Showing posts with label Aceh Utara. Show all posts
Showing posts with label Aceh Utara. Show all posts

Sunday, April 17, 2022

Pernah Ngaku Iman Mahdi, Pria di Aceh Utara Kini Bacok Teman Sendiri

Pernah Ngaku Iman Mahdi, Pria di Aceh Utara Kini Bacok Teman Sendiri

Pelaku pembacokan saat ditahan Polisi (Foto: Humas Polres Aceh Utara)
RILIS
.NET, Aceh Utara -
Setelah sempat menghebohkan warga dengan mengaku sebagai Imam Mahdi menggunakan pengeras suara Masjid Al Khalifah Ibrahim, Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara beberapa waktu lalu.

Armia (29) kini malah diamankan aparat Kepolisian karena nekat membacok teman sendiri M Jafar (42) hingga luka parah.

Pria yang diduga mengalami gangguan jiwa tersebut, mengaku nekat membacok temannya sendiri karena mendapat bisikan.

Kapolres Aceh Utara AKBP Riza Faisal, melalui Kapolsek Paya Bakong, Ipda Joseph Purba mengatakan, bermula kronologi awalnya, dua hari lalu, Kamis (14/4) korban sedang duduk di warung kopi kawasan Gampong Buket, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara.

Namun, sekira pukul 23.15 WIB, tiba-tiba pelaku datang dan langsung membacok korban menggunakan sebilah parang, hingga mengenai tangan kiri dan luka parah.

"Usai dibacok korban langsung dilarikan ke Puskesmas dan kemudian dirujuk ke RSU di Bireuen untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif. Lukanya lebih kurang sedalam lima sentimeter," katanya, Minggu (17/4/).

Usai dimintai keterangan, kata Kapolsek, pelaku mengaku nekat membacok korban karena mendapat bisikan yang tanpa diketahui asal dan penyebabnya.

"Pelaku dan barang bukti sudah diamankan ke Mapolres Aceh Utara untuk proses hukum lanjutan," imbuhnya.

Dikabarkan sebelumnya, Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy mengatakan pria yang mengaku Imam Mahdi melalui pengeras suara di Masjid Al Khalifah Ibrahim, Kecamatan Matangkuli diduga kuat orang dalam gangguan jiwa atau ODGJ.

"Diduga kuat yang bersangkutan mengalami kejiwaan. Pria bernama Armia yang sebelumnya diamankan warga telah diserahkan ke pihak keluarganya," kata Winardy, Kamis (20/1).

Winardy menyebutkan dari keterangan pihak keluarga, yang bersangkutan mulai menunjukkan gelagat aneh sejak pulang dari menuntut ilmu agama di wilayah Lamteuba, Aceh Besar. (rn/red)


Sumber: ajnn.net

Wednesday, March 2, 2022

Mantan GAM Ditembak, Polisi Kantongi Data Pelaku dan Motifnya

Mantan GAM Ditembak, Polisi Kantongi Data Pelaku dan Motifnya

RILIS.NET, Aceh Utara - Pihak Kepolisian telah mengantongi data pelaku beserta motif pembunuhan seorang mantan Kombantan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) terhadap M Yusuf alias Buraq (46).

Diketahui, Buraq meninggal setelah ditembak depan sebuah warung di Desa Alue Ngomong Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara, sekira pukul 11.00 WIB Selasa (1/3/2022).

Diduga penembakan dilakukan oleh pria berinisial AL (25), warga desa setempat, yang kini dalam pengejaran aparat kepolisian.

Penembakan dilakukan menggunakan senjata laras panjang jenis Sofgun dari jarak dekat, dan menyebabkan korban meninggal seketika.

Kapolres Aceh Utara AKBP. Riza Faisal melalui Kapolsek Nibong Ipda Muslim mengatakan pihak kepolisian telah mengantongi data pelaku dan motif pelaku.

“Kejadian tersebut berawal pada dua hari sebelumnya tanggal 26 Februari 2022. Dimana terjadi cekcok mulut antara korban MY (M Yusuf) dan AM (abang kandung pelaku), dan korban sering mengancam dengan mendatangi rumah AM, sehingga adiknya AL (pelaku) merasa tidak terima dengan perlakuan MY terhadap abangnya,” terang Kapolsek.

Ia menjelaskan, perselisihan tersebut turut diketahui perangkat desa setempat. Sehingga perangkat desa berinisiatif memfasilitasi musyawarah untuk mendamaikan kedua belah pihak pada Senin (28/2/2022) sekitar pukul 19.40 WIB bertempat di meunasah Desa Alue Ngom.

Namun, pada hari Selasa (1/3/2022) sekira pukul 11.00 WIB, korban MY yang sedang duduk di kios kelontong milik Sayuti tiba-tiba ditembak di bagian kepala dari jarak 15 meter.

Kabid Humas Polda Aceh Kompol Winardy membenarkan adanya insiden penembakan terhadap mantan Kombantan GAM di Aceh Utara namun tidak ada kaitannya dengan politik atau organisasi apapun.

Ia menjelaskan, pembunuhan itu dilakukan pelaku dengan menembak kepala korban menggunakan senapan jenis soft gun dalam jarak dekat. Setelah melakukan pembunuhan, pelaku melarikan diri.

“Benar ada tindak pidana pembunuhan di Aceh Utara. Untuk pelaku sendiri namanya sudah kita kantongi dan dalam pengejaran,” ujarnya.

“Motif sementara adalah dendam. Tidak ada kaitan dengan organisasi atau politik tertentu,” pungkas Kabid Humas (rn/rd)


Dua Terdakwa Pembunuh Sopir Taksi Asal Medan Divonis Kurungan 20 Tahun

Dua Terdakwa Pembunuh Sopir Taksi Asal Medan Divonis Kurungan 20 Tahun

Jaksa Penuntut Umum (Foto: Ist)
RILIS.NET, Aceh Utara - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kelas IB Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Selasa, 1 Maret 2022, memvonis MYS (29) dan NAS (43), dua terdakwa pembunuh CYH (58), seorang supir taksi online wanita asal Medan, Sumatera Utara.

Itu terjadi pada 6 Juni 2021 lalu, dibuang ke kawasan objek wisata Gunung Salak, Kabupaten Aceh Utara.

Persidangan dipimpin Majelis Hakim Muhiffudin, S.H., M.H, memutuskan; MYS dan NAS dihukum masing-masing 20 tahun penjara.

Putusan ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu; masing-masing penjara seumur hidup.

"Terdakwa MYS dan NAS secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 365 Ayat (1) dan Ayat (4) KUHPidana, yaitu melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasaran yang menyebabkan kematian," sebut hakim.

Sementara itu usai dibacakan vonis oleh majelis hakim, baik JPU maupun terdakwa menyatakan pikir-pikir. (rn/Rz)

Thursday, January 20, 2022

Pakai Pengeras Suara, Pria di Aceh Utara Umumkan Diri Sebagai Imam Mahdi

Pakai Pengeras Suara, Pria di Aceh Utara Umumkan Diri Sebagai Imam Mahdi

Armia (baju putih), Foto: screenshot video/ajnn
Aceh Utara -
Seorang pria bernam Armia, warga Gampong Buket Guru, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, mengumumkan dirinya sebagai Imam Mahdi menggunakan pengeras suara Masjid Al Khalifah Ibrahim, Kecamatan Matangkuli daerah setempat.

Akibat ulah pria yang dilakukan pada Rabu (19/1) malam sekitar pukul 21.00 WIB tersebut, menghebohkan warga di daerah setempat, kemudian Armia penduduk setempat menarik Armia keluar dari Masjid tersebut.

Video aksinya itu, beredar luas di berbagai akun social media, tampak seorang mengajak pelaku dan mengucapkan, “keluar-keluar”.

Kemudian dengan bahasa daerah, Armia menjawab, “Kita sama-sama orang Islam, dan saya bertanggungjawab atas apa yang saya keluarkan,” ucap Armia.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Riza Faisal melalui Kapolsek Matang Kuli, Iptu Asriadi mengatakan, pria tersebut sudah dijemput oleh keluarganya. Dan juga sudah meminta maaf, di hadapan masyarakat serta aparat Polsek Banda Sakti.

“Sudah dijemput keluarganya semalam, sakit jiwa dia. Udah aman semua, yang penting tidak mengganggu keamanan di daerah kita,” imbuh Kapolsek. (Ajnn.net)

Monday, January 3, 2022

Dua Unit Ruko Hangus Terbakar di Baktia Aceh Utara

Dua Unit Ruko Hangus Terbakar di Baktia Aceh Utara

RILIS.NET, Aceh Utara - Dua unit Ruko milik warga Pante Breuh Kecamatan Baktiya Kabupaten Aceh Utara ludes dilahap api pada Senin (3/1/2021).

Kedua Ruko tesebut berada di lokasi Simpang Jalan Keude Pante Breuh tepatnya di depan Masjid setempat.

Api yang menghanguskan kedua bangunan milik warga itu kemudian berhasil dipadamkan, sehingga api yang berkobar tidak merambah ke bangunan lainnya.

"Saat kami lihat api sudah membakar kedua Ruko tersebut, persisnya didepan Masjid Pante Breuh, kemudian oleh kawan saya menghubungi pihak pemadam agar api dapat dijinakkan," sebut Rais Azhari salah seorang warga yang sempat melihat kobaran api di lokasi itu.

Adapun kedua Ruko yang terbakar itu yakni milik Ridwa (49) warga Panteu Breuh Kecamatan Baktiya, Aceh Utara.

Tidak ada korban jiwa pada kejadian itu, namun dilaporkan satu unit sepeda motor Ridwan juga ikut terbakar saat kejadian. (rn/rd)

Tuesday, November 9, 2021

Kebakaran di Depan PT PIM Aceh Utara Hanguskan 4 Ruko dan Satu Rumah

Kebakaran di Depan PT PIM Aceh Utara Hanguskan 4 Ruko dan Satu Rumah

RILIS.NET, Aceh Utara - Empat rumah toko dan satu rumah di Desa Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara hangus dilahap sijago merah pada Senin 8 November 2021.

Peristiwa kebakaran itu terjadi Tambon Baroh tepatnya berlokasi di depan pintu PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), sekira pukul 20.15 WIB.
 
"Api diduga berasal dari sebuah ruko. Karena kondisi angin kencang, sehingga api dengan cepat merambat ke ruko lainnya. Sedangkan satu rumah terkena imbas api," sebut salah seorang warga. 

Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran pun juga turut diturunkan kelokasi untuk memadamkan kobaran api pada peristiwa itu. Api diduga berasal dari konsleting listrik. (rn/rd)

Tuesday, September 21, 2021

Kapolsek Idi Rayeuk Daulat Sosialisasi Vaksinasi Di SMKN 1 Idi

Kapolsek Idi Rayeuk Daulat Sosialisasi Vaksinasi Di SMKN 1 Idi


RILIS.NET, Aceh Timur – kegiatan Sosialisasi Vaksinasi Covid 19 di SMKN 1 Idi Rayeuk, kabupaten Aceh Timur.Selasa (21/09/2021) pagi.

Dalam kegiatan Sosialisasi vaksinasi turut hadir Kapolsek Idi Rayeuk AKP Soeharto.SH., Kepala pukesmas Idi Rayeuk M.Amin.S.Km., kepala sekolah SMKN 1 Idi Rayeuk Antoni Samad.ST.serta para dewan guru dan para orang tua/wali.

Dalam sosialisasi covid-19 tersebut 

Orang Tua/Wali dapat memahami dan mengerti penjelasan tentang Vaksinasi dan sangat mendukung kegiatan Sosialisasi Vaksin Covid-19 yang dilaksanakan oleh Kepala Sekolah dan Muspika Kecamatan Idi Rayeuk dalam hal ini menjelaskan dan melakukan pemahaman Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat dan anak usia 12-17 tahun.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Mahmun Hari Sandi Sinurat.S.I.K melalui Kapolsek Idi Rayeuk AKP Soeharto SH dalam arahan nya Agar para dewan guru dan staf serta seluruh siswa/siswi SMKN 1 Idi Rayeuk dan SMAN 1 Idi Rayeuk, MAN 1 Idi Rayeuk,dengan sukarela mau untuk vaksinasi covid 19 demi menjaga kesehatan diri pribadi dan warga masyarakat demi memutus mata rantai penyebaran covid 19.

Lanjut Kapolsek  Memberikan informasi bahwa hingga saat ini virus covid 19 masih ada dan kepada seluruh warga masyarakat khususnya para siswa/siswi jangan sampai termakan berita-berita hoaks yang tidak benar dan tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Kapolsek juga Menghimbau kepada seluruh peserta sosialisasi agar tidak ragu ragu dalam melaksanakan vaksinasi karena Vaksin Covid 19 telah dinyatakan aman dan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

AKP Soeharto, Mengharapkan kepada siswa/siswi SMKN 1 Idi Rayeuk,SMAN 1, MAN 1 Idi Rayeuk,seluruhnya dapat divaksin Covid 19 karena ditangan para siswa/siswi kalian adalah generasi muda penerus tongkat estafet kepemimpinan Bangsa dan Negara Indonesia ini nantinya.Pungkas AKP Soeharto SH Dengan berkata "orang pintar siap untuk di vaksin covid-19".(rn/aqb)

Wednesday, September 15, 2021

Tumpukan Material Galian PT Adhi Karya di Jalan Makan Korban

Tumpukan Material Galian PT Adhi Karya di Jalan Makan Korban

Foto: beritamerdeka.net
Aceh Utara - Tumpukan material Proyek Strategis Nasional (PSN) galian pipa Jaringan Gas bumi untuk rumah tangga milik PT. Adhy Karya kerap menelan korban penguna jalan di kawasan Simpang Rangkaya, Gampong Ampeh, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara pada Selasa malam 14 September 2021 sekira pukul 20:00 Wib.

Hal tersebut bedasarkan kiriman vidio amatir yang oleh masyarakat sekitar yang berada di lokasi kejadian dengan beberapa potongan vidio dengan durasi bervariasi kepada BERITAMERDEKA.net terlihat korban sedang terlentang di tanah menunggu di evakuasi ke Ambulance yang tiba di lokasi kejadian.

Keusyiek Gampong Ampeh, Murhadi membenarkan kejadian kecelakaan yang menimpa salah seorang penguna jalan di Areal tumpukan material galian lubang yang telah memakan 30 Persen badan jalan tersebut, bahkan pihak nya mengaku sudah beberapa kali menerima laporan warga soal informasi kecelakaan pada lokasi yang sama tersebut.
"Tumpukan material galian proyek tersebut memang sudah memakan 30 persen badan jalan, sehingga membahayakan bagi penguna jalan yang melintas dekat dengan lokasi tumpukan material, di tambah saat malam hari apalagi di lokasi hanya ada sebuah palang namun tidak dapat menjamin keselamatan karena kurang kelihatan", Kata Keusyiek Gampong setempat.

Keusyiek menambahkan seharusnya minimal dilokasi plang yang dipasang harus mempunyai Scotlamp atau lampu yang memang dapat membuat pandangan penguna jalan di malam hari bisa mengetahui jelas bahwa di lokasi ada tumpukan material tanah bekas galian, apalagi tanah tersebut sudah lumanyan lama ada di bahu jalan.

"Barusan saya di telpon warga soal informasi kejadian ini, kata warga saya di sini, kejadian ini sudang terjadi beberapa kali, bahkan kata warga saya mereka sempat beberapa kali coba bersihkan rembesan tanah yang melebar ke jalan saat hujan tiba, guna keselamatan masyarakat yang melintas, apalagi kan ini Kawasan rangkaya ini kan sangat ramai masyarakat berlalu lalang", Ungkap Murhadi.

Pihak PT. Adhy Karya, Yosi saat di konfirmasi Wartawan mengatakan bahwa dirinya sedang berada di luar kota sehingga dirinya menolak memberikan keterangan, hanya ia menyebutkan dua orang Humas PT. Adhy Karya dan mengarahkan wartawan ke Humas tersebut.

Sejak berita ini di tayangkan, pihak Humas yang di sebutkan oleh yosi sudah di telpon namun pihaknya belum bertemu dengan Wartawan guna melakukan konfirmasi soal insiden rutin yang dialami penguna jalan di dekat Areal galian Jaringan Gas tersebut.(haiqal)


Sumber: beritamerdeka.net




Tuesday, October 27, 2020

22 PNS Aceh Timur Ikut Seleksi Eselon II, Ini 10 Posisi yang Diincar

22 PNS Aceh Timur Ikut Seleksi Eselon II, Ini 10 Posisi yang Diincar

Peserta (PNS) Sedang Mengikuti Seleksi JPT-J (Foto: Doc. Rilis.Net)
RILIS.NET, Aceh Timur - Sebanyak 22 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Aceh Timur mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di jajaran Pemerintahan Daerah Kabupaten Aceh Timur, Selasa (27/10/2020).

Seleksi itu dilakukan kareana ada 10 posisi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT-P) yang kosong dikarenakan berbagai hal, misalnya, karena ada Pejabat yang telah memasuki masa pensiun, meninggal dunia, mengalami mutasi pada JPT-P lain dan ada juga yang mengundurkandiri dari jabatanya.

Adapun posisi 10 JPT-P tersebut adalah:

1. Asisten Keistimewaan, ekonimi dan Pembangunan

2. Staf Ahli Bupati Bid. Keistimewaan dan SDM

3. Kepala BKPSDM

4. Kepala BAPPEDA

5. Kepala Dinas PU-PR

6. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu

7. Kepala Dinas Perhubungan

8. Kepala Dinas Syariat Islam

9. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak & KB

10. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Ketua Panitia Seleksi JPT-P Kabupaten Aceh Timur, M. Ihsan Ahyat, S.STP. MAP mengatakan, saat ini proses seleksi telah memasuki masa assesment.

"Setidaknya 22 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mendaftar dan dinyatakan lulus Administrasi, namun hanya 13 orang yang diharuskan mengikuti assesment, 9 PNS lainnya dinyatakan lulus ke tahap selanjutnya," kata Sekda Aceh Timur M. Ihsan Ahyat kepada RILIS.NET, Selasa (27/10/2020).

Menurutnya, Assesmen dilakukan selama dua hari yakni, pada tanggal 26-27 Oktober di Aula BKPSDM Aceh Timur oleh Tim assessor dari BKN Regional VI Medan.

Adapun Tahapan selanjutnya setelah assessmen jelas Ihsan, nantinya peserta akan memaparkan makalah yang telah disusun didepan para penguji serta mengikuti wawancara.

"Kita targetkan Awal November nanti dapat kita umumkan siapa saja nama-nama Pejabat baru pada 10 JPT-P tersebut" jelas Ihsan.

Seluruh Proses Tahapan Seleksi ini diawasi oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sehingga seluruh proses seleksi dapat dilakukan secara terbuka, kompetitif, adil dan wajar tanpa membedakan ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, umur, kondisi kecacatan.

"Hal ini sesuai dengan Permenpan RB No. 15 Tahun 2019 serta Surat Edaran Menpan RB No.52 tentang Pedoman Pelaksanaan Seleksi JPT-P dalam masa COVI-19," pungkas M. Ihsan Ahyat. (Redaksi)

Tuesday, October 20, 2020

Tak Pakai Masker, Lima Oknum PNS Terjaring Tim Peucrok Covid-19 Aceh Timur

Tak Pakai Masker, Lima Oknum PNS Terjaring Tim Peucrok Covid-19 Aceh Timur

Warga Terjaring Razia Tim Peucrok Covid-19 (Ist)
RILIS.NET, Aceh Timur - Lima oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) terjaring dalam razia masker yang dilakukan oleh tim Peucrok Covid-19 Aceh Timur, dijalan Medan - Banda Aceh, depan kantor Dekranas Aceh Timur, Selasa (20/10/2020).

Kepala Satpol PP-WH Kabupaten Aceh Timur T. Amran, SE, MM,  mengatakan dari hasil razia tim Peucrok Covid-19, terhadap penerapan protokol kesehatan covid yang telah dilakukan didepan Dekranas masih ada masyarakat yang terjaring tidak memakai masker. 

"Untuk hari ini saja masih ada warga tak pakai masker, dengan alasan lupa, banyak alasan bahwa lupa membawa masker," kata T. Amran, Selasa (20/10/2020).

Menurut, Ampon sapaan akrab T Amran, mereka yang terjaring dalam razia itu diberikan sanksi sosial berupa sit -up dan pendatanganan sanksi tertulis. Selain lima orang oknum PNS, juga terdapat sejumlah warga sipil lainnya.

Sementara Kasi Penyidikan dan Penyelidikan Muhammad Husen, SE, mengaku, sanksinya akan berbeda dengan warga lainnya, kalau yang PNS akan mendapatkan sanksi keras dan pihaknya akan menyurati kepala dinas masing-masing untuk diambil tindakan.

"Dari puluhan yang telah terjaring itu sekitar 82 orang mereka memilih sanksi sosial dan teguran tertulis sesuai aturan yang berlaku," sebut Muhammad Husin. (rn/abr)

Monday, October 19, 2020

Di Aceh Hanya Aceh Timur yang Masih Zona Kuning Covid-19

Di Aceh Hanya Aceh Timur yang Masih Zona Kuning Covid-19

Sumber: Website Covid19.go.id

RILIS
.NET, Aceh Timur -
Berdasarkan pemutakhiran data kasus Covid-19 di website Covid19.go.id sejak 11 Oktober 2020, Kabupaten Aceh Timur tercatat satu-satunya daerah di Aceh yang masuk kategori risiko rendah atau zona kuning, sedangkan daerah lainnya berstatus risiko sedang atau zona orange kecuali Pidie Jaya yang masih risiko tinggi (zona merah).

Hal ini disampaikan dr. Edi Gunawan, MARS selaku Jubir Satgas Covid-19 Aceh Timur, pada Minggu (18/10/2020).

"Perhitungan peta zonasi risiko ini secara nasional dilakukan dengan mengukur indikator-indikator pelayanan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan," kata dr. Edi Gunawan.

Masih kata dr Edi, indikator tersebut yaitu sisi epidemiologi (penurunan jumlah kasus), surveilans kesehatan masyarakat (jumlah pemeriksaan sampel), dan pelayanan kesehatan (tingkat jumlah tempat tidur rumah sakit rujukan).

"Walaupun kita di zona kuning namun tindakan pencegahan dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19 tetap wajib dilaksanakan, karena virus Corona tersebut saat ini sudah merata di seluruh Indonesia khususnya di Aceh," imbau dokter yang juga Ketua Tim Ahli Satgas Covid-19 Aceh Timur.

Selain itu, data terkini kasus Covid-19 di Aceh Timur terhitung Minggu, 18 Oktober 2020 jumlah suspek baik ODP dan PDP tinggal 3 orang dimana 96 dari 99 ODP selesai Pemantauan dan 13 dari 16 PDP juga telah sembuh.

"Untuk 77 kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19, 61 dinyatakan sembuh selesai pemantauan, sedangkan 16 lainnya tercatat 9 orang isolasi mandiri, 3 dalam perawatan RSU dr. Zainal Abidin Banda Aceh dan 4 sisanya dirawat di RSUD dr. Zubir Mahmud Idi," ungkap dr Edi Gunawan. (rn/abr)

Tuesday, September 8, 2020

295 Pengungsi Asal Rohingya Kembali Mendarat di Aceh

295 Pengungsi Asal Rohingya Kembali Mendarat di Aceh

Imigran Asal Rohingya, saat berada di Ujung Blang Lhokseumawe
RILIS.NET, Aceh Utara - Sebanyak 295 orang pengungsi asal Rohingya kembali mendarat di Aceh, Senin (7/9/2020).
Sebelumnya para manusia perahu ini sebanyak 99 orang sempat terombang-ambing sebelum di selamatkan oleh para nelayan asal Lancok Bayu, Aceh Utara.
Dikabarkan, sejumlah imigran yang mendarat kali ini di pantai Ujung Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, sebelumnya sempat terombang-ambing selama tujuh di laut lepas tanpa makanan yang cukup.
Sejumlah kapal nelayan dan KRI TNI AL tampak melintas di tepi Pantai Selat Malaka di kawasan setempat untuk mengintari kapal boat yang ditumpangi para imigran gelap itu, sampai akhirnya mereka merapat ketepian pantai Ujung Blang, pada Senin (7/9/2020), sekitar pukul 00.00 WIB dini hari. (rn/rd)

Tuesday, September 1, 2020

PT Triangle Pase Tak Tepati Janji, Warga Pante Bidari Datangi Ketua Fraksi Nasdem

PT Triangle Pase Tak Tepati Janji, Warga Pante Bidari Datangi Ketua Fraksi Nasdem

RILIS.NET, Aceh Timur - Perwakilan warga Desa Sah Raja dan Sijudo Kecamatan Pante Bidari Kabupaten Aceh Timur turun untuk menjumpai Anggota DPRK Aceh Timur H.Tarmizi Daud di Ibu Kota Kecamatan Pante Bidari, Senin (31/08/2020).

Perwakilan kedua Desa tersebut  bertemu dengan Wakil Rakyat dengan maksud untuk menyampaikan keluhan yang selama ini dirasakan warganya,  terutama terkait kerusakan jalan akibat operasional PT. Triangle Pase, yang selama ini permohonan warga seakan tak pernah digubris oleh pihak perusahaan untuk memperbaiki jalan.

Kedatangan perwakilan itu dijamu dan disambut baik oleh anggota DPRK Aceh Timur, H.Tarmizi Daud di salah satu Cafe di Lhok Nibong, adapun perwakilan terdiri dari kepala Desa Sijudo Alamsyah, Kepala Desa Sah Raja, Rajudin, kepala Dusun dan beberapa perangkat desa lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Keuchik Sijudo Alamsyah menyampaikan keluhan masyarakat nya terhadap kondisi jalan yang hancur akibat dilewati alat berat milik PT. Triangle Pase.Inc.

"Padahal mereka telah berjanji kepada masyarakat akan memperbaiki jalan yang rusak, tapi kenyataan sampai hari ini janji tersebut tak pernah ditepati,” kata Alamsyah.

Kata Alamsyah, masalah ini pernah disampaikan ke Kantor Triangle Pase ke Jakarta, dan mereka menyanggupi nya asalkan ada rekomendasi Badan Pengelolaan Migas Aceh (BPMA), tapi sampai hari ini belum ada realisasi apakah tertahan di BPMA.

“PT Tringle Pase harus memperhatikan masyarakat lingkar operasi (tambang), masyarakat mengharapkan perbaikan jalan sepanjang 9 km, jika ada kegiatan kordinasikan dengan pihak kami, supaya tidak ada selisih paham, jangan nanti masyarakat berpikir kami pimpinan Desa, sudah dapat sesuatu dari pihak perusahaan,” ujar Rajudin selaku orang nomor wahid di Desa Sah Raja itu.

Menanggapi keluhan warga kedua, Desa Sijudo dan Sah Raja Ketua Fraksi Nasdem DPRK Aceh Timur mengatakan pihaknya sudah mendengarkan secara langsung apa yang menjadi tuntutan warga terkait persoalan dengan Pihak PT. Triangle Pase.

“Pada prinsip nya saya menampung aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat, selanjutnya kami akan panggil secara resmi pihak manager PT. Triangle ke DPRK Aceh Timur untuk meminta penjelasan,” tegas Taprang Panggilan akrap H.Tarmizi Daud.

Menurut Taprang ia akan mengkordinasikan dengan pimpinan dan rekan Dewan lainnya, untuk mengatur jadwal pemanggilan pihak Perusahaan Triangle Pase.

Sekedar diketahui, PT.Triangle Pase.inc merupakan perusahaan asal Australia sejak tahun 2009 yang melakukan ekplorasi gas di Blok Pase bekas sumur PT.Arun LNG di Cluster A1 Dusun Sijuek Desa Sijudo dan Cluster A8 antara Desa Sijudo dan Sah Raja.

Pada tahun yang sama, Triangle Energy (Global) Ltd mengambil alih blok tersebut dan berubah nama menjadi Triangle Pase Inc. Pada 12 Februari 2012, PSC Blok Pase telah berakhir dan Triangle Pase ditunjuk untuk mengelola sementara selama enam bulan sampai adanya kontraktor yang definitif selagi mengupayakan agar perpanjangan PSC dapat diberikan kepada TPI.

Dalam mengupayakan perpanjangan PSC Blok Pase, Triangle Pase menggandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Aceh sebagai mitra dengan memberikan saham partisipasi sebesar 25% untuk Blok Pase. Pada Juli 2013, Triangle Pase menandatangani kesepakatan pendirian perusahaan patungan dengan Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) untuk mengoperasikan Blok Pase secara bersama-sama.

Pada 2014, Triangle Pase menutup sumur produksi dikarenakan produksi yang terus menurun dan bersamaan dengan berakhirnya perjanjian jual beli gas dengan Arun. Namun pada Mei 2015, Triangle Pase mendapatkan perpanjangan PSC atas blok Pase selama 20 tahun terhitung efektif sejak 12 Februari 2012 hingga 11 Februari 2032.

Pada awal 2016, Triangle Energy (Global) melepas kepemilikannya 100% di Triangle Pase kepada Enso Asia Inc. Kemudian pada Maret 2018, Triangle Pase beroperasi kembali untuk mengalirkan gas dari sumur existing ke wilayah Medan melalui Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai pembeli. (rn/alman)

Sunday, August 30, 2020

PAS Bawa Pulang Jenazah Efendi Nurdin dari Lamongan ke Sawang

PAS Bawa Pulang Jenazah Efendi Nurdin dari Lamongan ke Sawang

Jenazah M.Nahwani saat tiba di rumah duka Desa Lhok Bayu (Foto: Ist)
RILIS.NET, Aceh Utara - Isak tangis keluarga pecah disaa detik-detik menyambur kedatangan rombongan PAS yang mengiringi mobil jenazah Almarhum M.Nahwani Sampai di rumah duka didesa Lhok Bayu kecamatan Sawang kabupaten Aceh Utara sekitar pukul 23.00 WIB, Minggu (29/08/2020)

Terlihat antusias masyarakat Desa Lhok Bayu dan sekitarnya berdatangan menyambut kedatangan jenazah yang diantarkan oleh rombongan relawan Persatuan Aceh Serantau (PAS) daribJakarta.

Jenazah Almarhum Efendi Nurdin diantarkan oleh relawan Persatuan Aceh Serantau kerumah duka di Gampong Lhok Bayu. kecamatan Sawang kabupaten Aceh Utara.

Tokoh masyarakat Sawang Efendi Nur mengatakan, ia begitu mendapat informasi terkait meninggalnya seorang warga Sawang di Lamongan Jawa Timur, pihaknya langsung membangun komunikasi dengan anggota PAS di Aceh Utara, dan selanjutnya di teruskan kepada ketua PAS H. Akhyar Kamil, SH.

"Kemudian beliau membangun komunikasi ke Lamongan juga ke pihak yang bisa untuk membangun mediasi sehingga proses pemulangan bisa dilakukan secepat mungkin," ujar Efendi, Minggu (30/8/2020)

Sementara Keuchik Gampong Lhok Bayu  mengucapkan ribuan terimakasih kepada Persatuan Aceh Serantau dibawah pimpinan bapak H. Akhyar Kamil.SH yang telah memulangkan Almarhum M. Nahwani dan membantu segala biaya yang ditimbulkan, sebutnya.

"Masyarakat Sawang sangat berterimakasih dan tentunya seluruh masyarakat Aceh baik yang ada di Aceh atau di rantau, Karena PAS Bukan hanya untuk warga sawang saja yang dilakukan seperti ini tapi banyak warga juga untuk warga lainnya, PAS selalu bergerak cepat secepat kilat dalam membantu warga Aceh yang tertimpa musibah," ungkapnya. (rn/alman)
GRAM Kecam Aksi Pembacokan oleh Oknum Keuchik Terhadap Warganya

GRAM Kecam Aksi Pembacokan oleh Oknum Keuchik Terhadap Warganya

RILIS.NET, Aceh Utara - Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Rakyat Aceh Membangun (LSM-GRAM) Muhammad Azhar mengecam keras aksi main hakim sendiri yang dipertontonkan oleh Keuchik Desa Pulo Yusuf KitKecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara Yusuf Foni.

"Kita berharap kepada penegak hukum agar kasus ini dapat diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, korban juga merupakan ketua Aliansi Indonesia Muhammad Azhari," ujarnya via whatsapp, Minggu (30/08/2020).

Ia menambahkan, pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dihadapan penegak hukum.

"Kita percaya penuh terhadap penegak hukum, untuk bekerja secara profesional sesuai dengan tugas yang telah diembannya," sambung Azhar.

Diketahui korban merupakan Ketua Aliansi Indonsia yang bertugas di Wilayah Aceh Utara, sementara pelaku merupakan seorang kepala Desa pulo kito bernama Yusuf Doni.

Akibat dari pembacokan dengan menggunakan parang tersebut, lengan korban bersimbah darah dengan luka sayat yang sangat serius dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit umum Cut Mutia lhokseumwe.

Sementara Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto melalui Kapolsek Meurah Mulia, IPDA Sirya Ikbal kepada media mengatakan, menurut keterangan dari korban bahwa Pada hari sabtu tanggal 29 Agustus 2020 sekira pukul 19.30 WIB,  korban keluar dari rumah tepatnya di Desa Pulo Kito Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara.

"Saat itu ia hendak menuju ke Simpang Rangkaya, sesampai di Desa Ujong Reuba tiba-tiba dari arah belakang datang saudara Yusuf Doni dengan menggendarai sepeda motor sambil memegang parang dan menyalip korban serta menabrak korban dari samping hingga korban terjatuh," ujar Kapolsek

Selanjutnya saudara Yusuf Doni langsung menghayunkan parang ke arah leher akan tetapi korban menangkisnya dengan kedua tangannya sehingga kedua tangan korban terluka, "kemudian korban langsung meminta tolong dan sodara Yusuf Doni akhirnya melarikan diri. Kemudian korban di bantu oleh masyarakat dan di bawa k rumah sakit Umum Cut Meutia," jelasnya.

Untuk mempertanggung jawab perbuatannya, Geuchik Pulo Kito diinfomasikan telah menyerahkan diri ke Mapolsek Meurah Mulia, sejauh ini motif pembacokan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian setempat. (rn/alman)
Oknum Geuchik di Aceh Utara, Bacok Warganya dengan Parang

Oknum Geuchik di Aceh Utara, Bacok Warganya dengan Parang

Warga Gampong Pulo Kito terluka akibat kena bacok dilengannya (Foto: Ist)
RILIS.NET, Aceh Utara - Seorang warga Gampong Pulau Kito, Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara, dibacok oleh seorang oknum Geuchik setempat dengan sebilah parang pada Sabtu (29/08/2020) malam.

Diketahui korban merupakan Ketua Aliansi Indonsia yang bertugas di Wilayah Aceh Utara, sementara pelaku merupakan seorang kepala Desa pulo kito bernama Yusuf Doni.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto melalui Kapolsek Meurah Mulia, IPDA Sirya Ikbal kepada media mengatakan, menurut keterangan dari korban bahwa Pada hari sabtu 29 Agustus 2020, sekira pukul 19.30 WIB, korban keluar dari rumah tepatnya di desa Pulo kito Kecamatan Meurah Mulia Kabupaten Aceh Utara.

"Korban hendak menuju ke Simpang rangkaya, sesampai di Desa Ujong Reuba tiba-tiba dari arah belakang datang saudara Yusuf Doni dengan menggendarai sepeda motor sambil memegang parang, dan menyalip korban serta menabrak korban dari samping hingga korban terjatuh," ujar Kapolsek.

Selanjutnya Sambung Kapolsek, saudara Yusuf Doni langsung menghayunkan parang ke arah leher akan tetapi korban menangkis dengan kedua tangannya sehingga kedua tangan korban terluka.

Akibat dari pembacokan dengan menggunakan parang tersebut, lengan Korban bersimbah darah dengan luka sayat yang sangat serius dan sedang menjalani perawatan dari rumah sakit umum Cut Mutia lhokseumwe.

"Korban langsung meminta tolong dan Yusuf Doni (pelaku) seketika hmelarikan diri. Kemudian korban di bantu oleh masyarakat dan di bawa ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia," jelasnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, Geuchik Pulo Kito diinfomasikan telah menyerahkan diri ke Mapolsek Meurah Mulia, sejauh ini motif pembacokan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian setempat. (rn/alman)

Saturday, August 29, 2020

Diduga Kelola ADG Tidak Transparan, Warga Tanjong Ara Jambo Aye Gelar Aksi Damai

Diduga Kelola ADG Tidak Transparan, Warga Tanjong Ara Jambo Aye Gelar Aksi Damai

RILIS.NET, Aceh Utara - Diiduga tidak transparan mengelola Alokasi Dana Gampong (ADG) tidak transparan, seratusan masyarakat Gampong Tanjong Ara, Kecamatan Jambo Ayee, Kabupaten Aceh Utara, menggelar aksi damai di halaman Meunasah Gampong setempat, Sabtu (28/8/2020), malam.

Baliho pernyataan masyarakat terpasang jelas dipintu gerbang Meunasah Tanjong Ara yang bertuliskan, "Kepada yang terhormat bapak Geusyik Gampong Tanjong Ara, Neutulong Peugoet Rapat Umum Sigoe di Muelasah, (kepada yang terhormat Bapak Geusyik Gampong Tanjong Ara tolong diadakan rapat umum sekali di Meunasah), bunyi salah satu tulisan yang dibentang oleh warga.

Selain itu ada juga spanduk yang bertuliskan "Kami tidak ada rencana dan maksud menurunkan Keuchik, justru kami ajak pak Keuchik naik keatas Meunasah untuk tukar pendapat dan informasi persoalan Gampong," tulis warga dibagian spanduk lainnya.

Koordinator aksi Hery Tanjong dihadapan para peserta aksi mengatakan, pengelolaan anggaran Gampong Tanjong Ara sangat meresahkan, dikarenakan semua program kegiatan yang menggunakan anggaran negara itu warga tidak pernah tahu dan tidak pernah ada rapat.

“Kalau Gampong lain, dikelola secara transparan, namun disini tidak terbuka dengan masyarakat, kenapa bisa seperti ini," ujar Hery Tanjong.

Hery menambahkan pihaknya tidak punya rencana dan maksud untuk menurunkan Keuchik. "Justru kami meminta Keuchik untuk datang ke Meunasah, biar kita tukar-tukar pendapat terkait informasi dan permasalahan Gampong," sambungnya.

Dalam aksi damai itu Keuchik Gampong tidak hadir, dari unsur Tuha puet hanya satu orang yang hadir, padahal sudah di undang kata koordinator aksi damai, Sejumlah warga sudah mendatangi rumah Keuchik, namun tidak berada dirumah.

Menanggapi perihal aksi damai warga Gampong Tanjong Ara, Camat Jambo Ayee Ismuhar kepada media mengatakan, pihaknya bersama Muspika menyampaikan saran kepada Tuha Peut dan Keuchik untuk menampung aspirasi pemuda, guna melaksanakan rapat umum dalam waktu dekat.

"Saran kita kepada Tuha Peut agar membuat rapat dalam waktu dekat, dan akan kita dampingi," kata Ismuhar.

Sampai berita ini ditayangkan, media ini belum mendapatkan konfirmasi dari pihak Keuchik Tanjong Ara karena saat dihubungi media RILIS.NET, Hp-nya tidak diangkat. (rn/alman)

Wednesday, August 26, 2020

Puluhan Warga Matang Reubek Langkahan Butuh Bantuan Rumah Layak Huni

Puluhan Warga Matang Reubek Langkahan Butuh Bantuan Rumah Layak Huni

RILIS.NET, Aceh Utara - Puluhan Wagara Matang Reubek Langkahan, Aceh Utara utuh bantuan rumah layak huni.

Meeka ada yang masih menempati Rumah Tidak Layak Huni (RTH) yang terdapat di Gampong Matang Reubek, Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara, Rabu (26/8/2020).

Rumah tidak layak huni tersebut sangat butuh perhatian serius dari pemerintah untuk dibangunkan rumah layak huni, karena sejauh ini RTH tersebut belum tertampung pembangunannya oleh Dana Gampong Matang Reubek.

Geuchik Matang Reubek Musliadi kepada media ini mengatakan, ada sekitar 40 kepala keluarga masih menempati rumah yang tidak layak huni, bahkan ada beberapa keluarga yang masih menumpang dirumah orang tuanya, karena belum mampu membangun rumah sendiri akibat keterbatasan ekonomi.

Sementara sejumlah anggota keluarganya saban hari terus bertambah, ditambah lagi kebutuhan ekonomi semakin bertambah dan mendesak, terlebih lagi saat pandemik sekarang ini.

"Sejauh ini, ada sekitar 40 orang warga Matang Reubek yang butuh bantuan rumah layak huni, namun belum tertampung pembangunan dengan Dana Gampong" ujar Geuchik Musliadi.

Geuchik Musliadi menambahkan, persoalan ini harus adanya solusi dari pihak pemerintah untuk membantu warga Matang Reubek. "Supaya warga yang kurang mampu ini dapat sedikit bernafas lega," tutur Keuchik Mus.

Ketua Acheh Future lewat Koordinator Aceh Utara, Alman Falki, menyatakan pihaknya juga telah menerima informasi terkait Rumah Layak Huni di Matang Rubek.

"Kami Lembaga Acheh Future sudah menerima data tersebut dan akan membantu mendata RTH yang ada di Gampong Matang Rubek setelah itu kami mencoba untuk membangun komunikasi dengan pihak  TKP2K BAPEDA Aceh dan Dinas Perkim Aceh" Ujar Alman

Karena ini merupakan salah satu program pemerintah, apalagi menyangkut kebutuhan hajat masyarakat, tentunya semua pihak kiranya harus mendukungnya," Tutupnya (rn/alman)

Monday, August 24, 2020

Merajala Lela, Di Cot Girek Bimtek  Keuchik ke Sabang Dikecam LSM GRAM Aceh Utara

Merajala Lela, Di Cot Girek Bimtek Keuchik ke Sabang Dikecam LSM GRAM Aceh Utara

Ketua LSM GRAM Azhari
RILIS.NET, Aceh Utara - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Rakyat Aceh Membangun (GRAM) kembali mengkritisi kebijakan Keuchik di Aceh Utara yang dinilai terlalu menilip dana desa dengan alasan pelatihan dan bimbingan teknis.

Ketua GRAM Azhari mengatakan, program penguatan kapasitas perangkat Desa yang di ikuti 23 Desa se- Kecamatan Cot Girek Kabupaten Aceh Utara misalnya, yang berlangsung selama 3 hari 23 sampai 26 Agustus 2020 di Kota Sabang.

"Itu menunjukkan sejauh mana tingkat tanggung jawab dan moralitas seorang Geuchik yang begitu rendah untuk dipertontonkan kepada masyarakat sendiri. Disaat masyarakat yang sedang dihantui ketakutan, dengan kehidupan serba susah dan ekonomi sedang  morat-marit ditengah ancaman pandemi Covid-19, para Geuchik dan perangkat justru asyik jalan-jalan dengan dalih program bimtek, wajah mereka begitu senang, bangga dan sembringah menghambur-hamburkan Dana Desa, hal ini menunjukkan bahwa mereka tidak ada lagi rasa malu" urai Ketua GRAM Azhati.

Menanggapi program Bimtek yang dilakukan sejumlah Geuchik, Azhari menilai bahwa pemimpin bukan hanya mengandalkan kecerdasan, tapi yang sangat penting memiliki tanggung jawab, peka dan punya moralitas yang tinggi, sehingga mengetahui kebijakan mana yang seharusnya dikukan untuk kemaslahatan rakyatnya sendiri, terutama saat situasi bencana pandemi Covid-19 yang sedang melanda.

"Bila melihat kebijakan yang dilakukan sejumlah Geuchik di Kecamatan Cot Girek, mengikuti Bimtek ke Sabang dalam situasi ancaman pandemi covid-19 apalagi nenggelontorkan dana desa capai Rp, 30 juta perdesa, sedangkan masyarakat saat ini sedang berjuang dan melepaskan diri dari ancaman virus yang sangat menakutkan, namun pemimpin mereka sendiri happy dan asyik menjalan program yang tak populis saat ini," sambung Azhari.

"Program Bimtek ini terkesan sengaja dipaksakan, seharus dana tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya yang paling mendesak, apalagi ancaman pandemi belum ada tanda akan berakhir. Namun sayang penegak hukum maupun pihak berwenang terkesan melakukan pembiaran terhadap niat kebijakan mereka, sehingga banyak pihak menuding oknum ditingkat kecamatan dan forum Keuchik juga ikut bermain untuk memuluskan programnya itu," ujar Azhari.

Sementara itu Ketua Forum Keuchik Cot Girek Ibrahim yang ingin dimintai konfirmasi oleh media RILIS.NET terkait laporan Ketua LSM GRAM Aceh Utara, tidak berhasil ditemui, begitupun upaya melalui sambungan telpon yang dilakukan tidak diangkat juga pesan via WhatsApp tak kunjung berbalas sampai berita ini ditayangkan. (rn/alman)

Monday, August 17, 2020

Sambut HUT RI ke- 75, DPC PDI Perjuangan Aceh Utara Bagi-Bagi Masker

Sambut HUT RI ke- 75, DPC PDI Perjuangan Aceh Utara Bagi-Bagi Masker

PDIP Aceh Utara Bagi-bagi Masker (Foto: Alman)
RILIS.NET, Aceh Utara - Pandemi Covid - 19  bukanlah penghalang untuk menyambut dan memeriahkan HUT RI ke 75, begitu halnya dengan DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Aceh Utara ada cara tersendiri dalam menyambut hari kemerdekaan itu.

Pasalnya, di era pandemi ini, berbagai cara dilakukan pemerintah untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid 19 itu, dalam hal ini DPC PDI Perjuangan Aceh Utara menengahi langkah pemerintah tersebut, dengan membagi-bagikan masker kepada masyarakat kecil hingga sampai ke Desa-Desa Pedalaman, yang dibagikan langsung oleh Muhammad Azhar selaku ketua DPC PDI Perjuangan Aceh Utara

Muhammad Azhar  selaku Ketua DPC PDI Perjuangan Aceh Utara kepada Rilis.Net mengatakan. "Penyerahan Masker ini merupakan bentuk kepedulian PDI Perjuangan Aceh Utara untuk mendukung program pemerintah dalam memutuskan mata rantai penyebaran Covid 19 Di Aceh Utara secara khusus, dan Aceh Umumnya" apalagi dengan kondisi Aceh saat ini yang semakin memprihatinkan dengan kasus covid 19 yang semakin meningkat Papar Pria yang dikenal dengan Azhar GRAM itu.

Alumni Sekolah Demokrasi Aceh Utara ini juga menambahkan, bahwa melawan Covid-19 merupakan tugas kita bersama, saling support, saling bantu, serta mengikuti himbauan dari protokoler, mengingat bahwa Covid-19 ini merupakan pandemi yang dapat menyerang siapa saja, kapan saja, dan dimana saja, serta tidak mengenal jabatan, usia, jenis kelamin, Bangsa, serta Agama, semua bisa saja terjangkit, penyataan ini hampir setiap kesempatan saya  sampaikan" cetus Azhar

Saya selalu berharap dan menadah do'a supaya pandemi ini cepat berlalu, kiranya warga mau bersama-sama menjaga kesehatan.

"Semoga kita semua tetap dan selalu dalam lindungan Allah SWT dan dijauhkan dari bencana ini," tutupnya. (rn/alman)