Showing posts with label Aceh Barat. Show all posts
Showing posts with label Aceh Barat. Show all posts

Monday, May 2, 2022

Hilal Tak Terlihat, Sebagian Masyarakat Aceh Barat Tak Lebaran Besok

Hilal Tak Terlihat, Sebagian Masyarakat Aceh Barat Tak Lebaran Besok

Ilustrasi (Foto: Antara
RILIS.NET, Aceh Barat - Sebagian masyarakat di Kabupaten Aceh Barat, tidak merayakan hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah, Senin (2/5/2022) esok.

Bahkan mereka memutuskan untuk melanjutkan puasa lantaran hilal di sejumlah daerah dalam Provisi Aceh masih belum terlihat.

Seperti terlihat di Desa Langgung, Kecamatan Mereubo, Kabupaten Aceh Barat. Masyarakat di sana masih melakukan ibadah salat Tarawih di Masjid.

Selain Desa Langgung, Desa Pasi Masjid, Kecamatan Mereubo dan Desa Padang Seurahet, Kecamatan Johan Pahlawan, juga masih menggelar salat Tarawih di Masjid dan tidak berlebaran esok, dimana sesuai dengan ketetapan pemerintah.

Tokoh masyarakat Desa Langgung, Safrizal, menjelaskan, pihaknya ikut dalam memantau tampaknya hilai di Desa Suak Geudeubang, Kecamatan Samatiga, karena belum terlihat maka diputuskan untuk tidak berlebaran pada esok hari.

"Karena hilal belum terlihat, tadi kita sudah sama-sama menyaksikan dan memantaunya, dibeberapa daerah tidak ada hilal yang terlihat, jadi diputuskan untuk tidak berlebaran besok, dan masih berpuasa," kata Safrizal seperti dilansir AJNN pdaa Minggu (1/5/2022).

Safrizal mengatakan, pihaknya masih patuh terhadap keputusan pemangku agama di daerahnya, yang menetapkan puasa masih berlanjut besok.

Sehingga pertimbangan untuk tidak ikut dalam berhari raya 1443 Hijriah tetap diterapkan oleh masyarakat Desa Langgung.

"Kita kan patuh terhada guru (guru agama), berarti kita tetap berpuasa besok," pungkasnya. (*)


Sumber: AJNN

Wednesday, April 6, 2022

Naas, Satu Unit Truck Bermuatan Sembako Jatuh ke Laut di Pelabuhan Aceh Barat

Naas, Satu Unit Truck Bermuatan Sembako Jatuh ke Laut di Pelabuhan Aceh Barat

Foto: tangkapan layar video
RILIS
.NET, Aceh Barat -
Satu unit truck jatuh ke laut saat naik ke Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Teluk Sinabang di Pelabuhan Kuala Bubon, Aceh Barat pada Rabu (6/4/2022), sekira pukul 12.00 WIB.

Truk naas itu mengangkut bahan pokok tujuan ke Pulau Simeulue, Provinsi Aceh, saat akan memasuki kapal di dermaga Pelabuhan Penyeberangan Meulaboh, kawasan Desa Gampong Cot, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat.

Video amatir detik-detik truck terjun ke laut ini pun akhirnya viral di media sosial.

"Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun truk beserta muatan sudah tenggelam ke laut," kata Kapolres Aceh Barat AKBP Andrianto Argamuda SIK melalui Kapolsek Samatiga, Iptu Pipin Panggabean.

Ia juga mengakui bahwa kasus tersebut saat ini sedang dalam penyelidikan petugas kepolisian setempat. (rn/red)

Tuesday, April 5, 2022

Puluhan Sepmor Knalpot Brong Kembali Terjaring Razia Satlantas Polres Aceh Timur

Puluhan Sepmor Knalpot Brong Kembali Terjaring Razia Satlantas Polres Aceh Timur

Petugas melakukan rasza knalpot (Foto: Ist) 
RILIS
.NET, Aceh Timur -
Puluhan Sepeda motor berknalpot brong kembali diamankan polisi dari jalan lintas Nasional Medan- Banda Aceh, tepatnya di pusat pemerintahan serta di kota Idi Rayeuk, Aceh Timur, Senin (4/4/2022) malam.

Razia motor bersuara bising itu digelar setelah polisi mendapatkan laporan warga yang merasa terganggu.

”Banyak aduan dari masyarakat yang resah karena motor knalpot brong di lokasi itu,” kata kasat lantas polres Aceh Timur Iptu Trisnawati

Razia malam itu dilakukan sejumlah anggota polisi berpakaian preman. Kemudian, satu per satu motor dengan knalpot tak standar diamankan. Pengendara yang terjaring dimintai keterangan dan dicek kelengkapan surat-surat kendaraannya.

Serta tidak ketinggalan, dihadiahi surat bukti pelanggaran (tilang). ”Total ada 11 motor yang diamankan,”ujar Iptu Trisnawati

Usai razia, puluhan unit kendaraan berknalpot brong itu diamankan ke satlantas,motor tersebut diperbolehkan diambil dengan sejumlah syarat. Salah satunya, pemilik harus mengganti dengan knalpot standar. ”Kalau knalpot tidak diganti standar, tidak boleh diambil,” tegasnya.

Iptu Trisnawati menambahkan, razia motor knalpot brong juga dilakukan pada momen Ramadan. Tujuannya agar masyarakat lebih nyaman dalam menjalankan ibadah di bulan puasa.”Razia seperti ini akan terus dilakukan,” pungkasnya. (rn/aqb)


Penulis: Aqbar

Thursday, March 3, 2022

Partai Aceh Sebut Revisi UUPA Bisa Jadi Bumerang Bagi Aceh

Partai Aceh Sebut Revisi UUPA Bisa Jadi Bumerang Bagi Aceh

Juru Bicara PA Nurzahri (Foto: Ist/Popularitas)

RILIS.NET, Banda Aceh - Perencanaan revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) terus dibicarakan dan mulai hangat diperbincangkan oleh publik.

Seperti diketahui sebelumnya, revisi UUPA tersebut kini sudah masuk dalam Program Legislasi Nasional (UUPA) DPR RI.

Juru Bicara (Jubir) Partai Aceh, Nurzahri menilai, Partai Nasional (Parnas) hanya menggemakan terkait persoalan dana Otsus. Padahal permasalahan dana Otsus malah tidak disebutkan sama sekali MoU Helsinki.

"Kalau wacananya hanya untuk perpanjang dana Otsus itu sebuah wacana yang salah," kata Nurzahri, seperti dilansir AJNN pada Kamis (3/3/2022). 

Nurzahri mengatakan, politisi Partai Nasional dari Aceh begitu menggebu dengan revisi UUPA, Partai Aceh (PA) justeru menunjukkan sikap dingin. 

 "Dalam perjalanan waktu tidak terjadi proses berjalannya revisi dan tidak t5erjadi proses perubahan. Sebenarnya rakyat Aceh terus menunggu adanya perubahan UUPA yang sesuai MoU Helsinki," tuturnya. 

Kata Nurzahri, Partai Lokal (Parlok) yang menjadi wadah aspirasi politik kalangan eks pejuang Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini sangat mengedepankan sikap kehati-hatian dengan revisi UUPA. Partai Aceh mewanti-wanti revisi UUPA dapat menjadi bumerang bagi Aceh. 

"Dalam konteks hari ini, ternyata ada wacana ingin merevisi UUPA oleh DPR RI, tetapi konteksnya berbeda dengan keinginan rakyat Aceh. 

Kalau semangat yang kita lihat draf yang dikembang itu masih mengurangi kekurangan," ujarnya. 

 Nurzahri menambahkan, kalau rakyat Aceh harus bersatu, supaya tidak terjadi usaha oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan terjadinya perdamaian abadi di Aceh, dengan cara mengurangi kewenangan Aceh yang sudah didapatkan dalam UUPA walaupun tidak semua sesuai dengan MoU Helsinki. 

 "Ini tentunya bertentangan, saya pikir kita harus berhati-hati, rakyat Aceh, stakeholder yang ada di Aceh harus berhati-hati menanggapi masalah revisi ini," tuturnya. 

 Partai Aceh juga berharap, DPRA harus mengajak pihak-pihak GAM dalam diskusi membahas UUPA, karena GAM merupakan pihak dari perdamaian MoU Helsinki. 

"Myang paling utama konteks UUPA ini lahir karena adanya f, perdamaian itu antara GAM dan MB p Indonesia, sehingga GAM juga sebagai salah satu pihak yang terlibat jg f perdamaian ini," ucapnya.

Ia juga berharap, rakyat Aceh perlu merapatkan barisan, Gubernur Aceh juga harus bersikap dan juga Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), mengajak seluruh stakeholder yang ada di Aceh. (rn/red)


Tuesday, January 4, 2022

9 Pejabat Eselon II Pemkab Aceh Timur Dilantik, Berikut Nama-namanya

9 Pejabat Eselon II Pemkab Aceh Timur Dilantik, Berikut Nama-namanya

RILIS.NET, Aceh Timur - Sebanyak 9 Pejabat Eselon ll di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dilantik di Aula Sekretariat Kabupaten setempat pada Selasa (4/1/2022).

Prosesi pengambilan sumpah dilakukan oleh Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin HM Thaib SH melalui Sekda Aceh Timur Ir Mahyuddin MSi.

Saat pelantikan itu turut dihadiri oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Aiyub SKM MSi, serta Asisten Bidang Pemerintahan Keistimewaan dan Kesra Syahrizal Fauzi SSTP MAP, serta Kepala BKPSDM Aceh Timur T Didi Farisha SSTP MAP serta sejumlah tamu dan undangan lainnya.

Adapun 9 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik, sebanyak 5 orang dari hasil pelaksanaan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Pratama yaitu;

- Rudi Saputra SSTP MAP sebagai Kadis Pendidikan Dayah, jabatan sebelumnya sebagai Camat Idi Rayeuk.

- Syahril SSTP MAP sebagai Kadis Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, sebatan sebelumnya sebagai Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan pada Sekdakab.

- M Khairurradi SPd dilantik sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintah, Hukum dan Politik, sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

- Drh Cut Ida Mariya MAP dilantik sebagai Kadis Perikanan, sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris pada Inspektorat Daerah Kabupaten Aceh Timur.

- Erwin Atlizar STP MSi Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura, sebelumnya sebagai Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura.

sedangkan 4 orang lainnya dari hasil pelaksanaan Uji Kompetensi Pejabat Tinggi Pratama yakni;

- Iskandar SH dilantik sebagai Kepala Kesbangpol Aceh Timur, sebelumnya sebagai Kadis Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

- drh Muhammad Mahdi Kadis Perpustakaan dan Kearsipan, sebelumnya menjabat sebagai Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Aceh Timur.

- Ir Ahmad dilantik sebagai Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, sebelumnya sebagai Kadis Perpustakaan dan Kearsipan.

- Nauli SSTP MAP dilantik sebagai Kadis Komunikasi dan Informatika, sebelumnya menjabat sebagai Kadis Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Timur.

Pelantikan 5 orang pejabat eselon ll itu berdasarkan SK Bupati Aceh Timur Nomor. PEG.821.3/23/2021 tanggal 31 Desember 2021 serta empat pejabat ll lainnya sesuai dengan SK Bupati Aceh Timur Nomor. PEG.821.2/21/2021 tertanggal 06 Desember 2021.

Sekda Aceh Timur Ir Mahyuddin MSi usai melakukan pengambilan sumpah pada kegiatan itu mengatakan, Promosi dan mutasi jabatan adalah suatu kebutuhan sekaligus merupakan bagian dari proses pengembangan karir bagi Pegawai Negeri Sipil, untuk mewujudkan dan mengoptimalkan fungsi organisasi, dalam mewujudkan masyarakat Aceh Timur yang sejahtera dan bermartabat.

"Penetapan seseorang pada suatu jabatan dan seleksi untuk mendapatkan calon Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama terbaik dalam Pemkab Aceh Timur, sehingga pada hakikatnya merupakan wujud kepercayaan dan suatu kehormatan yang mengandung kewajiban, tugas dan tanggungjawab," sebut Ir Mahyuddin MSi.

Oleh karenanya tambah Sekda, kewajiban harus ditunaikan, tanggungjawab harus dipikul dan harus dilaksanakan.

"Perlu saya ingatkan, bahwa semakin tinggi suatu jabatan maka semakin berat beban kerja dan tanggungjawab yang harus diselesaikan, karennya sudah menjadi suatu keharusan bagi saudara untuk meningkatkan kemampuan dan menunjukkan prestasi kerja yang baik, guna mendukung visi dan misi Kabupaten Aceh Timur yang kita cintai ini," harap Sekda Aceh Timur Ir Mahyuddin MSi. (rn/red)

Sunday, October 31, 2021

Penembakan Pos Polisi Panton Reu Aceh Barat Diduga Didasari Motif Dendam dan Sakit Hati

Penembakan Pos Polisi Panton Reu Aceh Barat Diduga Didasari Motif Dendam dan Sakit Hati

Ilustrasi 
Aceh Barat -
Tim penyidik Polda Aceh melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap lima orang yang kini ditahan di Mapolres Aceh Barat terkait kasus penembakan Pos Polisi Panton Reu, Aceh Barat.

Adapun dugaan motif dari kelima orang yang ditangkap ini karena sakit hati dan dendam pada pihak kepolisian.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Winardy mengatakan kelima orang yang ditahan ini sempat melakukan tindak pidana perampokan pendulang emas di kawasan Aceh Barat.

Meski tidak ada laporan kejadian dari pihak korban, tim Satreskrim Polres Aceh Barat terus menelusuri keberadaan kelima orang tersebut.

Karena tidak terima diusik, mereka diduga melakukan penembakan pada Pos Polisi di Panton Reu, Aceh Barat.

Pihak Polda bersama Polres Aceh Barat terus mencari barang bukti dan menemukan alibi penembakan yang dilakukan oleh kelima orang terperiksa.

Sebelumnya, pos polisi di Aceh Barat ditembaki orang tak dikenal.

Suara tembakan ini terekam dari CCTV warga yang rumahnya berhadapan dengan Pos Polisi Panton Reu di Aceh Barat.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan 38 peluru dengan dua jenis kaliber yang berbeda.

Polisi juga menemukan 6 proyektil peluru, yang berada di dalam tembok pos polisi, depan pintu masul dan satu buah dalam ruangan pos polisi.

Tak ada polisi yang menjadi korban dalam peristiwa penembakan ini.


Sumber: Kompas

Thursday, October 28, 2021

Pos Polisi di Gampong Manggi Aceh Barat Diduga Ditembak OTK

Pos Polisi di Gampong Manggi Aceh Barat Diduga Ditembak OTK

RILIS
.NET, Aceh Barat -
Pos Polisi Panton Reu di Gampong Manggi, Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat, Aceh, diduga ditembak orang tak dikenal.

Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam penembakan itu.

"Dalam peristiwa tersebut, tidak ada korban jiwa," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (28/10/2021).

Penambakan terjadi sekitar pukul 03.15 WIB. Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah selongsong peluru dari senjata laras panjang.

Menurut Winardy, polisi masih mengumpulkan selongsong peluru di sekitar lokasi. Pos polisi telah dipasangi garis polisi.

"Saat ini kita masih melakukan olah TKP mengumpulkan barang bukti selongsong dan proyektil peluru yang menempel di dinding pos polisi dan pada satu unit mobil masyarakat yang diparkir di sekitar pos polisi," ujar Winardy.

Sejauh ini belum diketahui motif penembakan tersebut. Polisi masih melakukan penyelidikan.

"Kerusakan sementara masih diinventarisasi," sebut Winardy. (rn/rd)

Monday, August 9, 2021

 18 Petugas Ruang Pinere di RSUDCND Meulaboh Terpapar Covid-19

18 Petugas Ruang Pinere di RSUDCND Meulaboh Terpapar Covid-19

Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien (RSUDCND) Meulaboh. Foto: AJNN/Darmansyah Muda.
Aceh Barat - Sebanyak 18 pegawai yang bertugas di ruang Penyakit infeksi new Emerging Re-emerging (Pinere) Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien (RSUDCND) Meulaboh terpapar Covid-19. 

Para staf yang bekerja di ruang Pinere yang terpapar Covid-19 ini terdiri dari tenaga medis, tenaga kesehatan hingga cleaning service. Para nakes dan tenaga medis yang terpapa Covid-19 tersebut saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di komplek perumahan dokter yang berada di Ujong Beurasok, Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan. 

Direktur RSUDCND Meulaboh, dr. Gunawan, Sp.A mengatakan dari 18 nakes dan tenaga medis yang terpapar Covid-19 tersebut, semua dalam keadaan stabil dengan kondisi diantara mereka ada yang mengalami gejala ringan hingga yang tidak bergejala.

“Totalnya itu ada dokter empat, perawatnya delapan, bidan dua, adm (adminstrasi) satu, analis satu dan cleaning servisnya dua dengan total 18 orang,” kata dr. Gunawan, Sp.A. 

Kata dia, sebelumnya dari 18 orang tersebut ada sejumlah petugas yang harus dirawat. Akan tetapi, saat ini semua telah stabil dan hanya menjalani isolasi mandiri. 

Meski 18 staf terpapar Covid-19, kata dia, namun tidak menggangu pelayanan di ruang Pinere, sebab, saat ada petugas yang terpapar, pihaknya langsung melakukan perekrutan tenaga medis tambahan yang juga petugas di rumah sakit itu. 

"Saat ini jumlah tenaga medis di ruang pinere secara keseluruhan 18 orang," ungkapnya.


Sumber: AJNN





Friday, August 6, 2021

MTQ Aceh Barat berakhir, puluhan kafilah kecewa karena tidak dapat uang saku

MTQ Aceh Barat berakhir, puluhan kafilah kecewa karena tidak dapat uang saku

MTQ Aceh Barat ke-35 (Foto: Antara)
Aceh Barat -
Sebanyak 43 kafilah asal Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat yang menjadi juara kedua pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-35 Tahun 2021 tidak mendapatkan uang saku.

“Uangnya belum turun, belum cair dari Dinas Syariat Islam,” kata Camat Samatiga, Kabupaten Aceh Barat Murdani di Meulaboh, Kamis.

Ia mengakui akibat belum disalurkan dana tersebut menyebabkan para peserta yang telah mengikuti kegiatan tersebut sejak 1 hingga 5 Agustus itu kecewa.

Murdani mengakui dirinya belum bisa memastikan kapan uang saku peserta kepada 43 orang kafilah disalurkan, meski kegiatan tersebut telah berakhir.

“Kita lihat uang dulu, saya belum tahu kapan bisa disalurkan anggaran ini,” kata Murdani.

Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Barat Muhammad Isa mengatakan pihaknya sebagai penyelenggara kegiatan, tidak pernah menyediakan uang saku kepada masing-masing kafilah dari 12 kecamatan di Aceh Barat.

“Kami tidak pernah menyediakan uang saku selama kegiatan bagi peserta, itu hak masing-masing kafilah untuk memberikannya,” kata M Isa.

Ia mengakui, panitia hanya memberikan akomodasi dan penyediaan sarana selama kegiatan berlangsung termasuk pemberian uang tunai kepada peserta yang menjadi pemenang, tuturnya. (*)


Sumber: Antara

Sunday, January 31, 2021

Seorang Napi di Lapas Meulaboh Aceh Tertangkap Konsumsi Sabu

Seorang Napi di Lapas Meulaboh Aceh Tertangkap Konsumsi Sabu

BB yang disita di ruang tahanan Meulaboh (Foto: Antara)
RILIS
.NET, Aceh Barat -
Seorang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Meulaboh Kabupaten Aceh Barat berinisial NR (40), warga Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan tertangkap tangan saat mengonsumsi narkotika jenis sabu-sabu di dalam ruang tahanan.

Dari tangan pelaku, petugas menyita barang bukti berupa sisa narkotika jenis sabu-sabu seberat 0,5 gram serta alat isap.

“Kasus ini terungkap setelah petugas mendapatkan informasi adanya dugaan penggunaan narkotika di dalam ruang tahanan,” kata Kepala Lembaga Pemasyarakatan Meulaboh Sayid Syahrul yang dihubungi di Meulaboh, Sabtu (30/1/2021) malam.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, pihaknya membentuk tim, kemudian tim memantau ruang tahanan pelaku, lalu menggeledah kamar tahanan.

Petugas menemukan narkotika jenis sabu-sabu dari tangan pelaku NR, kemudian mengamankannya.

Menurut Sayid Syahrul, diduga diperoleh dari luar Lapas Meulaboh yang dilempar dari luar kompleks.

Kasus tersebut, kata dia, saat ini masih dalam penyelidikan petugas kepolisian dari Satuan Reserse Narkotika Polres Aceh Barat.

Sayid Syahrul menjelaskan bahwa NR sebelum menghuni lapas ini pernah menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan.

“Pelaku merupakan narapidana kasus narkotika dengan vonis 9 tahun. Dia baru 2 tahun menjalani kurungan,” kata Sayid Syahrul menambahkan.

Atas perbuatannya tersebut NR akan kembali menjalani proses hukum dengan perkara yang sama di Mapolres Aceh Barat.

“Saat ini pelaku NR masih kita tahan di Lapas Meulaboh dan menunggu keputusan dari penyidik terkait kasus ini,” demikian Said Syahrul.

 

Sumber: Antara