabung dengan aliansi militer seperti NATO atau menjadi tuan rumah pangkalan militer.

Erdogan sendiri sudah berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melalui telepon pada Kamis. Dalam pembicaraan tersebut, Ankara menawarkan untuk menengahi konflik antara Rusia dan Ukraina.

Sebagai salah satu anggota NATO, Turki berbagi perbatasan laut dengan Ukraina dan Rusia di Laut Hitam. Negeri Sufi memiliki hubungan baik dengan keduanya dan telah menawarkan untuk menengahi konflik.

Turki telah mendukung Ukraina sambil menentang sanksi terhadap Moskow. Selasa lalu, negara tersebut menjadi tuan rumah bagi para negosiator dari kedua belah pihak untuk pembicaraan damai tatap muka pertama dalam beberapa minggu.

Adapun, perang Rusia dan Ukraina masih terjadi hingga kini. Hampir 4 juta orang, berdasarkan data PBB, sudah mengungsi. (rn/rd)


Sumber: CNBC

Thursday, March 31, 2022

Pesawat Militer Rusia yang Dipersenjatai Hulu Ledak Nuklir Mulai Masuk Wilayah Uni Eropa

Pesawat Militer Rusia yang Dipersenjatai Hulu Ledak Nuklir Mulai Masuk Wilayah Uni Eropa

Ilustrasi Sukhoi Su-27. Empat pesawat militer Rusia, termasuk Su-27 dan pesawat pengebom Su-24 membawa hulu ledak nuklir ke wilayah udara Uni Eropa (UE). (Sumber: Royal Air Force via AP)
Stockholm -
Pesawat militer Rusia yang dipersenjatai hulu ledak nuklir mulai memasuki wilayah udara Uni Eropa (UE).

Empat pesawat Rusia dilaporkan terbang melewati wilayah Baltik menuju kepulauan Gotland, Swedia pada 2 Maret lalu,

Media Swedia melaporkan, keempat pesawat itu terdiri dari dua pesawat pengebom Sukhoi Su-24 dan dua jet tempur Sukhoi Su-27.

Dikutip dari London Evening Standard, Kamis (31/3/2022), pesawat pengebom tersebut dilaporkan membawa hulu ledak nuklir.

Namun, hingga kini, militer Swedia tak mengonfirmasi apakah pesawat tersebut memang membawa hulu ledak nuklir.

Pesawat militer itu dilaporkan lepas landas dari pangkalan udara Kaliningrad.

Tetapi jet tempur Swedia, JAS 39 Gripern mampu menghalangi dan mengusir pesawat Rusia itu dari wilayah udara mereka dalam satu menit.

Sebuah sumber mengatakan kepada TV4, langkah itu diyakini sebagai usaha Rusia untuk mengintimidasi Swedia.

Stockholm mengonfirmasikan adanya pencegatan pesawat militer Rusia tersebut pada awal bulan ini. (rn/rd)

Ini Lokasi Bunker Mewah Putin, Waspada Perang Nuklir?

Ini Lokasi Bunker Mewah Putin, Waspada Perang Nuklir?

Foto: Pegunungan Altai (tangkapan Layar Google)
Jakarta -
Presiden Vladimir Putin dikabarkan mengungsi ke sebuah bunker perlindungan mewah di Rusia. Hal ini dilakukan karena kekhawatiran bahwa perang nuklir besar bisa terjadi dan menghantam negara itu di tengah serangannya ke Ukraina.

Laporan ini diutarakan media investigasi Bellingcat yang bekerja sama dengan tim surat kabar investigasi Rusia, Novaya Gazeta. Mereka saat itu menanyakan kepada pejabat Kremlin terkait di mana keberadaan Putin.

Jurnalis Bellingcat Christo Grosev mengatakan Putin sudah mulai "tinggal" di bunker mulai tanggal 2 Maret lalu. Selain Putin, pejabat lain juga ikut termasuk Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu.

"Putin dapat berlindung di bunker nuklir mewah rahasia bersama dengan pejabat tinggi Rusia lainnya, untuk mengantisipasi perang nuklir," klaim laporan itu sebagaimana dikutip The Express, Kamis (31/3/2022).

"Sergei Shoigu ada di bunker atau di salah satu fasilitas pemerintah Rusia yang tidak dapat dihancurkan oleh serangan balasan, misalnya setelah serangan nuklir."

Lalu di mana lokasinya?

Sejumlah fakta dikatakan Bellingcat terlihat di Ural. Setiap penerbangan dilakukan pejabat dari Moskow ke kota Ufa dan sebuah wilayah di Ural, pelacak penerbangan selalu dimatikan 30 menit sebelum penerbangan sampai.

"Ini logis, tidak terlalu aneh dan kami melihat penerbangan konstan dari penerbangan Kremlin termasuk pesawat seperti itu sehingga Shoigu terlihat naik ke Ufa dan kembali," katanya.

Dalam laporan news.com.au Putin disebut menyembunyikan diri di pegunungan Altai. Namun laporan belum terverifikasi hanya merujuk analis setempat.

"Di Pegunungan Altai ... Bunker mewah dengan teknologi tinggi itu ... didesain untuk melindunginya dari perang nuklir," kata Profesor Politik Valery Solovey.

"Faktanya, itu bukan bunker, tapi 'kota bawah tanah' dengan teknologi dan ilmu pengetahuan terbaru."

Sementara itu, serangan Rusia ke Ukraina sudah terjadi sebulan lebih. Namun hingga kini tentara Kremlin belum bisa menguasai ibu kota Ukraina, Kyiv.

Kemarin, pertemuan kedua belah pihak dilakukan secara tatap muka terjadi di Istanbul, Turki. Tapi belum ada hasil gencatan senjata yang didapat meski Rusia mengumumkan akan mengurangi serangan di Ukraina.

Perang telah menyebabkan 1000 lebih orang tewas di Ukraina. Hampir 4 juta, menurut data PBB, mengungsi. (rn/red)


Sumber: CNBC

Saturday, March 26, 2022

Intelijen Ukraina: Militer Rusia Terkuat Kedua di Dunia Hanya Mitos

Intelijen Ukraina: Militer Rusia Terkuat Kedua di Dunia Hanya Mitos

Ilustrasi -- Tank tentara Rusia di wilayah Ukraina (dok. REUTERS/ALEXANDER ERMOCHENKO)
Kiev -
Intelijen Ukraina mengungkapkan militer Rusia menggunakan 'metode perang kuno' dalam melawan pasukan Ukraina sejak invasi dilancarkan akhir Februari lalu. Disebut juga oleh intelijen Ukraina bahwa sebutan militer Rusia sebagai tentara terkuat kedua di dunia hanyalah 'mitos besar'.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (26/3/2022), kepala badan intelijen pertahanan Ukraina, GUR, Brigadir Jenderal Kyrylo Budanov, menuturkan kepada publikasi Amerika Serikat (AS) The Nation bahwa militer Rusia dipenuhi informan di mana 'sejumlah besar orang' dimobilisasi untuk terlibat perang gerilya di belakang garis terdepan.

Budanov mengatakan meskipun pasukan Ukraina mampu bertahan melawan militer Rusia selama sebulan terakhir, situasinya tetap 'sangat sulit'.

"Kami memiliki sejumlah besar pasukan Rusia di wilayah kami, dan mereka mengepung kota-kota Ukraina," sebutnya. "Adapun prospek perdamaian, terlepas dari adanya negosiasi, itu masih tetap samar dan tidak bisa diprediksi," ucap Budanov.

Kepada The Nation, Budanov mengakui bahwa pasukan Ukraina diuntungkan oleh adanya 'salah perhitungan' dari militer Rusia.

"Komando Rusia telah melakukan kesalahan perhitungan berkali-kali, dan kami memanfaatkan salah perhitungan ini," ujarnya.

"Militer Ukraina telah menunjukkan bahwa militer Rusia sebagai tentara kedua di dunia adalah mitos besar, dan itu hanya pemusatan tenaga manusia dari abad pertengahan, metode perang kuno," cetusnya.

Diakui juga oleh Budanov bahwa Ukraina telah memanfaatkan informan secara efektif. "Kami memiliki banyak informan dalam militer Rusia, tidak di militer Rusia, tapi juga dalam lingkaran politik dan kepemimpinan mereka," klaim Budanov.

"Pada November, kami sudah mengetahui soal niat Rusia, dan Anda bisa melihat semuanya terjadi. Untuk tanggal, itu berubah beberapa kali," sebutnya.

Budanov menambahkan bahwa Ukraina juga melacak pasukan Chechnya yang bertempur untuk Rusia menggunakan telepon genggam mereka dan sumber intelijen. "Kami memliki banyak informan dalam jajaran Chechnya. Begitu mereka mulai mempersiapkan operasi apapun, kami mengetahui itu dari informan kami," ucapnya.

Lebih lanjut, Budanov juga menyebut pasukan Rusia harus menghadapi pemberontak. "Pejuang kami, prajurit kami, bahkan para pemburu kami akan mulai memburu para agresor, pasukan Rusia, dengan senapan mereka di hutan. Saya harus mengatakan bahwa segera setelah musim semi datang, hutan kami akan menjadi hijau dan neraka nyata akan terbuka untuk para agresor," tegasnya.

Wawancara The Nation dengan Budanov ini disebut dilakukan via saluran terenkripsi dengan penerjemah. (rn/rd)

Sunday, December 19, 2021

16 Korban Bot Karam di Malaysia Masih Hilang

16 Korban Bot Karam di Malaysia Masih Hilang

Kuala Lumpur - Hingga Sabtu pagi pukul 08.00 waktu setempat tidak ada temuan baru yang tercatat setelah penemuan satu mayat kemarin sehingga jumlah korban Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) yang hilang masih tersisa sekitar 16 orang setelah perahu yang mengangkut PMI (pekerja migran Indonesia) karam di perairan Johor, Malaysia, Rabu lalu (15/12/2021).

Maritim Malaysia dalam pernyataannya mengatakan pencarian hari ke empat dikoordinasikan oleh Maritime Rescue Sub Center (MRSC) Johor Bahru dilanjutkan dengan melibatkan dua pesawat dari Badan Penegakan Maritim Malaysia (Maritim Malaysia), Pasukan Operasi Udara (PGU), Polisi Pemerintah Malaysia (PDRM), empat aset laut dari Maritim Malaysia, Angkatan Laut Pemerintah Malaysia (TLDM), dan PDRM Marine Police Force (PPM).

Sektor pencarian udara diperluas 76,5 mil laut persegi dan 106,02 mil laut persegi untuk pencarian di laut dengan luas pencarian total sejauh 182,5 mil laut persegi meliputi Tanjung Balau sampai Sungai Rengit.

Pencarian di pantai dilanjutkan oleh agen pendamping dari Angkatan Bersenjata Malaysia (ATM), Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Malaysia (JBPM), Kepolisian Kerajaan Malaysia (PDRM) dan juga Agensi Pertahanan Sipil Malaysia (APM).

Total penolong di darat, udara dan laut sebanyak 77 orang.

"Pencarian di laut masih mengalami kendala karena cuaca kurang bagus masih bertahan dengan ombak besar setinggi tiga hingga lima meter yang juga menghalangi jarak pandang," ujar Wakil Direktur Operasi Maritim Johor Kapten SImon Templer.

Masyarakat maritim khususnya nelayan disarankan untuk menunda kegiatan di laut jika kondisi cuaca memburuk dan harus selalu peka terhadap peringatan cuaca yang dikeluarkan oleh Departemen Meteorologi Malaysia, terutama untuk kapal-kapal kecil.

Koordinator Fungsi Pensosbud KJRI Johor Bahru, Andita Putri Purnama mengatakan sejak hari pertama kapal karam di Kota Tinggi KJRI Johor Bahru pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat di Malaysia kemudian menurunkan tim ke lapangan untuk berkoordinasi dengan aparat, mengidentifikasi korban dan dokumen-dokumen yang ditemukan di lokasi kejadian. (*)

Sunday, November 7, 2021

Rumah Sakit di India Kebakaran, 11 Pasien COVID-19 Tewas

Rumah Sakit di India Kebakaran, 11 Pasien COVID-19 Tewas

Ilustrasi (Foto: Ilustrator Edi Wahyono/detikcom)
New Delhi -
Sebuah rumah sakit di India kebakaran. Akibatnya, 11 pasien COVID-19 tewas seketika.

Dilansir AFP, ketika kebakaran terjadi, terdapat 24 pasien di unit perawatan intensif rumah sakit yang terletak di distrik Ahmadnagar itu. 11 di antaranya tewas. Sebagian besar korban tewas berusia di atas 60 tahun.

Kepala Menteri Negara Bagian Maharashtra, Udhav Thackeray, memerintahkan jajarannya untuk melakukan penyelidikan. Lokasi yang terbakar itu merupakan bagian bangsal rumah sakit.

Pejabat kesehatan negara bagian P.D. Gandal mengatakan hanya beberapa pasien yang bisa diselamatkan dari kebakaran tersebut.

"Dua pasien kritis, dan lima stabil," kata Gandal kepada Reuters.

Perdana Menteri India Narendra Modi mengungkapkan belasungkawa terhadap para korban yang meninggal karena kebakaran maut itu. Ia turut berduka.

"Semoga yang terluka pulih secepat mungkin," tulis Modi di akun Twitternya.

Beberapa kali kebakaran maut di rumah sakit terjadi di India. Pada bulan Mei, setidaknya 16 pasien Covid-19 dan 2 perawat tewas dalam kebakaran di sebuah rumah sakit di negara bagian Gujarat.

Lalu pada bulan April, 13 pasien Covid-19 tewas di sebuah klinik Mumbai akibat kebakaran.


Sumber: detik

Saturday, October 30, 2021

Setujui Vaksin Anak, Lima Pejabat Brazil Diancam Pembunuhan

Setujui Vaksin Anak, Lima Pejabat Brazil Diancam Pembunuhan

Brasilia -
Regulator kesehatan Brazil Anvisa pada Jumat (29/10) mengatakan bahwa lima direkturnya mendapat ancaman pembunuhan, kemungkinan terkait dengan persetujuan Anvisa bagi vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 5-11 tahun.

Lewat sebuah pernyataan Anvisa mengaku telah melaporkan ancaman via surat elektronik tersebut kepada kepolisian dan kejaksaan.

Menurut mereka, pesan yang dikirim pada Kamis pagi itu membahayakan nyawa kelima direktur jika Anvisa menyetujui vaksinasi untuk kelompok usia tersebut.

Sekolah-sekolah di Negara Bagian Parana juga mendapat ancaman, kata Anvisa.

Ancaman muncul setelah Pfizer pada Rabu mengatakan akan mengajukan permohonan izin ke Anvisa supaya vaksin COVID-19 buatannya dapat digunakan pada anak berusia 5-11 tahun.

Komite penasihat Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) merekomendasikan penggunaan vaksin Pfizer untuk kelompok usia itu, namun dengan dosis yang lebih rendah.

Brazil menjadi salah satu negara dengan tingkat persetujuan vaksinasi tertinggi di dunia dan mengalami kemajuan dalam upaya vaksinasi COVID-19.

Namun, kelompok penentang vaksin menjamur dalam beberapa tahun terakhir, sebagian karena didukung oleh Presiden Jair Bolsonaro yang menolak disuntik vaksin COVID-19.

COVID-19 telah menelan 600.000 lebih korban jiwa di Brazil, angka tertinggi kedua di dunia setelah AS.


Sumber: Reuters/Antara

Monday, August 30, 2021

Bebaskan Warga dari Afganistan, Rusia Latihan Militer di Perbatasan

Bebaskan Warga dari Afganistan, Rusia Latihan Militer di Perbatasan

Moscow -
Kedutaan Besar Rusia di Kabul mengerahkan penerbangan evakuasi tambahan dari Afghanistan, Senin, sementara tentara berlatih militer di perbatasan Afghanistan di tengah peningkatan risiko keamanan regional.

Belum jelas apakah penerbangan tambahan tersebut akan berlanjut melewati batas waktu Selasa (31/8) sesuai kesepakatan antara Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Taliban terkait penarikan tentara AS yang mengatur keamanan di bandara sejak pemerintah yang didukung pihak Barat itu runtuh.

Kedutaan Rusia tetap beroperasi di Kabul setelah sejumlah diplomat dari negara-negara Barat bertolak ke bandara setelah Taliban mengambil alih Ibu Kota Afghanistan pada 15 Agustus 2021.

Wakil Khusus Presiden Rusia Vladimir Putin di Afghanistan, Zamir Kabulov, mengatakan pada Senin bahwa kedutaan tengah membangun hubungan dengan pemerintahan Afghanistan di bawah tampuk kepemimpinan Taliban.

Kabulov mengatakan Rusia siap membantu membangun kembali perekonomian Afghanistan seiring meminta negara-negara Barat untuk tidak membekukan aset keuangan pemerintah Afghanistan.

“Kami membangun hubungan dengan pejabat Taliban, kedutaan kami di Kabul secara aktif mengupayakan ini,” katanya kepada stasiun televisi pemerintah Rusia.

“Kami sudah mengontak sejak lama dan kami akan bekerja lebih jauh dengan mereka,” kata Kabulov.

Dalam rangakaian cuitan di Twitter, Kedutaan Rusia mengatakan penerbangan evakuasi tambahan terbuka untuk warga negara dan penduduk Rusia, termasuk warga negara yang tergabung dalam Organisasi Pakta Keamanan Kolektif (CSTO), blok keamanan pasca-Soviet di Moskow.

Rusia mengevakuasi sebanyak 360 orang pekan lalu dan Interfax pada Senin mengutip perwakilan pusat diaspora Afghanistan di Rusia yang menyebut sebanyak 500 warga Afghanistan kemungkinan juga memenuhi syarat sebagai pelajar, penduduk atau pemegang izin kerja.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia menyebutkan sekitar 500 tentara infantri yang dimotorinya dari markas militer Rusia di Tajikistan melakukan latihan di pegunungan dekat perbatasan Afghanistan, menurut keterangan Interfax.

Kementerian mengatakan bahwa latihan mencakup uji tembak dari sistem pertahanan udara S-300 dalam serangan simulasi di pangkalan itu.

Itu adalah latihan ketiga yang dilakukan Rusia dekat dengan perbatasan Afghanistan bulan ini. Bulan depan, CSTO akan mengadakan latihan lainnya di Kyrgystan sebagai tuan rumah pangkalan udara militer Rusia.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan minggu lalu Moskow akan bekerja secara intens dengan anggota CSTO setelah penarikan tentara AS dari Afghanistan yang meningkatkan risiko keamanan global.


Sumber: Antara

Saturday, August 28, 2021

Korban Tewas Bom di Kabul Lebih dari 170 Jiwa, 200 Orang Terluka

Korban Tewas Bom di Kabul Lebih dari 170 Jiwa, 200 Orang Terluka

Bom bunuh diri terjadi di Bandara Kabul, ibu kota Afghanistan pada Kamis (26/8) (Foto: AP Photo)
Kabul -
Korban tewas akibat serangan bom di bandara Kabul, Afghanistan, dilaporkan lebih dari 170 orang. Selain itu ada 200 orang yang terluka.

Seperti dilansir CNN, pada Jumat (27/8/2021), seorang pejabat Kementerian Kesehatan Masyarakat Afghanistan mengatakan ada lebih dari 170 jiwa yang meninggal.

Namun dia belum merinci soal siapa saja korban yang tewas akibat serangan bom tersebut. Disebutkan banyak wanita dan anak-anak yang menjadi korban.

Pejabat tersebut menambahkan, ada 200 orang terluka akibat peristiwa tersebut. Para korban terluka mengalami trauma dan syok.

Markas Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau sering disebut Pentagon meyakini hanya satu pembom bunuh diri yang melakukan serangan mematikan di bandara Kabul. Pentagon mengoreksi penilaian sebelumnya yang menyebut bahwa ada dua pembom dan dua ledakan terpisah.

"Kami tidak percaya bahwa ada ledakan kedua di atau di dekat hotel Baron, bahwa itu adalah bom bunuh diri," kata Jenderal Hank Taylor seperti dilansir AFP, Jumat (27/8)

Kemarin, Pentagon mengkonfirmasi bahwa 13 tentara AS tewas dan 18 terluka dalam serangan di dekat bandara Kabul.

Serangan pada Kamis (26/8) malam. Kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) Khorasan atau yang dikenal sebagai ISIS-K mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom tersebut.

Bom meledak saat sejumlah negara-negara koalisi AS tengah mengevakuasi warganya di Bandara Kabul. Warga Afghanistan juga berbondong-bondong ke bandara berharap bisa ikut diangkut pesawat negara-negara Barat.

Dilaporkan sebanyak 100 ribu orang telah dievakuasi dari Afghanistan sejak 14 Agustus. Evakuasi dari AS dan negara-negara Barat akan berakhir pada 31 Agustus nanti.


Sumber: detik

Sunday, August 15, 2021

Warga Asing Tinggalkan Afganistan, Situasi Bandara Kacau Balau

Warga Asing Tinggalkan Afganistan, Situasi Bandara Kacau Balau

Ilustrasi Afghanistan (Foto: AP Photo)
Kabul - Sebagian besar warga asing meninggalkan Kabul, Afghanistan. Situasi di bandara Kabul pun terlihat kacau.

Dilansir CNN, Minggu (15/8/2021) seorang saksi mata mengatakan kepada CNN bahwa situasi di Bandara Kabul saat ini kacau. Sebab sebagian besar warga asing berusaha meninggalkan negara yang akan dikuasi oleh Taliban itu.

"Ada kerumunan besar yang mencoba masuk dan seketika terjadi penembakan," kata saksi itu.

Dia juga menambahkan bahwa ada peringatan akan terjadi serangan darat. Selain itu dia mengatakan ada warga yang ketakutan.

"Ada juga peringatan serangan darat dan kami berada di bunker selama satu jam terakhir, tetapi sekarang semuanya aman," kata dia.

"Semua warga asing di sini. Seorang wanita muda Eropa ketakutan," katanya.

CNN juga melihat foto-foto banyak tentara dan warga sipil duduk menunggu di lantai

Taliban diketahui telah memasuki Ibu Kota Kabul. Sementara itu, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani telah meninggalkan Ibu Kota Kabul. Ghani diketahui menuju Tajikistan.

Dilansir Reuters, Minggu (15/8/2021) kepergian Ghani itu diinformasikan oleh pejabat senior Kementerian Dalam Negeri Afghanistan. Akan tetapi dia tidak memberikan keterangan lebih lanjut.

Kantor Kepresidenan saat dimintai keterangan mengatakan bahwa mereka tidak bisa mengatakan apapun karena alasan keamanan.

"Tidak bisa mengatakan apa-apa tentang gerakan Ashraf Ghani karena alasan keamanan," jelasnya.


Detik


Saturday, August 14, 2021

China Bersikeras Tolak Rencana WHO Lacak COVID

China Bersikeras Tolak Rencana WHO Lacak COVID

Jakarta -
Pemerintah China bersikeras menolak rencana Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melakukan penyelidikan tahap selanjutnya atas asal-usul COVID-19.

"China menolak usulan itu karena tidak berdasarkan hasil penelitian pertama yang dilakukan para pakar China dan asing di Wuhan, Provinsi Hubei, pada awal tahun ini," kata Wakil Menteri Luar Negeri China Ma Zhaoxu di Beijing, Jumat.

Di depan 160 duta besar, perwakilan pemerintahan asing, dan jurnalis asing itu, Ma menyatakan bahwa rencana tersebut tanpa berkonsultasi dengan semua negara anggota WHO.

Ia menyebutkan lebih dari 70 negara telah berkirim surat kepada WHO untuk mendukung laporan hasil penyelidikan pertama WHO-China dan menolak politisasi asal-usul COVID-19.

Menurut dia, laporan hasil penelitian bersama WHO-China di Wuhan sudah diakui secara luas sehingga layak menjadikan dasar.

"Virus itu tidak mengenal batas dan jarak. China, sama dengan negara-negara lain, menjadi korban dari pandemi ini dan kami semua berharap untuk mengurut asal dan memutus mata rantai sesegera mungkin," ujarnya.

Pihaknya siap bekerja sama dengan pihak-pihak lain mencari urutan virus tersebut yang bisa dipertanggungjawabkan secara sains.

Prof Liang Wannian, selaku ketua tim peneliti China dalam penelitian gabungan yang digelar WHO di Wuhan pada awal tahun lalu, menambahkan mengenai konsensus para ilmuwan yang tidak menemukan adanya kebocoran laboratorium.

"Studi tahap selanjutnya harus dilakukan di banyak tempat di seluruh dunia yang mencakup negara-negara, seperti tempat keberadaan kelelawar tapal kuda dan trenggiling China, negara-negara yang tidak memiliki pengujian yang memadai, tempat-tempat dengan data hewan dan manusia yang dinyatakan positif SARS-CoV-2 dan tempat pemasok pasar Wuhan Huanan melalui rantai pasokan dingin," ujarnya.

Gu Jinhui dari Komisi Kesehatan Nasional China dalam kesempatan itu mengungkapkan bahwa 174 kasus yang ditemukan pada awal wabah merebak di Wuhan pada Januari 2020 datanya masih mentah sehingga tidak diizinkan disalin atau didokumentasikan oleh peneliti asing.

"Jika Anda membaca laporan hasil penelitian terdahulu dengan saksama, maka semua rumor atas data itu akan saling bertentangan," ujarnya.

Hampir seluruh perwakilan kantor pemerintahan, organisasi, dan media asing yang ada di China mengikuti briefing yang digelar secara luring dan daring tersebut.


Sumber: Antara

Monday, August 9, 2021

Dua Alasan Barcelona Terpaksa Lepaskan Messi

Dua Alasan Barcelona Terpaksa Lepaskan Messi

Jakarta -
Barcelona sangat ingin mempertahankan Lionel Messi dan sebaliknya pemain Argentina ini ingin tetap di Camp Nou ketika sambil berurai air mata dia menggelar konferensi pers perpisahan pada Minggu (8/8/2021).

Jadi, mengapa dia meninggalkan satu-satunya klub yang dia bela selama 17 tahun karir profesionalnya? Inilah dua jawabannya seperti dianalisis AFP.

Aturan batas gaji dari La Liga Barcelona mengaku tidak mempunyai pilihan selain melepas pemain berusia 34 tahun itu dalam status bebas transfer menyusul kontraknya sudah berakhir Juni, karena mereka kesulitan memangkas utang menggunung sebesar 1,2 miliar euro (Rp20,2 triliun).

Messi sudah bersedia gajinya dipangkas 50 persen, dan studi menunjukkan nilai komersial Messi untuk klub itu jauh melebihi gajinya yang selangit itu.

Namun, utang menggunung itu dan keharusan mematuhi batasan gaji liga Spanyol yang ketat memaksa Messi hengkang.

Klub Katalan itu menghamburkan 222 juta euro (Rp3,75 triliun) yang diterima dari PSG pada 2017 menyusul transfer Neymar dengan belanja lebih dari 100 juta euro untuk pemain-pemain seperti Philippe Coutinho, Antoine Griezmann, dan Ousname Dembele.

Presiden Joan Laporta mengakui kerugian selama musim lalu saja mencapai hampir 500 juta euro (Rp8.45 triliun) dan menandaskan dia tak mau "menggadaikan" masa depan Barca hanya demi pemain, termasuk Messi.

Klub-klub di dua divisi teratas Spanyol menelan kerugian pendapatan sebesar 2,013 miliar euro (Rp34 triliun) selama musim 2019-2020 dan 2020-2021 akibat dampak pandemi virus corona.

Aturan La Liga menyebutkan klub Spanyol dilarang melampaui batas gaji total yang telah ditetapkan oleh liga itu sendiri yang dalam kasus Barca adalah 348 juta euro (Rp5,8 triliun) selama musim lalu, itu pun turun dari 671,4 juta euro (Rp11,3 triliun) dari musim sebelumnya.

Musim lalu Barca masih dibolehkan melewati batas itu tetapi sekarang La Liga sudah tak mau menolerir penyimpangan lebih jauh.

Laporta mengakui bahwa tagihan gaji Barca dengan Messi bakal mencapai 110 persen dari pendapatan klub itu. Mempertahankan Messi akan membuat beban gaji menjadi terlalu tinggi sehingga pemain ini tak bisa dipertahankan.

Tak boleh ada kontrak baru, termasuk Messi
Sejumlah kalangan bertanya mengapa Messi, seandainya pemain ini sangat mencintai klub, tidak bisa bertahan dan bermain tanpa bayaran.

Jawabannya akan sangat menggelikan jika pemain terbaik di dunia itu mau atau harus menyetujui usul itu. Ini mustahil terjadi.

Tanpa sejalan dengan aturan batas gaji, Barcelona dilarang mendaftarkan pemain baru. Mengingat kontrak Messi sebelumnya telah berakhir Juni lalu, maka dia akan dianggap sebagai pemain baru.

Itu juga menimbulkan pertanyaan seputar rekrutan musim panas ini yang telah diumumkan klub, di mana Memphis Depay, Sergio Aguero dan Eric Garcia sudah direkrut dengan status bebas transfer dan Emerson Royal bergabung dari Real Betis.

Sejumlah kalangan mungkin bertanya mengapa La Liga tidak bisa fleksibel, mengingat Messi menjadi daya tarik global besar untuk sepak bola Spanyol.

UEFA telah melonggarkan aturan keuangan yang adil guna membantu klub yang terdampak pandemi, tetapi liga Spanyol bersikukuh tak mau memberikan kelonggaran.


Sumber: Antara