Thursday, March 31, 2022

Ini Lokasi Bunker Mewah Putin, Waspada Perang Nuklir?

Foto: Pegunungan Altai (tangkapan Layar Google)
Jakarta -
Presiden Vladimir Putin dikabarkan mengungsi ke sebuah bunker perlindungan mewah di Rusia. Hal ini dilakukan karena kekhawatiran bahwa perang nuklir besar bisa terjadi dan menghantam negara itu di tengah serangannya ke Ukraina.

Laporan ini diutarakan media investigasi Bellingcat yang bekerja sama dengan tim surat kabar investigasi Rusia, Novaya Gazeta. Mereka saat itu menanyakan kepada pejabat Kremlin terkait di mana keberadaan Putin.

Jurnalis Bellingcat Christo Grosev mengatakan Putin sudah mulai "tinggal" di bunker mulai tanggal 2 Maret lalu. Selain Putin, pejabat lain juga ikut termasuk Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu.

"Putin dapat berlindung di bunker nuklir mewah rahasia bersama dengan pejabat tinggi Rusia lainnya, untuk mengantisipasi perang nuklir," klaim laporan itu sebagaimana dikutip The Express, Kamis (31/3/2022).

"Sergei Shoigu ada di bunker atau di salah satu fasilitas pemerintah Rusia yang tidak dapat dihancurkan oleh serangan balasan, misalnya setelah serangan nuklir."

Lalu di mana lokasinya?

Sejumlah fakta dikatakan Bellingcat terlihat di Ural. Setiap penerbangan dilakukan pejabat dari Moskow ke kota Ufa dan sebuah wilayah di Ural, pelacak penerbangan selalu dimatikan 30 menit sebelum penerbangan sampai.

"Ini logis, tidak terlalu aneh dan kami melihat penerbangan konstan dari penerbangan Kremlin termasuk pesawat seperti itu sehingga Shoigu terlihat naik ke Ufa dan kembali," katanya.

Dalam laporan news.com.au Putin disebut menyembunyikan diri di pegunungan Altai. Namun laporan belum terverifikasi hanya merujuk analis setempat.

"Di Pegunungan Altai ... Bunker mewah dengan teknologi tinggi itu ... didesain untuk melindunginya dari perang nuklir," kata Profesor Politik Valery Solovey.

"Faktanya, itu bukan bunker, tapi 'kota bawah tanah' dengan teknologi dan ilmu pengetahuan terbaru."

Sementara itu, serangan Rusia ke Ukraina sudah terjadi sebulan lebih. Namun hingga kini tentara Kremlin belum bisa menguasai ibu kota Ukraina, Kyiv.

Kemarin, pertemuan kedua belah pihak dilakukan secara tatap muka terjadi di Istanbul, Turki. Tapi belum ada hasil gencatan senjata yang didapat meski Rusia mengumumkan akan mengurangi serangan di Ukraina.

Perang telah menyebabkan 1000 lebih orang tewas di Ukraina. Hampir 4 juta, menurut data PBB, mengungsi. (rn/red)


Sumber: CNBC

BAGIKAN

0 facebook: