Showing posts with label Covid-19. Show all posts
Showing posts with label Covid-19. Show all posts

Saturday, October 30, 2021

Setujui Vaksin Anak, Lima Pejabat Brazil Diancam Pembunuhan

Setujui Vaksin Anak, Lima Pejabat Brazil Diancam Pembunuhan

Brasilia -
Regulator kesehatan Brazil Anvisa pada Jumat (29/10) mengatakan bahwa lima direkturnya mendapat ancaman pembunuhan, kemungkinan terkait dengan persetujuan Anvisa bagi vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 5-11 tahun.

Lewat sebuah pernyataan Anvisa mengaku telah melaporkan ancaman via surat elektronik tersebut kepada kepolisian dan kejaksaan.

Menurut mereka, pesan yang dikirim pada Kamis pagi itu membahayakan nyawa kelima direktur jika Anvisa menyetujui vaksinasi untuk kelompok usia tersebut.

Sekolah-sekolah di Negara Bagian Parana juga mendapat ancaman, kata Anvisa.

Ancaman muncul setelah Pfizer pada Rabu mengatakan akan mengajukan permohonan izin ke Anvisa supaya vaksin COVID-19 buatannya dapat digunakan pada anak berusia 5-11 tahun.

Komite penasihat Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) merekomendasikan penggunaan vaksin Pfizer untuk kelompok usia itu, namun dengan dosis yang lebih rendah.

Brazil menjadi salah satu negara dengan tingkat persetujuan vaksinasi tertinggi di dunia dan mengalami kemajuan dalam upaya vaksinasi COVID-19.

Namun, kelompok penentang vaksin menjamur dalam beberapa tahun terakhir, sebagian karena didukung oleh Presiden Jair Bolsonaro yang menolak disuntik vaksin COVID-19.

COVID-19 telah menelan 600.000 lebih korban jiwa di Brazil, angka tertinggi kedua di dunia setelah AS.


Sumber: Reuters/Antara

Thursday, September 30, 2021

102 Warga Binaan di Lapas Aceh Timur Jalani Vaksinasi

102 Warga Binaan di Lapas Aceh Timur Jalani Vaksinasi

RILIS
.NET, Aceh Timur -
Tercatat 102 warga binaan di Lapas Kelas llB Aceh Timur menjalani vaksin Vovid-19. Kegiatan vaksinasi ini dilaksanakan dalam rangka upaya percepatan program vaksinasi oleh Polres Aceh Timur, Kamis (30/9/2021).

Vaksinasi yang berlangsung di dalam rutan ini melibatkan tujuh vaksinator dari Klinik Urkesbagsumda Polres Aceh Timur.

Setidaknya 20 personel dari Polres Aceh Timur dan 10 anggota Satpol PP turut dikerahkan dalam menyukseskan pengamanan pelaksanaan vaksinasi kerja sama antar Polres Aceh Timur dan Lapas II B Idi.

“Pogram vaksinasi bagi para warga binaan ini merupakan kerja sama antara Polres Aceh Timur dengan pihak lapas,” tutur Kapolres Aceh Timur AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat, S.I.K., di sela sela meninjau pelaksanaan vaksinasi di Lapas II B Idi.

Menurutnya, vaksinasi bagi warga binaan ini juga perlu dilakukan agar bisa aman terhadap Covid-19.

Apalagi kata Kapolres, ini juga salah satu upaya mempercepat capaian target herd immunity (kekebalan kelompok) di Kabupaten Aceh Timur.

Ditambah lagi pelaksanaan vaksin disini juga lebih mudah dan berlangsung tertib tanpa ada kerumunan masa dari calon penerima vaksin.

"Ini juga upaya kita bisa cepat capai herd immunity. Tentu warga binaan juga harus menjadi sasaran vaksin. Jangan sampai masyarakat di lapas juga luput dari pemberian vaksin." Jelas Kapolres Aceh Timur.

Proses pelaksanaan vaksinasi juga sama seperti biasa. Sebelum divaksin, para narapidana wajib mengikuti pemeriksaan kesehatan.

Turut mendampingi Kapolres Aceh Timur dalam penegcekan vaksinasi di Lapas IIB Idi diantaranya; Kabag Ops AKP Salmidin, S.E., Kepala BPBD Kabupaten Aceh Timur Ashadi, S.E.,M.M., Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Aceh Timur dr. Edi Gunawan, MARS, Kasat Pol PP Kabupaten Aceh Timur T. Amran, S.E.,M.M., Kasubbag Humas Iptu Agusman Said Nasution dan Kepala Lapas Kelas II B Eka Priyatna, Bc.IP, S.Sos.,M.Si. (rn/rd)

Tuesday, September 21, 2021

Kapolsek Idi Rayeuk Daulat Sosialisasi Vaksinasi Di SMKN 1 Idi

Kapolsek Idi Rayeuk Daulat Sosialisasi Vaksinasi Di SMKN 1 Idi


RILIS.NET, Aceh Timur – kegiatan Sosialisasi Vaksinasi Covid 19 di SMKN 1 Idi Rayeuk, kabupaten Aceh Timur.Selasa (21/09/2021) pagi.

Dalam kegiatan Sosialisasi vaksinasi turut hadir Kapolsek Idi Rayeuk AKP Soeharto.SH., Kepala pukesmas Idi Rayeuk M.Amin.S.Km., kepala sekolah SMKN 1 Idi Rayeuk Antoni Samad.ST.serta para dewan guru dan para orang tua/wali.

Dalam sosialisasi covid-19 tersebut 

Orang Tua/Wali dapat memahami dan mengerti penjelasan tentang Vaksinasi dan sangat mendukung kegiatan Sosialisasi Vaksin Covid-19 yang dilaksanakan oleh Kepala Sekolah dan Muspika Kecamatan Idi Rayeuk dalam hal ini menjelaskan dan melakukan pemahaman Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat dan anak usia 12-17 tahun.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Mahmun Hari Sandi Sinurat.S.I.K melalui Kapolsek Idi Rayeuk AKP Soeharto SH dalam arahan nya Agar para dewan guru dan staf serta seluruh siswa/siswi SMKN 1 Idi Rayeuk dan SMAN 1 Idi Rayeuk, MAN 1 Idi Rayeuk,dengan sukarela mau untuk vaksinasi covid 19 demi menjaga kesehatan diri pribadi dan warga masyarakat demi memutus mata rantai penyebaran covid 19.

Lanjut Kapolsek  Memberikan informasi bahwa hingga saat ini virus covid 19 masih ada dan kepada seluruh warga masyarakat khususnya para siswa/siswi jangan sampai termakan berita-berita hoaks yang tidak benar dan tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Kapolsek juga Menghimbau kepada seluruh peserta sosialisasi agar tidak ragu ragu dalam melaksanakan vaksinasi karena Vaksin Covid 19 telah dinyatakan aman dan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

AKP Soeharto, Mengharapkan kepada siswa/siswi SMKN 1 Idi Rayeuk,SMAN 1, MAN 1 Idi Rayeuk,seluruhnya dapat divaksin Covid 19 karena ditangan para siswa/siswi kalian adalah generasi muda penerus tongkat estafet kepemimpinan Bangsa dan Negara Indonesia ini nantinya.Pungkas AKP Soeharto SH Dengan berkata "orang pintar siap untuk di vaksin covid-19".(rn/aqb)

Tuesday, September 14, 2021

Dari Zona Merah, 80 Lebih Pekerja PT Adhi Karya Belum Vaksin Tuntas di Aceh Timur

Dari Zona Merah, 80 Lebih Pekerja PT Adhi Karya Belum Vaksin Tuntas di Aceh Timur

HSE INSPECTOR PT Adhy Karya Rony Sinaga
 (Foto: Doc. RILIS.NET)
RILIS
.NET, Aceh Timur -
Tak kurang dari delapan puluh lebih para pekerja pemasangan jaringan gas (Jargas) dari PT Adhi Karya di Aceh Timur belum divaksinasi tahap dua, dan lebih kurang 30 orang diantaranya juga belum divaksinasi sama sekali. Hal ini dianggap sangat rawan terjadinya penyebaran kasus Covid-19 di Aceh Timur.

Maklum saja, para pekerja ini yang berjumlah sekitar 129 orang disinyalir dari zona merah penyebaran Covid-19, dan berasal dari luar Provinsi Aceh.

Berdasarkan keterangan dari Cons Manager Area PT Adhi Karya Mei Hartanto, melalui Bagian Humas yang turut didampingi oleh HSE INSPECTO (Bidang Keselamatan Kerja) Rony Sinaga saat dikonfirmasi RILIS.NET pada Selasa (13/9/2021), membenarkan hal itu, menurutnya para pekerja berasal dari luar Aceh dan sebagian memang belum divaksinasi.

"Sebelum kita datangkan ke Idi Rayeuk kita melakukan rapit tes di tempat mereka berada, kalau memang sudah dinyatakan sehat secara fisik maka kita datangkan ke Idi Rayeuk, setelah kita datangkan ke Idi Rayeuk, kita istirahatkan dulu orangnya, baru kita lakukan tes, dan seperti apa kesehatan pekerja tersebut. Setelah itu kita lakukan monitoring harian," sebut Rony Sinaga.

Selain menjelaskan standar keamanan para pekerja, Rony turut menyampaikan data para pekerja yang berjumlah 129 orang yang berasal dari luar Aceh. Dari data tersebut delapan puluh orang lebih para pekerja di PT Adhi Karya itu belum melakukan vaksinasi sampai tahap dua.

"Sebagian sudah di sweb dan vaksinasi, sedangkan yang lainnya masih dalam proses, karena dilakukan bertahap, misalnya sepuluh orang dulu, sisanya tetap bekerja," tambah Rony.

Sementara itu, Jubir Covid-19 Kabupaten Aceh Timur dr Edi Gunawan MARS mengatakan, pihaknya dari tim Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Aceh Timur mengaku telah bertemu langsung dengan perwakilan pihak Perusahaan PT Adhi Karya pada Selasa siang.

"Sudah disepakati bahwa semua karyawan yang bekerja di Aceh Timur, akan menjalani vaksinasi, pemeriksaan Swab Antigen, dan bila ditemukan hasil yang reaktif, akan dilanjutkan dengan pemeriksaan PCR. Dan bila hasilnya positif, maka karyawan tersebut akan melakukan isolasi mandiri," ujar Edi Gunawan.

Tambah dr Edi, selama beraktifitas di Aceh Timur pihaknya meminta agar para pekerja tetap mematuhi protokol kesehatan.
Hal senada juga turut disampaikan oleh Kasatpol PP dan WH Aceh Timur Teuku Amran SE MM, pihaknya dari tim Satgas Covid-19 sebut pria yang akrab disapa Ampon ini telah menjumpai pihak perusahaan berplat merah itu, menurut Ampon pada Jumat 17 September mendatang semua para pekerja yang berasal dari zona merah ini akan di Swab, hal itu dilakukan sebagai upaya serius dari tim pencegahan Covid-19 di Aceh Timur dalam memutuskan mata rantai penyebaran kasus covid-19 yang mematikan itu.

"Yang belum melakukan vaksin kita lakukan vaksin, kemudian kita lakukan sweb kepada pekerja, tegas Ampon.

Kasatpol PP Aceh Timur ini juga turut berpesan kepada pihak perusahaan, agar setiap pekerja yang datang dari luar Aceh terutama dari zona merah agar menyampaikan informasi dan berkomunikasi dengan tim Satgas Covid-19 di Aceh Timur.

"Ini bukan kita menghambat pembangunan, namun saat ini kita sedang menghadapi pandemi, jadi kepada pihak perusahaan juga harus bertanggungjawab kalau ada pekerja-pekerja yang datang dari luar harus melaporkan," harap T Amran.

Sebelumnya, Sejumlah warga yang ada di Aceh Timur meminta Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Aceh Timur agar para pekerja di PT Adhi Karya yang memasang jaringan gas (Jargas) di wilayah Aceh Timur untuk di tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

Hal itu disampaikan oleh warga karena para pekerja yang berasal dari luar Aceh itu dianggap rawan Penyebaran Covid-19 dan sering melakukan kontak dengan warga saat berbelanja kebutuhan pokok di sejumlah pasar yang ada di Kota Idi Rayeuk. Selain tidak memakai masker para pekerja dari luar Aceh ini juga diduga belum menjalanu vaksinasi, sehingga masyarakat ikut khawatir bila para pekerja dari PT Adhi Karya yang memasang jargan ini turut menularkan virus Covid-19 di Aceh Timur.

"Ini kita benar-benar khawatir, apalagi angka penyebaran virus Covid belum ada tanda-tanda akan berakhir. Untuk itu kita meminta agar Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Aceh Timur bisa mengambil sikap. Kalau bisa sebelum mengantongi kartu bukti vaksinasi jangan diberikan izin dulu untuk bekerja di Aceh Timur, kalau benar-benar serius mau menanggapi kasus Covid, yang semakin mewabah ini," sebut Marsudi. 


Koordinator Forum Masyarakat dan Pemuda Aceh Timur (ForMAT) Marsudi turut mengingatkan para Tim Satgas agar Covid-19 di Aceh Timur ini agar tidak lengah dalam upaya melakukan pencegahan sedini mungkin, agar penyebaran wabah pandemi dapat ditekan angka kenaikan.

Untuk itu Ia berharap agar adanya upaya serius terhadap para pekerja yang datang dari luar Aceh, mereka bahkan tidak memakai masker samasekali. Dan jika para pekerja tak mengantongi sertifikat vaksin bukan tidak mungkin diantara mereka ada yang reaktif, untuk itu menurut Marsudi Tes PCR juga perlu dilakukan agar para pendatang tidak ikut menyebarkan virus yang mematikan itu.

"Mereka pendatang yang Saban hari berinteraksi dengan warga lainnya dilapangan. Atas dasar itu kita minta pihak PT Adi Karya dapat menunjukan sertifikat vaksinasi serta melakukan tes Swab untuk membuktikan bahwa para pekerja yang datang dari luar Aceh itu benar-benar negatif dari Covid-19, kalau tidak maka kerja keras tim Satgas selama ini dalam mencegah penyebaran Covid di Aceh Timur akan sia-sia," pungkas Marsudi pada Selasa kemarin. (rn/red)

Monday, September 13, 2021

Rawan Penyebaran Covid-19, Warga Desak Pekerja PT Adhi Karya Dites PCR  di Aceh Timur

Rawan Penyebaran Covid-19, Warga Desak Pekerja PT Adhi Karya Dites PCR di Aceh Timur

Ilustrasi (Foto: mediabumn.com)
RILIS
.NET, Aceh Timur -
Sejumlah warga yang ada di Aceh Timur meminta Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Aceh Timur agar para pekerja di PT Adhi Karya yang memasang jaringan gas (Jargas) di wilayah Aceh Timur untuk di tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

Hal itu disampaikan oleh warga karena para pekerja yang berasal dari luar Aceh itu dianggap rawan Penyebaran Covid-19 dan sering melakukan kontak dengan warga saat berbelanja kebutuhan pokok di sejumlah pasar yang ada di Kota Idi Rayeuk. Selain tidak memakai masker para pekerja dari luar Aceh ini juga diduga belum menjalanu vaksinasi, sehingga masyarakat ikut khawatir bila para pekerja dari PT Adhi Karya yang memasang jargan ini turut menularkan virus Covid-19 di Aceh Timur.

"Ini kita benar-benar khawatir, apalagi angka penyebaran virus Covid belum ada tanda-tanda akan berakhir. Untuk itu kita meminta agar Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Aceh Timur bisa mengambil sikap. Kalau bisa sebelum mengantongi kartu bukti vaksinasi jangan diberikan izin dulu untuk bekerja di Aceh Timur, kalau benar-benar serius mau menanggapi kasus Covid, yang semakin mewabah ini," sebut Marsudi

Koordinator Forum Masyarakat dan Pemuda Aceh Timur (ForMAT) Marsudi turut mengingatkan para Tim Satgas agar Covid-19 di Aceh Timur ini agar tidak lengah dalam upaya melakukan pencegahan sedini mungkin, agar penyebaran wabah pandemi dapat ditekan angka kenaikan.

Untuk itu Ia berharap agar adanya upaya serius terhadap para pekerja yang datang dari luar Aceh, mereka bahkan tidak memakai masker samasekali. Dan jika para pekerja tak mengantongi sertifikat vaksin bukan tidak mungkin diantara mereka ada yang reaktif, untuk itu menurut Marsudi Tes PCR juga perlu dilakukan agar para pendatang tidak ikut menyebarkan virus yang mematikan itu.

"Mereka pendatang yang Saban hari berinteraksi dengan warga lainnya dilapangan. Atas dasar itu kita minta pihak PT Adi Karya dapat menunjukan sertifikat vaksinasi serta melakukan tes Swab untuk membuktikan bahwa para pekerja yang datang dari luar Aceh itu benar-benar negatif dari Covid-19, kalau tidak maka kerja keras tim Satgas selama ini dalam mencegah penyebaran Covid di Aceh Timur akan sia-sia," pungkas Marsudi.

Sementara itu, dari pihak perusahaan PT Adhi Karya yang dimintai konfirmasi oleh media RILIS.NET pada Senin 13 September 2021 belum ada tanggapan, begitupun dari Manager Perusahaan berplat merah itu yang akrab disapa Pak Mei, serta dari Bagian Humas PT Adhi Karya belum ada balasan, sampai berita ini ditayang pada Senin malam. (rn/red)

Monday, August 30, 2021

Aceh Timur Gelar Vaksinasi Massal bagi Para Siswa dan Masyarakat Umum

Aceh Timur Gelar Vaksinasi Massal bagi Para Siswa dan Masyarakat Umum


RILIS.NET, Aceh Timur – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur bekerjasama dengan Polres setempat melaksanakan vasinasi Covid-19 massal yang dipusatkan di lapangan upacara Pemerintah  Aceh Timur, Senin (30/08/2021).

Selain untuk masyarakat umum, vaksinasi Covid-19 tersebut juga diperuntukan bagi para siswa-siswi dalam kabupaten Aceh Timur. 

Para siswa dan masyarakat terlihat sangat antusias melakukan vaksinasi Covid-19, hal ini lakukan sebagai upaya dari Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dan Tim Satgas Covid-19 dalam memutus mata rantai penyebaran kasus Covid-19 di kabupaten ini.

Vaksinasi masal tersebut dihadiri Bupati Aceh Timur, H Hasballah Bin HM Thaib SH, Kapolres Aceh Timur  AKBP Eko Widiantor SIK MH, Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0104/Atim Mayor Kav Dani Syahputra SAP serta unsur Forkopimda lainnya.

Hadir juga Setretaris Daerah Kabupaten Aceh Timur, Ir Mahyuddin MSi, Asisten Bidang Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesra Syahrizal Fauzi SSTP MAP, Asisten Bidang Administrasi Umum T Reza Rizki MSi, dan sejumlah kepada OPD lainnya dalam Kabupaten Aceh Timur. 

“Kegiatan hari untuk mempercepat vaksinasi kepada masyarakat segala usia. Gerai vaksiansi yang bekerjasama dengan Polres Aceh Timur ini untuk herd immunity kepada masyarakat. Kita tahu saat ini sedang berperang belawan Covid-19,” ujar Setdakab Aceh Timur Ir Mahyuddin MSi di sela-sela kegiatan vaksinasi massal itu.

Sekda menambahkan, meskipun masyarakat sudah melakukan vaksinasi covid-19, namun tetap harus menjaga 5 M. "Mudah-mudahan dengan diadakannya vaksinasi massal, target vaksinasi di Aceh Timur akan cepat tercapai," harapnya. (rn/aqb)

Wednesday, August 25, 2021

Tim Satgas Covid-19: Masyarakat Aceh Timur Wajib Vaksin

Tim Satgas Covid-19: Masyarakat Aceh Timur Wajib Vaksin

Kasatpol PP dan WH Kabupaten Aceh Timur Teuku Amran (Foto: Ist) 
RILIS.NET, Aceh Timur - Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan dan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Aceh Timur akan lebih tegas dalam menerapkan protokol kesehatan kepada masyarakat di wilayah itu.

Hal itu dilakukan seiring dengan terjadinya angka kenaikan kasus Covid-19 di sejumlah daerah dalam Provinsi Aceh, termasuk di Kabupaten Aceh Timur. Tim Satgas juga akan mewajibkan masyarakat untuk divaksin.

"Masyarakat diwajibkan harus vaksin, tidak boleh tidak demi menjaga kesehatan kita bersama, karena vaksinasi salah satu upaya untuk menghindari warga kita terpapar virus corona, selain itu juga harus tetap menaati protokol kesehatan 5M," kata Kepala Satpol PP dan WH Kabupaten Aceh Timur Teuku Amran SE MM, Rabu (25/8/2021).

Ampon, sapaan akrab T Amran menambahkan, hari ini pihaknya yang tergabung dalam Tim Satuan Tugas Covid-19 yang terdiri dari unsur TNI/Polri, BPBD, Dinkes, Perhubungan maupun Satpol PP di Aceh Timur, akan kembali melakukan penyekatan ataupun sosialisasi kepada masyarakat yang melintasi disejumlah kecamatan.

"Hari ini kita kembali melakukan sosialisi ataupun penyekatan, lokasinya di simpang Buket Itam, Idi Rayeuk, dan juga persimpangan di Kecamatan Julok, bagi yang belum divaksin kita akan suruh putar balik untuk divaksin. Termasuk yang ada gejala seperti demam kita akan suruh putar balik, bagi yang sudah divaksin kita juga akan minta untuk menunjukkan bukti vaksinasi, hal ini kita lakukan demi memutuskan angka penyebaran covid-19 di Aceh Timur," tegas T Amran.

Tak hanya itu, Ampon juga menegaskan, sesuai dengan intruksi dari Pimpinan yakni Ketua Tim Satgas Covid-19 Aceh Timur, juga akan bersikap tegas terhadap pengusaha yang membandel, tak terkecuali, baik pedagang kaki lima, pengusaha warung maupun pengusaha hotel dan masyarakat.

"Bagi pedagang ataupun pengusaha warung juga diwajibkan harus veksin, begitupun pengusaha hotel jika tidak menerapkan protokol kesehatan sesuai yang telah kita sosialisasikan maka akan ditindak tegas seperti pencabutan izin usaha," pungkas Ampon.

Ampon juga turut mengajak masyarakat agar lebih sadar dalam mengutamakan kesehatan, apalagi jika harus dipaksakan tentu akan meninggalkan kesan yang seakan pemerintah itu arogan, namun niat pemerintah itu padahal baik dalam menjaga warganya agar tetap sehat.

"Semua yang kita lakukan ini adalah demi masyarakat itu sendiri, untuk itu kami akan bersikap lebih tegas dalam melakukan sosialisasi agar kesehatan masyarakat di Aceh Timur terjaga dan tidak banyak jatuh korban akibat pandemi yang telah mendunia ini," tutup Ampon. (rn/aqb)

Sunday, August 22, 2021

Kota Langsa Zona Merah, Kapolres Pimpin Langsung Operasi Yustisi

Kota Langsa Zona Merah, Kapolres Pimpin Langsung Operasi Yustisi

RILIS
.NET, Langsa -
Ditetapkannya Kota Langsa sebagai zona merah level 3 di Provinsi Aceh, Kapolres Langsa AKBP Agung Kanigoro Nusantoro, SH, S.I.K pimpin langsung operasi Yustisi yang di gelar diseputaran Lapangan Merdeka kota Langsa, Sabtu (21/8/2021) malam.

Sebelum memulai operasi yustisi digelar apel dipimpin Kapolres Langsa AKBP Agung Kanigoro Nusantoro SH, S.IK diikuti oleh Kabag Ops Polres Langsa Kompol Dheny Firmandika, S.Ab, S.I.K, Pasi Ops Kodim 0104 Kapt. Inf Ahmad Suheri, Kabid Ops Sat Pol PP Kota Langsa Reza, Kasat Langsa Polres Langsa AKP Hendra Marlan, S.H, S.IK, Kasat Pol Airud AKP Zulkifli, S.H, Kasat Tahti Polres Langsa Iptu Darwin Azhari, Kapolsek Langsa AKP Kun Hidayat, S.H, Kasi Propam Polres Langsa Erizal, Perwira Pengendali, Personil Gabungan Polres Langsa, Personil Sub Den Pom, Personil Kodim 0104 Atim dan personil Sat Pol. PP. Kota Langsa.

Kapolres Langsa AKBP Agung Kanigoro Nusantoro SH, S.IK dalam sambutannya menyampaikan bahwa operasi Yustisi ini sesuai dengan instruksi Mendagri no 32 tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Selanjutnya, operasi ini juga merujuk hasil Rapat Satgas Covid-19 Kota Langsa hari Rabu tanggal 18 Agustus 2021 tentang perubahan status Kota Langsa menjadi Zona Merah.

Kemudian, untuk lokasi sasaran kegiatan dilakukan di 5 tempat yakni pengamanan lapangan merdeka Langsa, penyeketan di simpang komodor, penyatan di tugu, penggalan jalan protokol serta warung kopi dan warung makan.

Dijelaskan Kapolres, bahwa pengamanan di Lapangan Merdeka Wajib mensterilkan atau mengkosong dari segala aktivitas masyarakat.

Untuk penyekatan di Simpang Komodor dan Tugu Langsa bagi personil pengamana wajib menanyakan Surat Vaksin jika mau memasuki Kota Langsa, apa bila tidak mampu menunjukkannya maka tidak diperbolehkan masuk ke Kota Langsa atau di suruh putar balik kembali.

Selanjutnya, Penggalan Jalan Kota Langsa bagi personil pengamanan apa bila ada masyarakat ingin memutar arah maka wajib menggunakan masker, apa bila tidak menggunakan masker harus jalan terus tidak diperboleh berbalik arah.

"Dalam kegiatan tersebut tetap mengedepankan langkah persuasif dan humanis selama Pemberlakukaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ) di Kota Langsa", ujar Kapolres.

Dikatakannya, dalam pelaksanaan ini dilakukan sosialisasi dan pengecekan terhadap pengunjung warkop dan warung makan yang tidak menggunakan masker serta menutup operasional warkop dan warung makan pukul 22.00 WIB.

Adapun tujuan dari kegiatan adalah guna menekan Penyebaran dan Penularan dari Virus Covid - 19 di Kota Langsa yang mana telah berada di Zona Merah.

"Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ) dilaksanakan selama 14 hari di mulai dari tanggal 18 Agustus 2021 s.d 31 Agustus 2021 dengan melalukan beberapa langkah kegiatan Pemko Langsa guna menekan penyebaran atau penularan Virus Covid - 19 agar Kota Langsa yang saat ini masuk di Zona Merah menurun menjadi Zona Orange maupun Zona Hijau", imbuhnya. (rn/Dhany)

Thursday, August 19, 2021

Empat Wilayah Zona Merah, Rocky Imbau Warga Aceh Timur Perketat Prokes Covid-19

Empat Wilayah Zona Merah, Rocky Imbau Warga Aceh Timur Perketat Prokes Covid-19

Bupati Aceh Timur (Baju Putih) menggelar rapat evaluasi penanganan Covid-19 dengan unsur Forkopimda dan Tim Satgas Covid-19, Kamis 19/8/2021 (Ist)
RILIS.NET, Aceh Timur - Bupati Kabupaten Aceh Timur H Hasballah Bin HM Thaib SH mengimbau warganya agar memperketat Protokol Kesehatan (Prokes). Rocky sapaan akrab Bupati Aceh Timur, menyampaikan pesan ini terkait dengan maraknya penyebaran Virus Covid-19 di sejumlah daerah.

Bahkan, dari data yang diperoleh terdapat sebanyak empat wilayah kabupaten/kota telah dinyatakan berzona merah, selebihnya masuk dalam zona orange.

"Kita terus mengimbau agar masyarakat kita di Aceh Timur harus menjaga Prokes dengan ketat, tidak boleh lengah, karena tetangga kita seperti Pemko Langsa telah masuk zona merah, ini artinya wabah Covid-19 semakin tinggi. Bahkan jika pun ada masyarakat yang sakit bisa jadi itu terkontaminasi virus, namun karena mereka sebagian ada yang takut di Swab akhirnya kita tidak tau," Bupati Rocky.

Untuk itu, Bupati mengajak agar masyarakat segera melakukan vaksinasi bagi yang belum divaksin, agar imun tubuh kuat dan bisa terhindar dari bahayanya penyebaran covid-19.

Dari data yang diperoleh, sejauh ini sudah terdapat empat kabupaten/kota yang telah masuk zona merah, diantaranya yaitu Aceh Besar, Banda Aceh, Singkil dan juga Kota Langsa.

"Untuk di Kabupaten Aceh Timur angka penurunan tidak naik, namun masih lumayan, makanya kita tetap mengimbau agar warga tetap harus waspada demi untuk kesehatan kita semua," harap Bupati Aceh Timur ini disela-sela rapat koordinasi dan evaluasi tentang penanganan dan pencegahan Covid-19, pada Kamis (19/8/2021), di Aula Sekdakab Kabupaten Aceh Timur.

Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) penanggulangan dan pencegahan Covid-19 Kabupaten Aceh Timur dr Edi Gunawan MARS yang turut dimintai tanggapannya juga membenarkan adanya penambahan status zona di Provinsi Aceh, seperti di Kota Langsa, Singkil, Banda Aceh maupun Aceh Besar, oleh karena itu dr Edi turut meminta warga agar lebih waspada.

"Kita tetap mengajak warga agar lebih ketat menjaga Prokes seperti memakai masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan dengan sabun, dan yang tidak kalah pentingnya yaitu segera melaksanakan vaksinasi," tandasnya.

Dalam rapat ini, selain dihadiri oleh Bupati H Hasballah SH turut dihadiri oleh Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro SIK MH, Kepala Kejaksaan Aceh Timur Semeru SHM MH.

Rapat ini juga turut dihadiri Asisten Bidang Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesra Syahrizal Fauzi SSTP MAP, Asisten Bidang Administrasi Umum T Reza Rizki MSi serta sejumlah kepala OPD terkait lainnya yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Aceh Timur. (rn/red)

Monday, August 9, 2021

 18 Petugas Ruang Pinere di RSUDCND Meulaboh Terpapar Covid-19

18 Petugas Ruang Pinere di RSUDCND Meulaboh Terpapar Covid-19

Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien (RSUDCND) Meulaboh. Foto: AJNN/Darmansyah Muda.
Aceh Barat - Sebanyak 18 pegawai yang bertugas di ruang Penyakit infeksi new Emerging Re-emerging (Pinere) Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien (RSUDCND) Meulaboh terpapar Covid-19. 

Para staf yang bekerja di ruang Pinere yang terpapar Covid-19 ini terdiri dari tenaga medis, tenaga kesehatan hingga cleaning service. Para nakes dan tenaga medis yang terpapa Covid-19 tersebut saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di komplek perumahan dokter yang berada di Ujong Beurasok, Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan. 

Direktur RSUDCND Meulaboh, dr. Gunawan, Sp.A mengatakan dari 18 nakes dan tenaga medis yang terpapar Covid-19 tersebut, semua dalam keadaan stabil dengan kondisi diantara mereka ada yang mengalami gejala ringan hingga yang tidak bergejala.

“Totalnya itu ada dokter empat, perawatnya delapan, bidan dua, adm (adminstrasi) satu, analis satu dan cleaning servisnya dua dengan total 18 orang,” kata dr. Gunawan, Sp.A. 

Kata dia, sebelumnya dari 18 orang tersebut ada sejumlah petugas yang harus dirawat. Akan tetapi, saat ini semua telah stabil dan hanya menjalani isolasi mandiri. 

Meski 18 staf terpapar Covid-19, kata dia, namun tidak menggangu pelayanan di ruang Pinere, sebab, saat ada petugas yang terpapar, pihaknya langsung melakukan perekrutan tenaga medis tambahan yang juga petugas di rumah sakit itu. 

"Saat ini jumlah tenaga medis di ruang pinere secara keseluruhan 18 orang," ungkapnya.


Sumber: AJNN





Tuesday, August 3, 2021

Kejar Syarat Wisuda di USK, Amelia Kini Lumpuh Usai Divaksin

Kejar Syarat Wisuda di USK, Amelia Kini Lumpuh Usai Divaksin

Foto: Ist
Banda Aceh -
Amelia Wulandari (22), mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, lumpuh usai menjalani vaksin di Akademi Keperawatan (Akper) Meulaboh. Amelia, yang merupakan warga Desa Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat.

Kini mahasiswa itu terpaksa menjalani perawatan di Rumah Sakit Cut Nyak Dhien Meulaboh. Menurut keterangan dari paman korban, Allymuddin (36), keponakannya itu menjalani vaksinasi pada Selasa (27/7).

Usai menjalani vaksinasi, pada siangnya Amelia mengalami mual dan muntah-muntah.

"Terus pada malamnya keponakan saya ini badannya membiru dan kejang-kejang. Serta kaki dan tangannya tidak bisa digerakkan," kata Allymuddin.

Kemudian, Amelia langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Saat ini, Amelia terpaksa menjalani perawatan di ruang saraf RSUDCND Meulaboh.

"Saat ini anggota tubuhnya bagian tangan telah mulai bisa digerakkan, tapi kaki masih lumpuh," ungkapnya.

Kata Allymuddin, Amelia saat itu menjalani vaksinasi sebagai syarat administrasi kampus yang mengharuskan adanya sertifikat vaksin sebagai lampiran menjalani proses wisuda.

"Jadi saat itu Amelia ini mengatakan kepada pihak akademik (USK), jika ia tidak bisa divaksin karena mengalami sakit lambung akut, sinusitis, tipes dan juga sesekali sesak. Atas alasan itu pihak akedemik menerimanya, namun meminta surat keterangan tidak bisa vaksin dari dokter spesialis," ungkap Allymuddin, Minggu (1/8).

Kemudian, Amelia mendatangi Puskesmas Suak Ribee untuk meminta surat keterangan tidak bisa divaksin. Saat itu, dokter dari puskesmas mengeluarkan rujukan ke rumah sakit sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL).

Dalam surat yang dikeluarkan dokter puskesmas tersebut, menjelaskan jika Amelia menderita lambung akut, tipes serta sinusitis. Setelah mendapat surat rujukan itu, Amelia selanjutnya pergi ke Rumah Sakit Dankesyah, namun pada hari itu dokter spesialis penyakit dalam sedang tidak di tempat.

Karena di Rumah Sakit Dankesyah tidak ada dokter, Amelia mendatangi Rumah Sakit Montela. Disana Amelia bertemu dengan dokter spesialis penyakit dalam.

Namun, dokter tidak mau mengeluarkan surat keterangan tersebut, dan bersikukuh kalau Amelia tetap bisa divaksin.

"Keponakan saya ini memiliki lambung akut, sinusitis dan tipes. Bahkan sinusitisnya sudah pernah dioperasi. Tapi dokter ini tidak mau dan tetap bilang Amelia bisa ikut vaksin," ungkapnya.

Amelia selanjutnya melalukan vaksin atas rujukan dokter tersebut. Namun usai vaksin, Amelia malah lumpuh. Sementara itu, Dokter spesialis saraf dr. Widyawan, Sp.S yang menangani Amelia Wulandari mengaku belum bisa memastikan penyebab lumpuhnya mahasiswi USK) Banda Aceh tersebut.

Menurut Widyawan, selaku dokter yang menangani Amelia semenjak di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien (RSUDCND) Meulaboh, bisa saja gejala awal yang dirasakan oleh Amelia akibat meningkatnya asam lambung bukan dipengaruhi oleh vaksin.

Kata Widyawan, hingga saat ini ia masih terus mencari tahu penyebab dari kelumpuhan yang dialami Amelia.

Widyawan mengaku, awalnya saat dilarikan ke RSUDCND Meulaboh Amelia ditangani oleh dokter spesialis penyakit dalam.

“Sebenarnya ini pada saat saya bertemu pasien hari Jumat 30 Juli, pada saat itu dikonsulkan dari bagian penyakit dalam dan sebenarnya kebetulan menerima pasien tersebut masuk ke IGD Cut Nyak Dhien.

Hasil pemeriksaan bagian penyakit dalam saat itu, mereka menganalisa bahwa keluhan pasien tersebut lebih mengarah ke kasus neurologi, karena berhubungan dengan kelemahan tungkai,” kata dr. Widyawan, Sp.S, saat memberi keterangan resmi di aula dinas kesehatan, Senin (2/8).


Sumber: AJNN

Dapat Pelonggaran, 13 Kota Lepas Dari Belenggu PPKM Level 4

Dapat Pelonggaran, 13 Kota Lepas Dari Belenggu PPKM Level 4

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan Saat Konferensi Pers Virtual Evaluasi dan Penerapan PPKM, (Foto: CNBC)
Jakarta - Sebanyak 13 Kabupaten/kota di pulau Jawa dan Bali mendapatkan pelonggaran dalam kebijakan PPKM. Daerah tersebut sebelumnya dikenakan kebijakan PPKM level 4, namun kemudian diturunkan menjadi level 3 bahkan level 1.

"Dalam penerapan PPKM Level 4 dan 3 yang akan dilakukan pada 03 Agustus nanti, terdapat 12 Kabupaten Kota yang dapat masuk ke Level 3 dan 1 Kabupaten yang masuk ke Level 2. Namun terdapat beberapa Kabupaten Kota yang akhirnya kembali pada Level 4, bukan karena peningkatan kasus tetapi lebih kepada peningkatan kasus kematian," ujar Luhut, dalam konferensi pers, Senin (2/8/2021).

Meski demikian, Luhut belum memaparkan daftar kota dan kabupaten yang bertahan di PPKM level 4 maupun yang mendapatkan pelonggaran. "Terkait detail Kabupaten Kota mana saja yang masuk kedalam Level 3 dan 4 akan dikeluarkan Inmendagri dalam waktu dekat ini," ujar Luhut.

Luhut menambahkan, ada beberapa daerah yang memang dibutuhkan perhatian khusus karena masih tingginya jumlah kasus terkonfrimasi, positivity rate dan juga jumlah kematian warganya. Wilayah tersebut seperti Bali, Malang Raya, DIY dan Solo Raya.


"Hal ini terjadi karena masih banyaknya masyarakat yang melakukan Isolasi mandiri sehigga telat dilakukan perawatan intensif di Rumah Sakit yang akibatnya menyebabkan kematian karena saturasi oksigen mereka rata-rata di bawah 90," ujar Luhut.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk memperpanjang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Keputusan itu disampaikan Jokowi dalam keterangan pers yang ditayangkan kanal Youtube Sekretariat Presiden pada, Senin (2/8/2021).

"Pemerintah memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM Level 4 dari 3-9 Agustus di beberapa kabupaten/kota," ujarnya.

Dalam pembukaannya, Kepala Negara memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh tenaga kesehatan.

"Pertama-tama saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para Tenaga Kesehatan, Dokter, Perawat yang berada di garda terdepan dalam menyelamatkan pasien akibat covid-19," kata Jokowi.

Jokowi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia. Hal ini atas pengertian dan dukungannya terkait pelaksanaan PPKM Level 4.

"Saya juga sampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia atas pengertian dan dukungannya atas pelaksanaan PPKM yang kita lakukan," imbuh Jokowi.


Sumber: CNBC


Monday, August 2, 2021

Covid-19 di Aceh Timur Meningkat, Rocky Intruksi Kepala OPD Kerja Ekstra Sosialisasi ke Masyarakat

Covid-19 di Aceh Timur Meningkat, Rocky Intruksi Kepala OPD Kerja Ekstra Sosialisasi ke Masyarakat

RILIS
.NET, Aceh Timur -
Aceh Timur - Bupati Aceh Timur H. Hasballah Bin H.M. Thaib, SH atau yang akrab disapa Rocky, mengintruksikan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Kabupaten Aceh Timur untuk bekerja lebih ekstra dalam upaya memaksimalkan sosialisasi kepada masyarakat, agar tetap taat terhadap protokol kesehatan.

Hal itu disampaikan Bupati Aceh Timur H Hasballah SH ini saat menggelar rapat koordinasi (Rakor) tentang penanggulangan dan pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Aceh Timur, di Aula Sekdakab setempat, Senin (2/8/2021).

Rapat rutin ini digelar sehubungan dengan angka penyebaran virus mematikan itu, yang belum menunjukan angka penurunan sampai Agustus 2021 ini.

"Tugas wajib kita menyampaikan, dan mensosialisasi kepada masyarakat agar tetap mematuhi Protokol Kesehatan, apalagi kasus Covid-19 ini belum menunjukkan angka penurunan, bahkan dari data yang kita peroleh itu semakin melonjak, kewajiban kita menyampaikan secara baik-baik demi keselamatan dan kesehatan masyarakat kita," kata Bupati Aceh Timur H Basballah SH.

Kepada segenap kepala OPD yang hadir pada rakor ini, Bupati Rocky sangat berharap kerja ekstra yang maksimal agar Aceh Timur mampu menekan angka penyebaran virus Corona ini. Untuk itu, Rocky meminta masing-masing OPD agar lebih fokus mensosialisasi penerapan Prokes ini, seperti kewajiban memakai masker, menjaga jarang dan juga rajin mencuci tangan dengan sabu.

Bupati turut meminta agar para kepala OPD ini turut mensosialisasi langsung ke masyarakat, apalagi di Desa-desa selama ini banyak yang masih mengabaikan tentang protokol kesehatan, termasuk para aparatur desa yang terkadang jarang memakai masker.

"Protokol kesehatan ini tidak boleh putus, bagi petugas boleh dibuat sip, atau kalau kurang personil bisa ditambahkan dari OPD lainnya, dan setiap persimpangan harus ada petugas yang mengingat, kewajiban kita menyampaikan dengan baik demi kesehatan masyarakat kita," tandas Bupati Aceh Timur H. Hasballah, SH yang turut didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Ir. Mahyuddin, M.Si dihadapan sejumlah para OPD terkait yang mengikuti rakor ini.
Sementara, dari data yang diperoleh pada Senin 2 Agustus 2021, angka kasus Covid-19 di Aceh Timur semakin meningkat bila dibandingkan dari beberapa hari sebelumnya, hal ini berdasarkan data yang dikirim oleh pihak Dinas Kesehatan, melalui Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Aceh Timur dr. Edy Gunawan MARS.

Lebih lanjut, dr. Edy Gunawan mengatakan, sampai pada Senin (2/8/2021), jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 22 Orang, sedangkan yang terkonfirmasi Komulatif dari awal semuanya sebanyak 310 orang, sedangkan total Orang Dalam Pemantauan (ODP) sejumlah 164 orang.

"Dari 164 itu masing-masing Dalam Pemantauan 6 orang, selesai pemantauan 1orang, dan yang meninggal dunia hari ini 1 orang. Kalau yang meninggal dunia sejauh sampai hari ini dari data yang kita peroleh semuanya sebanyak 24 orang," kata dr Edy Gunawan MARS.

Berikut data lengkap kasus Covid-19 di Kabupaten Aceh Timur terhitung 2 Agustus 2021.

1. Total Orang Dalam Pemantauan ( ODP / suspek ) : 164
- Dalam Pemantauan : 6
- Selesai Pemantauan : 157
- Meninggal : 1

2. Total Pasien Dalam pengawasan (PDP / Probabel ):99
- Dalam Pemantauan : 0
- Dalam perawatan RSUDZM : 1
- Dalam Perawatan RSUD SAAS : 2
- PDP meninggal : 8
- Selesai perawatan ( PDP/probabel) / sembuh : 88

3. Total COVID-19 konfirmasi : 310

4. COVID-19 (+ ) / kasus konfirmasi : 22
- Isolasi mandiri di rumah : 11
- Dalam Perawatan di RSUD ZM : 8
- Dalam perawatan RSUD ZA : 1
- Dalam perawatan RSUD Langsa : 0
- Dalam perawatan RSUD SAAS : 2
- Dalam perawatan RSUD cut Mutia Lhokseumawe : 0

5. Total Covid-19 (- )/sembuh
selesai pemantauan : 288
-264 selesai pemantauan
- 24 meninggal
- penambahan kasus konfirmasi : 1
- penambahan kasus konfirmasi sembuh : 0
- penambahan kasus positif mninggal : 1 (rn/red)

Wednesday, July 21, 2021

Gejala Demam Usai Vaksinasi Tunjukkan Vaksin Bekerja

Gejala Demam Usai Vaksinasi Tunjukkan Vaksin Bekerja

Jakarta - Dosen dan peneliti Mikrobiologi Medis, Biologi Molekuler dan Imunologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Budiman Bela mengatakan reaksi tubuh yang muncul seperti demam dan pegal setelah vaksin COVID-19 dimasukkan ke dalam tubuh menunjukkan vaksin berfungsi.


"Yang baik itu kalau ada reaksi terhadap vaksinasinya," kata Budiman yang merupakan Ketua Tim Pengembangan Vaksin Merah Putih Universitas Indonesia saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.

Budiman menuturkan jika tidak ada reaksi, maka ada dua kondisi kemungkinan yakni penerima vaksin memang tidak bereaksi atau vaksinnya yang tidak bisa menimbulkan reaksi tersebut karena misalnya suhu saat penyimpanan dan transportasi vaksin dalam proses distribusinya tidak terjaga sehingga mengalami kerusakan.

Reaksi tubuh terhadap vaksin bermacam-macam seperti demam, pegal, mengantuk, bahkan ada yang merasa lemas hingga mau pingsan. Namun, reaksi mau pingsan itu sangat kecil sekali kejadiannya. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak khawatir dengan gejala tersebut setelah menjalani vaksinasi.

Selain itu, tenaga kesehatan yang menyuntikkan vaksin sudah terlatih. Orang yang mau divaksinasi juga harus melalui skrining atau pemeriksaan kesehatan di sentra vaksinasi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir saat mau divaksinasi karena dokter atau tenaga kesehatan akan memeriksa dahulu kondisi kesehatan calon penerima vaksin dan menetapkan untuk layak divaksinasi atau tidak.

Setelah divaksinasi, penerima vaksin COVID-19 juga akan berada dalam pengawasan tenaga medis di sentra vaksinasi selama 30 menit sehingga jika ada gejala tertentu bisa langsung diberikan bantuan medis.

Penerima vaksin COVID-19 juga bisa menyampaikan jika ada keluhan di kemudian hari seperti setelah sampai di rumah dengan menghubungi kontak tenaga medis yang tertera di kartu vaksin yang diterima oleh setiap orang yang sudah divaksinasi.

Pemerintah Indonesia gencar melakukan vaksinasi kepada masyarakat untuk menciptakan kekebalan tubuh kelompok atau herd immunity sehingga bisa mengurangi angka kesakitan dan angka kematian akibat COVID-19.


Sumber: Antara

Thursday, July 15, 2021

Tambahan 1,5 juta Dosis Vaksin Moderna dari AS Tiba di Indonesia

Tambahan 1,5 juta Dosis Vaksin Moderna dari AS Tiba di Indonesia

Jakarta - Sebanyak 1.500.100 dosis vaksin COVID-19 Moderna dari Amerika Serikat (AS) tiba di Indonesia pada Kamis, yang merupakan tambahan dari tiga juta dosis vaksin yang telah diterima sebelumnya sehingga menggenapkan total donasi vaksin Amerika untuk Indonesia menjadi 4,5 juta dosis.

“Kami berupaya untuk memberikan sebanyak mungkin vaksin yang aman dan efektif sehingga sebanyak mungkin orang Indonesia dapat divaksin secepat mungkin,” ujar Duta Besar AS untuk Indonesia Sung Y Kim dalam keterangan tertulis.

Kim menegaskan bahwa AS akan berkontribusi untuk membantu mengakhiri pandemi dan membangun kembali dunia yang lebih siap untuk mencegah, mendeteksi, dan merespons ancaman kesehatan di masa depan, agar semua orang dapat hidup dengan aman dan sehat.

“Penting untuk terus diingat: Tidak ada satu orang pun yang aman hingga semua orang aman,” tutur dia.

AS telah memberikan komitmen bersejarah berupa kontribusi senilai 4 miliar dolar (sekitar Rp58 triliun) melalui aliansi vaksin GAVI untuk COVAX Advance Market Commitment (COVAX AMC). Kontribusi AS mendukung pembelian dan pengiriman vaksin COVID-19 untuk 92 negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk Indonesia.

Dengan pengiriman terbaru ini, maka Indonesia telah menerima lebih dari 12,7 juta dosis vaksin melalui COVAX AMC, sebuah inisiatif global untuk mendukung akses yang adil ke vaksin-vaksin COVID-19 yang aman dan efektif.

Selain itu, Presiden Joe Biden juga telah berkomitmen untuk menyediakan 80 juta vaksin COVID-19 yang aman dan efektif untuk negara-negara yang memerlukan di seluruh dunia untuk membantu mengakhiri pandemi.

Indonesia akan menerima sebagian dari vaksin tersebut. Rencana Presiden Biden terkait 80 juta dosis yang akan didonasikan ini mencakup lebih dari 23 juta dosis untuk Asia, sebagai upaya untuk menjaga agar kawasan, termasuk Indonesia, aman.

AS juga memberikan bantuan untuk upaya respons COVID-19 Indonesia yang lebih luas. Hingga hari ini, negara itu telah menginvestasikan 36 juta dolar (sekitar Rp522,4 miliar) untuk mendukung upaya Indonesia meningkatkan pelayanan vaksinasi, mempercepat tes dan pelacakan kasus, berbagi informasi faktual, serta meningkatkan kapasitas dan pelayanan fasilitas kesehatan.

Kontribusi AS mencakup lebih dari 1.000 ventilator yang saat ini digunakan di 600 rumah sakit di berbagai daerah di Indonesia. (rn/red)


Antara

Sunday, July 4, 2021

Ketua DPP NasDem Emmy Hafild Meninggal Dunia, Terkonfirmasi COVID-19

Ketua DPP NasDem Emmy Hafild Meninggal Dunia, Terkonfirmasi COVID-19

Ketua Partai NasDem Emmy Hafild. (Sumber: Situs Partai NasDem)
Jakarta - Kabar duka di masa Pandemi Covid-19 kembali datang. Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem Emmy Hafild meninggal dunia.

"Beliau meninggal dunia jam 21.17 di Rumah Sakit Pondok Indah," kata Ketua DPP Bidang Hukum dan HAM Partai NasDem, Taufik Basari, kepada detikcom, Sabtu (3/7/2021).

Emmy Hafild adalah mantan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) dan pernah menjadi Direktur Eksekutif Greenpeace Asia Tenggara. Dia meninggal dunia dalam kondisi terkonfirmasi COVID-19.

"Beliau COVID-19 dan punya komorbid kanker," ucap Taufik.

Taufik mengabarkan, almarhumah akan dimakamkan dengan prosedur pemakaman jenazah COVID-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir. Emmy meninggalkan suami dan dua orang anak.

Taufik mengenang Emmy Hafidl sebagai penjaga moralitas politik NasDem.

"Beliau sering mengingatkan kita menjaga moralitas dalam berpartai. Jangan sampai menyimpangi harapan masyarakat. Beliau adalah penjaga moralitas politik," ujarnya.


Sumber: detiknews









Wednesday, June 30, 2021

Sebanyak 96.384 Pasien COVID-19 di Wisma Atlet Sembuh

Sebanyak 96.384 Pasien COVID-19 di Wisma Atlet Sembuh

RILIS
.NET, Jakarta -
Sebanyak 96.384 pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat (RSDC) COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat dinyatakan sembuh.

"Untuk pasien rujuk tercatat sebanyak 936 orang dan pasien meninggal 137 orang," kata Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I Kolonel Marinir Aris Mudian melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Kemudian, untuk jumlah pasien yang rawat inap terdata sebanyak 7.167 orang dengan rincian 3.648 pasien laki-laki dan 3.519 pasien perempuan. Jumlah tersebut bertambah 44 orang dari data sebelumnya yakni 7.123 pasien.

"Seluruh pasien rawat inap ditempatkan di tower empat, lima, enam dan tujuh," ujar Kolonel Marinir Aris Mudian.

Terhitung sejak 23 Maret 2020 hingga Rabu (30/6) 2021 Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran mendata sebanyak 104.624 orang terdaftar di instansi itu guna mendapatkan perawatan. Sementara pasien keluar terdata sebanyak 97.457 orang.

Selain mendata perkembangan penanganan pasien di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet, Kolonel Marinir Aris Mudian juga melaporkan data pembaruan di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang, Kepulauan Riau.

"Pasien rawat inap sebanyak 165 orang yang terdiri dari 119 laki-laki dan 46 perempuan, semua pasien terkonfirmasi positif dan pasien suspek nihil," ujar dia.

Terhitung sejak 12 April hingga 30 Juni 2021 pasien terdaftar di RSKI Pulau Galang sebanyak 14.225 orang, pasien sembuh 6.721 suspek atau selesai perawatan 7.297 orang dan nihil kematian.

Sumber: Antara

Saturday, June 26, 2021

HUT Bhayangkara, Kapolres, Dandim dan Bupati Aceh Timur Pantau Vaksinasi Massal

HUT Bhayangkara, Kapolres, Dandim dan Bupati Aceh Timur Pantau Vaksinasi Massal

Vaksinasi Massal pada HUT Bhayangkara ke-75 di Aceh Timur 
RILIS.NET, Aceh Timur - Pastikan pelaksanaan Vaksinasi massal berjalan sesuai di wilayah hukumnya, Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro, S.I.K.,M.H. bersama Bupati H. Hasballah Bin HM Thaib, S.H. dan Dandim 0104 Atim Letkol Hasanul Siregar, S. Sos M. Tr (Han) beserta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur Sahminan, SKM., M.Kes meninjau pelaksanaan vaksinasi massal Covid-19 Sabtu (26/6/2021).

Vaksinasi ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Bhayangkara Ke-75, Sabtu.

Kapolres bersama rombongan mengawali kegiatan dengan meninjau pelaksanaan vaksin massal di Polres Aceh Timur yang berlangsung di Aula Bhara Daksa selanjutnya ke Puskesmas Idi Rayeuk, Puskesmas Darul Aman, Puskesmas Nurussalam dan Puskesmas Julok.

Kapolres menjelaskan vaksinasi serentak ini merupakan Inisiasi Polri dalam rangka Hari Bhayangkara Ke-75 Tahun 2021 sekaligus sebagai bentuk dukungan untuk membantu pemerintah, sesuai dengan petunjuk Presiden program satu hari satu juta masyarakat yang divaksin.

"Kami TNI-Polri membantu membackup, Pemerintah daerah dalam rangka vaksinasi sesuai Program Nasional Perintah Bapak Presiden vaksinasi serentak 1juta satu hari masyarakat yang divaksin untuk menciptakan hard immunity,” jelas Kapolres.

Lanjutnya, bahwa vaksinasi ini dilakukan sebagai bentuk partisipasi Polres Aceh Timur kepada pemerintah daerah agar secepatnya dapat menuntaskan penyebaran Covid-19, serta upaya mendukung Program Pemerintah dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional.

“Semua ini kita lakukan sebagai bentuk partisipasi Polri dalam hal ini Polres Aceh Timur guna penuntasan penyebaran Covid 19 serta Pemulihan Ekonomi Nasional dan Alhamdulillah kegiatan ini mendapat respon positip dari masyarakat.” Pungkas Kapolres Aceh Timur AKBP EKo Widiantoro, S.I.K.,M.H.

Sementara itu Bupati Aceh Timur H. Hasballah Bin HM Thaib mengapresiasi kegiatan vaksinasi massal dalam rangka HUT Bhayangkara ke-75 yang diselenggarakan Polres Aceh Timur.

“Kami menghaturkan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Kapolres Aceh Timur beserta polsek jajaranya yang dalam hal ini menyelenggarakan vaksinasi massal dalam rangka Hari Bhayangkara ke-75. Ini juga merupakan tugas pemerintah daerah untuk meningkatkan Hard Immunity (kekebalan) masyarakat melalui Program Vaksinasi serentak untuk mencegah dan memutus penyebaran Covid-19,” terangnya Rocky sapaan akrab Bupati Aceh Timur.

Terakhir, Bupati menyampaikan harapan kegiatan vaksinasi massal ini bisa berjalan dengan baik dan lancar dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Dan kepada warga yang sudah divaksin agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan,"harap Bupati Aceh Timur H. Hasballah SH. (rn/aqb)

Friday, June 25, 2021

Guru yang Belum Vaksinasi Tak Dibenarkan Mengajar Tatap Muka di Aceh Timur

Guru yang Belum Vaksinasi Tak Dibenarkan Mengajar Tatap Muka di Aceh Timur

Kadis Pendidikan Aceh Timur Saiful Basri, S.Pd, M.Pd (Foto: Net)
RILIS.NET, Aceh Timur - Untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus Covid-19 masyarakat diimbau agar selalu menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) secara ketat. Selain itu pemerintah juga mengintruksi vaksinasi guna meningkatkan imun tubuh agar tidak mudah diserang wabah pandemi yang semakin meluas saat ini.

Selain kepada masyarakat biasa, Pemerintah Aceh Timur juga mengintruksikan vaksinasi  kepada seluruh Aparatur Sipil Negara, dan TNI/Polri termasuk para Guru.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Timur Siaful Basri, S.Pd, M.Pd kepada RILIS.NET, pada Jumat (25/6/2021).

Saiful Basri juga menuturkan, untuk di Kabupaten Aceh Timur sendiri, pihaknya telah mengimbau agar para Kepala Sekolah (Kepsek), Guru PNS, Guru Kontrak maupun Guru Bakti yang masih aktif mengajar untuk ikut vaksinasi, yang akan digelar serentak pada Sabtu 26 Juni 2021 besok, di Puskesmas Kecamatan Masing-masing, ataupun Puskesmas terdekat.

Kadis Pendidikan Aceh Timur ini juga menegaskan, bagi para Guru yang belum divaksinasi maka belum dibenarkan untuk mengajar tatap muka di tahun ajaran baru nantinya.

"Besok tanggal 26 Juni ada jadwal vaksinasi, untuk itu kami dari Dinas Dikbud telah mengintruksikan agar Kepsek dan para Guru juga wajib vaksinasi, kalau belum divaksin tidak dibenarkan mengajar tatap muka pada tahun ajaran baru nanti," tegas Kadisdikbud Aceh Timur Saiful Basri.(rn/red)