Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

Saturday, April 30, 2022

Lion Air Group Buka Suara soal Tiket Pesawat Jakarta-Aceh Rp9,6 Juta

Lion Air Group Buka Suara soal Tiket Pesawat Jakarta-Aceh Rp9,6 Juta

Sejumlah calon penumpang melintas tak jauh dari pesawat yang ada di apron Bandara Husein Sastranegara Bandung, Kamis (19/2). (ANTARA FOTO/Eric Ireng)
Banda Aceh -
Lion Air Group merespons tingginya harga tiket pesawat dengan rute penerbangan Jakarta-Aceh yang mencapai Rp9,6 juta jelang Lebaran 2022. Tingginya harga tiket itu karena sistem transit dan transfer bagi penumpang.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro menyebutkan sejauh ini pihaknya masih memberlakukan tarif sesuai dengan koridor ketentuan yang berlaku. Hanya saja semua kursi untuk penumpang jelang Lebaran kali ini habis.

"Masa liburan dan Lebaran Batik Air mengoperasikan penerbangan reguler dan menambah penerbangan (extra flight) non stop (tanpa henti) Jakarta ke Banda Aceh, namun semua kursi (seat) layanan penerbangan dimaksud sudah terjual habis," kata Danang dalam keterangannya, Jumat (29/4/2022).

Sehingga pihaknya memberikan alternatif kepada calon penumpang untuk dapat menuju Banda Aceh dengan transit dan transfer (singgah dan ganti pesawat) menggunakan maskapai lain melalui Bandar Udara Internasional Kualanamu.

Pada penerbangan Batik Air, kata Danang, jika harga tiket kelas ekonomi habis terjual dan masih tersedia kelas bisnis, maka akan terjadi kombinasi harga kelas bisnis dengan kelas ekonomi maskapai lain.

"Hal tersebut secara otomatis akan memunculkan harga jual total tiket dari keseluruhan sektor transit menjadi satu informasi harga tiket yang harus dibeli/dibayar oleh pemesan," ujarnya.

Kemudian ketersediaan kursi untuk penerbangan langsung akan tertera: N/A (atau tidak tersedia) dan Sold Out (terjual habis). Maka sistem pada mesin pencari pada website, aplikasi, tour and travel, ticketing office, call center akan menawarkan alternative lain.

"Sehingga nantinya muncul pilihan baru rute lain sebagai solusi agar pemesan bisa sampai di tujuan (melalui transit dan transfer-singgah di bandar udara tertentu sesuai rekomendasi sistem)," ucap Danang.

Sebelumnya, dilihat dari situs Traveloka, Agoda dan Tiket.com pada Kamis (28/4) pukul 13.00 WIB, harga tiket dari Jakarta ke Banda Aceh untuk keberangkatan pada tanggal 29 dan 30 April menggunakan maskapai Batik Air dan Wings Air senilai Rp9,6 juta. Kemudian pada 1 Mei, harga tiket pesawat menurun menjadi Rp6,7 juta.

Menyikapi hal tersebut, Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyurati beberapa maskapai penerbangan hingga langsung ke Presiden RI Joko Widodo.

Langkah itu dilakukan terkait tingginya harga tiket pesawat untuk penerbangan dari Ibu Kota Jakarta ke Aceh, termasuk selama momentum mudik Lebaran tahun ini. (*)


Sumber: CNN Indonesia

Tuesday, April 19, 2022

Selain Perbaiki Rakit, Bupati Rocky Bantu Sembako untuk Warga Simpang Jernih

Selain Perbaiki Rakit, Bupati Rocky Bantu Sembako untuk Warga Simpang Jernih

Penyerahan Sembako untuk Warga kurang mampu di Simpang Jernih (Foto: Diskominfo Aceh Timur)
RILIS
.NET, Aceh Timur -
Bupati Aceh Timur, H Hasballah Bin HM Thaib SH atau yang akrab disapa Rocky menyerahkan bantuan paket sembako untuk masyarakat didelapan desa dalam Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, Senin (18/4/2022).

Penyerahan paket sembako tersebut dilakukan disela-sela memantau rakit, sebagai alat transportasi warga di kecamatan tersebut yang tidak dapat lagi digunakan untuk mengangkut warga ke pusat kecamatan, akibat tali rakitnya terputus.

Sejumlah desa di Kecamatan Simpang Jernih ini harus menggunakan rakit sebagai alat transportasi untuk menyeberangi sungai ke pusat kecamatan.

Seperti Desa Pante Kera, Melidi, Tampur Paloh, Tampur Boor, HTI Ranto Naru, dan Desa Rantau panjang, warga Desa disini menjadikan rakit salah satu alat transportasi sehari-hari.

"Saya bersama Muspika Simpang Jernih melihat rakit yang talinya telah terputus, sehingga tak dapat digunakan lagi. Akibatnya masyarakat di enam Desa terkendala transportasi untuk menyeberang sungai ke pusat kecamatan," kata Bupati Rocky.

Bupati menambahkan, sehubungan kunjungan tersebut bertepatan dengan bulan Ramadhan, pihaknya menyerahkan sebanyak seratus paket sembako untuk warga kurang mampu di kecamatan Simpang Jernih.

Bupati Aceh Timur pada kunjungan itu juga mengatakan, pihaknya juga telah menganggarkan untuk pembangunan jalan Desa, agar perekonomian warga di kawasan ini bisa cepat berkembang.

"Selain untuk memperbaiki rakit yang rusak, kita sudah menganggarkan untuk membangun jalan desa. yang penting perekonomian warga lebih cepat berkembang. Mudah-mudahan Simpang Jernih ini jauh lebih bagus," harap Bupati Aceh Timur H Hasballah.

Dalam kunjungan tersebut, Rocky juga meminta kepada warga agar mengembangkan potensi yang ada di Simpang Jernih khususnya dibidang pertanian, sehingga ekonomi masyarakat lebih meningkat.

"Sudah banyak perubahan di Simpang Jernih dibidang pembangunan jalan," ujar Bupati Rocky yang turut didampingi Kadis Pekerjaan Umum, Muslim ST MSi.

Sementara Kadis PU Aceh Timur Muslim mengatakan pihaknya akan segera memperbaiki rakit yang telah putus tersebut, agar segera dapat digunakan kembali oleh warga setempat.

"Selama ini masyarakat di enam desa di Simpang Jernih menggunakan getek dan rakit sebagai alat transportasi untuk ke pusat kecamatan," kata Muslim.

Muslim menjelaskan, rakit yang tidak dapat beroperasi lagi tersebut sebelumnya dapat mengangkut kendaraan roda empat, sehingga perlu diperbaiki untuk kelancaran transportasi warga. (rn/red)

Tuesday, March 29, 2022

Emak-emak di Peureulak Aceh Timur Serbu Mapolsek

Emak-emak di Peureulak Aceh Timur Serbu Mapolsek

Kaum ibu serbu Pasar Murah untuk dapatkan minyak goreng di Mapolsek Peureulak, Selasa (29/3/2022) 
RILIS.NET, Aceh Timur - Sejumlah Emak-emak di Peureulak, Aceh Timur langsung menyerbu halaman Mapolsek setempat demi mendapatkan minyak goreng dengan harga yang relatif murah.

Tak hanya kaum hawa, para kaum adam juga rela antrian dan berdesakan untuk mendapatkan minyak goreng dalam operasi pasar murah yang digelar oleh Polres Aceh Timur, Selasa (29/3/2022).

Pantauan RILIS.NET, dalam waktu yang relatif singkat ratusan liter minyak goreng ini pun ludes terjual kepada warga yang mendatangi lokasi ini.

Kapolres Aceh Timur AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat SIK mengatakan, dalam operasi pasar kali ini pihaknya menyediakan seribu liter minyak goreng.

"Dalam operasi pasar murah ini warga hanya diperbolehkan membeli maksimal dua kantong minyak goreng kemasan merk Sunco yang dibanderol dengan harga Rp15 ribu rupiah," kata Mahmun Hari Sandy Sinurat.

Kapolres menyebutkan, pelaksanaan operasi pasar minyak goreng karena kebutuhan masyarakat lebih meningkat dibandingkan ketersediaan, dan juga harga dilapangan.

“Semoga dengan operasi pasar minyak goreng ini, bisa menjawab masalah kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah hukum Polres Aceh Timur," sebut Kapolres.

Menurutnya, dengan adanya operasi pasar murah minyak goreng ini, bisa membantu meringankan masyarakat.

“Saya berharap masyarakat tidak panik dengan kondisi saat ini, Polri akan membantu pemerintah dalam menyediakan kebutuhan pokok masyarakat, terutama minyak goreng ini agar lebih stabil," harap Kapolres Aceh Timur AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat SIK. (rn/red)

Wednesday, March 23, 2022

Kapolres Aceh Timur Salur Bantuan Tunai Kepada Para Nelayan dan Pedagang Kaki Lima

Kapolres Aceh Timur Salur Bantuan Tunai Kepada Para Nelayan dan Pedagang Kaki Lima

RILIS.NET, Aceh Timur - Polres Aceh Timur menyalurkan Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima, Warung dan Nelayan (BTPKLWN), program ini dari Pemerintah Pusat melalui Menteri Keuangan Republik Indonesia.

Bantuan ini diberikan kepada para pedagang kaki lima atau warung juga nelayan yang tidak tercover program pemerintah seperti Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) dan lain sebagainya. 

Penyaluran secara simbolis dilaksanakan oleh Kapolres Aceh Timur AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat SIK di Kantor Satpolairud yang dihadiri pejabat utama Polres dan Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Aceh Timur, Rabu (23/03/2022) pagi. 

Kapolres mengatakan, BTPKLWN merupakan program Kemenkeu RI yang penyalurannya melibatkan Polri sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat kepada pelaku usaha mikro dan nelayan di tengah pandemi Covid-19. 

“Kami dari Polri diberikan tanggung jawab untuk menyalurkan dana program BTPKLWN untuk pedagang kaki lima, warung dan nelayan yang belum menerima bantuan pemerintah, seperti BLT dan BST dan lainnya," ujar Kapolres. 

BTPKLWN yang diberikan sebesar Rp 600 ribu rupiah per orang. Jumlah masyarakat dalam wilayah hukum Polres Aceh Timur yang menerima bantuan ini sebanyak 19 ribu orang, yang terdiri dari nelayan, pedagang kaki lima serta warung. 

"Mekanisme pencairan akan berlangsung secara bertahap. Untuk tahap pertama ini akan disalurkan kepada 1.434 penerima BTPKLWN," kata Mahmun Hari Sandy Sinurat.

Dijelaskannya, sebelum bantuan ini disalurkan, para calon penerima sudah melalui tahapan verifikasi oleh Bhabinkamtibmas pada masing masing polsek yang selanjutnya verifikasi tersebut dilaporkan ke Mabes Polri dan Kemenkeu RI. 

“Semoga bantuan ini bermanfaat untuk modal tambahan usaha bagi penerimanya.” Terang Kapolres Aceh Timur AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat SIK (rn/rd)

Petani Binaan Medco E&P di Aceh Timur Panen Perdana Padi Organik

Petani Binaan Medco E&P di Aceh Timur Panen Perdana Padi Organik

RILIS
.NET, Aceh Timur -
Petani binaan Medco E&P di Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur melakukan panen perdana padi organik pada Rabu (23/3/2022).

Turut hadir pada kegiatan ini antara lain Muspika Banda Alam, Field Relation Manager Medco E&P, Aparatur Desa Panton Rayeuk T serta anggota kelompok tani.

"Saya melihat kegiatan ini bermanfaat untuk pengembangan ekonomi masyarakat. Semoga kegiatan ini dapat dilanjutkan dan makin banyak petani yang terlibat. Kegiatan ini juga sesuai dengan program pemerintah daerah,” ujar Muliadi Camat Banda Alam.

Salah seorang anggota kelompok tani Idris mengaku sangat bersyukur karena mendapatkan pendampingan padi organik dari Medco E&P.

Menurut Idris, panen kali ini selain meningkatkan hasil panen yang signifikan, juga dapat menghemat biaya produksi.

"Pendampingan yang dimulai sejak akhir 2021 pada lahan seluas 2 hektar ini, telah menerapkan budidaya pertanian komunitas padi dengan menggunakan pola tanam organik yang bebas zat kimia," tandas Idris Rabu (23/3/2022).

Sementara itu VP Relations & Security Medco E&P Arif Rinaldi menuturkan kegiatan ini merupakan salah satu program pemberdayaan yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Pola tanam organik ini dapat menguntungkan secara ekonomi dan menjaga kelestarian lingkungan karena memanfaatkan pupuk organik yang ada di desa," ujarnya. (rn/red)

Monday, March 21, 2022

Sumur Minyak Ranto Peureulak Harus Ada Perhatian dan Penanganan Khusus

Sumur Minyak Ranto Peureulak Harus Ada Perhatian dan Penanganan Khusus

Kasatreskrim Polres Aceh Timur AKP Miftahuda Dizha Fezuono, S.I.K. (Foto: Humas Polres Aceh Timur) 
RILIS
.NET, Aceh Timur -
Menurut sejarah, keberadaan sumur illegal di Ranto Peureulak ini sudah ada sejak lama bahkan sudah turun temurun yang sebenarnya adalah salah menurut hukum atau melawan hukum, namun demikian bukan hanya penegak hukum yang serta merta mengambil tindakan saja, tanpa adanya solusi atau kepastian yang jelas.

Hal itu disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Aceh Timur AKP Miftahuda Dizha Fezuono, S.I.K. pada saat audiensi bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), SKK Migas Perwakilan Sumbagut, Pertamina EP Ranto Panjang Aceh Tamiang, turut dihadiri Asisten II Sekdakab Aceh Timur, Muspika Kecamatan Ranto Peuereulak dan Perangkat Desa Gampong Mata Ie yang berlangsung di aula Kantor Camat Ranto Peureulak. Senin, (21/3/2022).

Dalam menyikapi hal ini, tambah Kasat Reskrim, harus ada wadah dari pemerintah, kami mengedepankan kearifan lokal bagi warga masyarakat Ranto Peureulak. Karena Hukum harus di tegakkan, namun harus melihat rasa keadilan dan menjaga Harkamtibmas di wilayahnya.

Lebih lanjut Kasat Reskrim mengatakan, hasil koordinasi Bapak Kapolres bersama Bupati Aceh Timur, Dandim 0104/Atim dan Muspika Kecamatan Ranto Peureulak, visi yang pertama berkoordinasi dengan BPMA, SKK Migas dan Pertamina EP Ranto Aceh Tamiang mencari solusi agar masyarakat bisa mencari rezeki dari minyak tersebut tanpa resiko hukum dan resiko kecelakaan kerja, ujar kasat Reskrim.

Menurutnya, penegakan hukum illegal drilling dilakukan tanpa ada kesepakatan atau wadah yang konkrit, itu hanya akan menyakiti masyarakat yang tidak memiliki wadah untuk mencari rezeki dari sumur minyak tersebut yang akan berefek terhadap kestabilan kamtibmas wilayah Ranto Peureulak bahkan Kabupaten Aceh Timur. Tidak menutup kemungkinan angka kriminalitas akan meningkat jika masyarakat tersebut tidak tau kemana mencari rezeki.

“Disini saya berbicara sebagai penegak hukum, akan tetapi tidak serta merta saya hanya menyatakan hal melawan hukum saja, namun tentang Kamtibmas dalam bidang sosial dan ekonomi. Tanpa ada tindakan dari seluruh lapisan untuk memikirkan, maka ini akan berlarut-larut dan terulang lagi karena tidak ada solusi” sebut Kasat Reskrim.

Ia mencontohkan wadah yang mungkin dapat di buat, apakah perusahaan atau Koperasi yang dapat memperkerjakan masyarakat tentang pengolahan minyak di Ranto Peureulak, sehingga masyarakat tidak kehilangan mata pencarian dan pemerintah mendapatkan hasil dari PAD, sehingga itu dapat terkemas dengan baik. Jelas Kasat Reskrim Polres Aceh Timur AKP Miftahuda Dizha Fezuono, S.I.K.

Sementara itu Staf Perwakilan dari SKK Migas Wilayah Sumbagut Departemen Operasi, Fikri menyampaikan pihaknya meninjau lokasi terbakarnya sumur minyak di Ranto Peureulak yang selanjutnya akan disampaikan ke pimpinan untuk dijadikan masukan upaya tindak lanjut.

Hal senada juga dikatakan oleh Humas dan Kelembagaan BPMA Zulfikar mengatakan, kalau dari BPMA sesuai perundang undangan pengelolaan migas di Aceh segala sesuatu itu harus didasari keamanan dan keselamatan.

Setelah kita meninjau dan mengamati lokasi, ternyata berada di pemukiman masyarakat dan ini sangat beresiko tinggi bila terjadi kegagalan operasi, jadi kami disini menilai perlu ada tindak lanjut khusus yang melibatkan semua unsur pemerintah untuk ambil peran apa yang harus dilakukan.

Intinya BPMA siap mensupport apa yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terhadap penanganan sumur minyak di Ranto Peureulak ini. Jelasnya. (rn,/ril)

Thursday, March 17, 2022

DPRK Sarankan Solusi Soal Tambang Minyak di Ranto Peureulak Aceh Timur

DPRK Sarankan Solusi Soal Tambang Minyak di Ranto Peureulak Aceh Timur

Ketua Komisi I DPRK Aceh Timur Azhari (Foto: Ist)
RILIS
.NET, Aceh Timur -
Ketua Komisi I DPRK Aceh Timur Azhari menyarankan Pemerintah Aceh dan DPRA agar dapat mempercepat pengesahan Qanun tentang pertambangan rakyat yang kabarnya sedang dibahas oleh DPR Aceh.

Pemerintah juga diminta terus berupaya mencari cara untuk mengakomodir keberadaan sumur-sumur minyak yang dikelola oleh masayarakat di Ranto Peuruelak, agar bisa memberikan kesejahteraan secara merata.

"Kita meminta agar pemerintah berupaya mencari solusi, terkait dengan keberadaan sumur minyak yang dikelola oleh masyarakat di Ranto Peureulak, sehingga adanya payung hukum (Qanun), serta dapat memberikan kesejahteraan kepada masyarakat, daerah maupun negara," saran Azhari dalam rilisnya yang diterima media ini, Kamis (17/3/2022).

Qanun ini juga diharapkan menjadi salah satu jalan untuk mengakhiri polemik pengelolaan sumur minyak rakyat di Aceh, yang menjadi tumpuan ekonomi masyarkat selama ini seperti di Ranto Peureulak, Aceh Timur.

"Penghentian kegiatan tambang minyak di Ranto Peureulak Aceh Timur ini bukan solusi bijak, mengingat kegiatan ini juga sudah sangat lama berlangsung, pastinya banyak sekali masyarakat yang tergantung ekonomi di sumur-sumur tua tersebut," tandas Azhari.

Azhari juga merasa khawatir, jika aktivitas masyarakat ini dihentikan akan berakibat pada hilangnya pekerjaan pada ribuan masyarakat yang selama ini bekerja di sumur minyak yang menjadi tempat warga bertahan hidup, apalagi saat ini sedang melanda bencana Pandemi Covid-19.

Politisi dari Fraksi Partai Aceh (PA) ini juga menyebutkan, Bencana Covid-19 telah mengakibatkan terhimpitnya perekonomian masyarakat, tak terkecuali di Aceh Timur.

"Banyak masyarakat yang menaruh harapan hidup pada tambang minyak yang dikelola turun-menurun secara tradisional, untuk itu harus ada solusi agar penambangan ini dapat meringankan beban hidup masyarakat setempat," harap Azhari yang juga Ketua DPS PA Kecamatan Ranto Peureulak (rn/red)

Wednesday, March 16, 2022

Polres Langsa Cek Ketersediaan Minyak Goreng di Sejumlah Toko Swalayan dan Pasar

Polres Langsa Cek Ketersediaan Minyak Goreng di Sejumlah Toko Swalayan dan Pasar

Polres Langsa Cek Kesediaan Minyak Goreng di Pasaran (Foto: Humas Polres Langsa)
RILIS
.NET, Langsa - 
Polres Langsa dan Diskoporindag, mengecek ketersediaan minyak goreng di toko swalayan dan pasar kota Langsa, Rabu 16 Maret 2022.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan distribusi minyak goreng kepada masyarakat berjalan dengan baik.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh kapolres Langsa AKBP Agung Kanigoro Nusantoro SH SIK MH, melalui Kasat Reskrim Iptu Krisna Nanda Aufa STrk MH didampingi Kabid Perdagangan dari Disperindag, Dewi Eka Wati.

Petugas mendatangi sejumlah Toko Swalayan dan Pasar yang ada di sejumlah lokasi di Kota Langsa.

“Kegiatan ini kita lakukan sebagai tindak lanjut perintah Bapak Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, mengenai pengawasan ketersediaan minyak Goreng bersama Kementerian Perdagangan,” jelas Kasat Reskrim.

Dari hasil pengecekan di beberapa Toko Swalayan dan Pasar yang ada di sejumlah kota Langsa untuk harganya, Rp 14.000 per liter. Sudah sesuai harga eceran tertinggi (HET) juga Rp 14.000 per liter.

Kasat Reskrim menegaskan, dari stok yang ada tersebut, ketersediaan minyak goreng di seluruh toko di wilayah kota Langsa masih aman. Sehingga tidak terjadi kelangkaan minyak di tingkat konsumen.

“Kita juga akan melakukan pengawasan dan pengecekan di toko-toko tradisional, mini market dan pusat perbelanjaan agar tidak terjadi penimbunan yang merugikan masyarakat,” tegasnya.

Dia memastikan, jika ditemukan adanya penyimpangan dalam proses distribusi minyak goreng ini, pihaknya akan melakukan tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku. Apalagi sampai ada yang berani melakukan penimbunan minyak goreng.

Upaya ini, lanjutnya, untuk mengawasi ketersediaan minyak goreng sebagai salah satu kebutuhan pokok masyarakat.

"Kita akan terus menindaklanjuti perintah Kapolri mengenai pengawasan distribusi minyak goreng kepada masyarakat agar berjalan aman," pungkasnya. (rn/ril)

Tuesday, March 15, 2022

 Rocky Minta HGU Harus Produktif untuk Kesejahteraan Masyarakat di Aceh Timur

Rocky Minta HGU Harus Produktif untuk Kesejahteraan Masyarakat di Aceh Timur

Rakor awal Gugus Tugas Reforma Agraria (Foto: Diskominfo Aceh Timur)
RILIS
.NET, Aceh Timur -
Pelaksanaan reforma agraria tahun 2022 di Kabupaten Aceh Timur dimulai dengan dilaksanakannya Rapat Koordinasi Awal Gugus Tugas Reforma Agraria (RAKOR I GTRA) Kabupaten Aceh Timur.

Dalam rakor ini Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin HM Thaib SH atau yang akrab disapa Rocky meminta HGU Harus Produktif untuk Kesejahteraan Masyarakat di Aceh Timur.

Rakor I ini sebagai penyampaian rencana aksi kegiatan GTRA tahun 2022 yang dilaporkan langsung oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Timur selaku Ketua Pelaksana Harian GTRA M Taufik SSi MM.

Pada laporannya M Taufik menyampaikan, bahwa ditahun kedua GTRA di Aceh Timur PADA tahun 2021, masyarakat sudah merasakan keberadaan GTRA di Aceh Timur terutama pada wilayah Gampong yang telah ditetapkan oleh Bupati sebagai Gampong Reforma Agraria, seperti di Gampong Kuala Parek dan Gampong Cek Mbon.

“Masyarakat Gampong Kuala Parek telah merasakan keberadaan GTRA, Gampong Cek Mbon juga, tahun ini kita targetkan Gampong Seumanah Jaya bisa kita tetapkan sebagai Gampong Reforma Agrari tahun 2022 dengan pengembangan konsep Ketahanan Pangan Nasional yaitu sebagai sentral jagung.” tambahnya.


Selanjutnya, Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin HM Thaib SH selaku Ketua GTRA Aceh Timur yang memimpin langsung rapat tersebut menuturkan Pada tahun 2022 ini ia turut berharap Gampong Seumanah Jaya bisa merasakan hal yang sama di tahun 2022 ini, hal itu demi kemajuan dan kemakmuran rakyat di Aceh Timur.

Bupati menargetkan ekonomi masyarakat di Kabupaten Aceh Timur dapat meningkat di 2022 ini.

Bupati ingin, keberadaan Perkebunan Besar (HGU) di Aceh Timur dapat berdampak luas kepada masyarakat dengan melibatkan masyarakat, baik dalam program plasma ataupun kegiatan lainnya dan berharap HGU harus produktif.

“Tahun 2022 kita harus tinjau beberapa persoalan, baik potensi perkebunan sawit, coba bayangkan banyaknya HGU di Aceh Timur jika dapat dimaksimalkan berapa masyarakat yang dapat terbantu? HGU harus produktif, melalui GTRA saya mengarahkan kita untuk memantau dan mengevaluasi perihal ini,” ujar Bupati Aceh Timur yang akrab disapa Rocky dalam Rapat Koordinasi I Gugus Tugas Reformasi Agraria Kabupaten Aceh Timur Tahun 2021, di Hotel Royal Idi.

Bupati Aceh Timur juga menyambut baik surat dari BPKH terkait kegiatan Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan (PPTKH), Bupati menilai potensi tambak dan penguasaan masyarakat di dalam kawasan hutan baik di wilayah pesisir maupun di wilayah dataran tinggi Aceh Timur.

Rocky ingin ada solusi yang dapat dilahirkan dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat di kedua wilayah tersebut.


"Yang kita bicarakan adalah lahan dalam kawasan yang sudah dimiliki oleh masyarakat selama puluhan bahkan ratusan tahun, bukan membuka lahan baru dalam kawasan hutan. Tambak yang sudah ada dikelola jangan membuka tambak baru, begitu juga dengan kebun, jangan buka kebun dengan cara membakar hutan. Hutan selamat ekonomi masyarakat juga harus bangkit,” harap Rocky.

Karena itu, Bupati Aceh Timur membutuhkan kerjasama dengan semua pihak, baik di tingkat Kabupaten maupun di tingkat Provinsi. “Saya ingin lahan di Aceh Timur produktif, lahan Produktif, Masayarakat Sejahtera," tambahnya.

Rakor ini menghadirkan Narasumber Dr Mazwar SH MHum, rakor juga turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, para Asisten di Sekretariat Kabupaten Aceh Timur, dan Kepala OPD yang tergabung dalam Personalia GTRA Aceh Timur. Hadir juga Camat, sejumlah Keuchik, dan undangan lainnya yang berada dalam wilayah kerja reforma agraria. (rn/red)

Tuesday, March 1, 2022

Bupati Rocky Sampaikan Potensi Kuala Idi pada Kemenko Perekonomian

Bupati Rocky Sampaikan Potensi Kuala Idi pada Kemenko Perekonomian

RILIS.NET, Aceh Timur - Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis pada Kemenko Perekonomian Dr. Musdhalifah Machmud dan ronbongan mengunjungi Kabupaten Aceh Timur, Selasa (1/3/2022). 

Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin HM Thaib SH yang akrab disapa Rocky turut menyinggung potensi Pelabuhan Kuala Idi, kepada Deputi Kemenko Rocky meminta agar pelabuhan Kuala Idi dapat dikeruk yang saat ini mengalami kedangkalan.

"Saya tadi juga sudah menyampaikan kepada Deputi untuk membantu Pelabuhan Kuala Idi untuk dikeruk,” tutur Rocky saat dimintai keterangannya oleh media.

Musdhalifah Machmud bersama Forkopimda setempat meninjau panen parsial udang vaname di klaster tambak milenial Matang Rayeuk, Aceh Timur, kemudian para rombongan juga meninjau kampung wisata pantai pelangi, dan melanjutkan peninjauan kawasan hutan mangrove di Kecamatan Rantau Selamat.

Bupati Aceh Timur H Hasballah juga turut mengucapkan terimakasih kepada Deputi Kemenko Perekonomian RI dan rombongan, atas kunjungannya ke Aceh Timur yang telah mengelilingi kesejumlah lokasi untuk melihat potensi yang dimiliki kabupaten ini.

“Saya mengucapkan terimasih banyak atas kedatangan Deputi ke Aceh Timur. Beliau mengelilingi Aceh Timur, melihat potensi padi, tambak udang, dan potensi hutan. Aceh Timur mempunyai wilayah pertanian perikanan dan perkebunan, serta wilayah hutan yang sangat luar biasa,” ujar Bupati Aceh Timur, H Hasballah Bin HM Thaib SH di sela-sela mendampingi Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agrobisnis pada Kemenko Perekonomian Dr. Musdhalifah Machmud. 

Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin HM Thaib SH yang biasa disapa Rocky ini berharap, dengan kedatangan Deputi Kemenko Perekonomian ke Aceh Timur dapat mebangkitkan perekonomian di kawasan ini, karena ada inovasi dan langkah-langkah untuk menindak lanjuti pembangunan di Aceh Timur. Rocky juga berharap angka kemiskinan di Aceh Timur menurun.

“Kita akan menekan angka kemiskinan. Ketika ekonomi bagus angka kematian ibu hamil dan kematian bayi serta kasus stunting pasti menurun. Dan lapangan kerja pasti ada," sebut Bupati.

Ia menambahkan, Aceh Timur butuh perhatian dari provinsi dan pusat, terutama ilmu tentang budidaya, karena masyarakat Aceh Timur masih awam tentang budidaya, dengan adanya pemerintah yang menyampaikan hal-hal yang penting tentang budidaya, sehingga diharapkan akan mendongkrat pendapatan dibidang perikanan ataupun pertanian.

“Yang paling penting dibidang pertanian, khsusunya di bidang irigasi. Ketika irigasi tersedia maka akan meningkatkan penghasilan pertanian khususnya padi. Kita sangat membutuhkan perhatian provinsi maupun pusat untuk Aceh Timur. Mudah-mudahan Aceh Timur tetap semangat untuk membangun masa depan bangsa, insya Allah” pungkas Rocky.

Sementara Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis pada Kemenko Perekonomian Dr. Musdhalifah Machmud saat diminta tanggapannya mengatakan, Aceh Timur merupakan kabupaten yang sangat potensial di banyak sektor.

“Selaian areal sawah yang sangat luas, tanaman padi di Aceh Timur juga bagus, karena produktifitasnya hingga 6-7 ton perhektar, sedangkan rata-rata nasional 5 ton perhektar. Selain produktifitasnya banyak, kualitasnya juga bagus,” kata Dr. Musdhalifah Machmud.

Tambahnya, setiap jengkal lahan sawah yang ada di Aceh Timur memiliki nilai yang dangat tinggi. Sehingga ia mengaku sangat bangga dengan Kabupaten Aceh Timur karena dapat dijadikan lumbung pangan. Selain di bidang pertanian, Aceh Timur juga memiliki potensi wisata.

“Kita tahu bersama, Bupati Aceh Timur sangat memikirkan tentang ekonomi masyarakatnya, dan didukung oleh bawahannya. Mudah-mudahan yang telah diperjuangkan oleh Bupati Aceh Timur dapat memberikan manfaat untuk warganya,” ujar Musdhalifah.

Ia menambahkan, Aceh Timur akan dijadikan percontohan di Internasional. Dan apa yang telah dikembangkan oleh Aceh Timur dapat dikembangkan ke wilayah lainnya di Indonesia. "Kita tidak hanya berimajinasi, tapi juga fakta," imbuhnya. (rn/red)


Penulis: Redaksi

Thursday, February 3, 2022

Rocky Bertemu Menteri Airlangga Sampaikan Kondisi Perekonomian  Aceh Timur

Rocky Bertemu Menteri Airlangga Sampaikan Kondisi Perekonomian Aceh Timur

Jakarta -
Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin HM Thaib SH menghadiri pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dr (HC) Ir Airlangga Hartarto MBA MMT di Jakarta. Pertemuan ini berlangsung di ruang kerjanya pada Kamis (3/2/2022).

Dalam pertemuan ini turut dibahas pengembangan pembangunan ekonomi masyarakat berbasis kawasan dan UMKM menyangkut ekonomi di masa pandemi covid 19.

"Pembahasan kita dengan pak Menteri terkait dengan pengembangan pembangunan ekonomi masyarakat berbasis kawasan dan UMKM terutama menyangkut ekonomi dimasa pandemi ini," kata Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin HM Thaib SH, Kamis (3/2/2022).

Dalam pertemuan itu, Rocky turut memaparkan kondisi geografis Aceh Timur serta sejumlah potensi andalan yang dimiliki oleh kabupaten ini. Selain itu juga beberapa contoh kawasan yang dimiliki oleh Aceh Timur.

"Beberapa contoh kawasan di Aceh Timur yang sudah terbangun seperti kawasan pusat pemerintahan, Kawasan Industri Aceh Timur (KIA), Kawasan Minapolitan, Kawasan Agropolitan, serta Kawasan Integrasi Wisata, ini juga turut kita sampaikan kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian," sebut Rocky.

Selain itu tambah Rocky, Aceh Timur juga mengembangkan Kota Terpadu Mandiri (KTM), tambak udang terintegrasi berbasis kawasan (Shrimp Estate), serta Conservation Response Unit (CRU) gajah, dan Sumatera Rhino Sanctuary (Suaka Badak Sumatera).

Aceh Timur jug memiliki potensi dibidang budidaya tambak. Berdasarkan data yang diperoleh adapun pembudidaya sejumlah 5.582, dengan

Luas tambak 18.814 hektar, serta jumlah petak 5.282 unit dengan jumlah produksi sekitar 14.455 ton.

Selain itu Aceh Timur juga memiliki kawasan lindung dan hutan mangrove yang berada di 8 kecamatan, dengan luas kawasan mencapai 9.621 Ha, dan dianggap sangat cocok untuk silvofisheries yang sesuai untuk eco-wisata.

Tak hanya itu, dalam pertemuannya dengan Airlangga Hartarto ini Bupati Aceh Timur juga mengulas luas wilayah Aceh Timur yang mencapai luas 6.040,60 Km,. dengan jumlah penduduk 436.081 jiwa (2020), dengan 24 Kecamatan, serta memiliki 63 Mukim dan 513 Desa, dengan jumlah penduduk 436.081 jiwa yang tersebar di 24 kecamatan.

Sementara untuk Agropolitan, Aceh Timur juga memiliki perkebunan sawit, karet dan coklat. "Khusus dibidang pertanian kawasan ini juga turut menanami padi, jagung dan kedele," tambah Rocky.

Sedangkan laju pertumbuhan ekonomi di kabupaten Aceh Timur dalam rentang waktu 2016 - 2020, Perekonomian Kabupaten Aceh Timur pada tahun 2020 mampu tumbuh sebesar 1,79 persen, namun peningkatan yang terjadi lebih rendah jika dibandingkan peningkatan ekonomi pada tahun sebelumnya yang mencapai 4,42 persen.

"Perlambatan kinerja ekonomi pada tahun 2020 itu dipengaruhi karena adanya pandemi Covid-19. Pembatasan kativitas masyarakat berpengaruh pada aktivitas bisnis yang kemudian berdampak pada perekonomian," tambahnya.

Dibidang prestasi Kabupaten Aceh Timur menoreh beberapa capaian pada tingkat nasional sampai dengan 2021. Diantaranya prestasi gemilang yang berhasil dicapai yakni; Opini laporan keuangan daerah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), selama 7 tahun berturut-turut dari 2014 sampai 2020.

Selain itu juga kawasan tanam kedelai terintegrasi 26.000 ha (2016), Daerah penghasil gabah kering terbanyak ke 6 di Indonesia (2016), Selain itu, Aceh Timur juga memperoleh Penghargaan Pelayanan Perizinan Terbaik Se-Indonesia melalui Aplikasi Si Cantik Cloud pada 2018, serta Lokus nasional kawasan perdesaan melalui RPKP 2016-2019.

Tak hanya itu, Kabupaten Aceh Timur juga memperoleh beberapa capaian prestasi di level nasional seperti, Penghargaan standar nasional pelayanan publik terbaik se-Indonesia oleh Ombudsman RI pada 2019, penghargaan daerah peduli konservasi dan perlindungan satwa liar oleh Kementerian LHK (2020).

Selain itu juga diperoleh Penghargaan KB sejuta Akseptor oleh BKKBN (2020), Penghargaan BKN Awards Peringkat l Nasional (2021), serta Penghargaan Anugrah Parahita Ekapraya (PAE) 2021, dan tambak udang terintegrasi berbasis kawasan (Shrimp Estate) 400 ha.

"Namun seiring kondisi daerah yang turut dilanda pandemi Covid-19, tentunya juga berefek pada bidang perekonomian. Untuk itu kita turut menyampaikan banyak hal kepada pak menteri agar dapat menggerakkan kementerian teknis dibawah Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi, sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di Aceh Timur yang turut terkena dampak pandemi Covid-19," harap Rocky (rn/red)

Friday, January 28, 2022

Masyarakat di Aceh Timur Ingin Mandiri dan Terbebas dari Lahan HGU

Masyarakat di Aceh Timur Ingin Mandiri dan Terbebas dari Lahan HGU

Kantor PT Perkebunan Nusantara 1 Langsa (Foto: Ist)
RILIS.NET, Aceh Timur - Masyarakat di Desa Julok Rayeuk Selatan dan Julok Rayeuk Utara, Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur ingin hidup mandiri dan terbebas dari lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik PTPN yang beroperasi dikawasan itu.

Seperti yang disampaikan oleh Keuchik (Kepala Desa) Gampong Julok Rayeuk Selatan Saifuddin pada Jumat (28/1/2022), menurutnya selama ini masyarakat di Desa Julok Rayeuk Selatan tidak dapat menjalani kehidupan yang mandiri dan terbebas dari kepemilikan HGU milik perusahaan berplat merah di kawasan itu.

"Sampai saat ini warga desa tidak memiliki lahan walau sepetak tanah pun untuk dapat dikelola secara penuh menjadi milik pribadi sebagai tempat menggantungkan ekonomi dihari tua. Rumah yang berdiri masih diatas lahan HGU, belum lagi kebun yang sangat diharapkan oleh masyarakat untuk dapat dikelola secara mandiri menjadi hak milik masing-masing warga," kata Saifuddin.

Begitupun dengan status desa yang mereka tempati saat ini, untuk daerah teritorial masuk dalam kawasan HGU milik perusahaan PTPN Holding yang turut beroperasi dalam kawasan kecamatan Indra Makmu Kabupaten Aceh Timur.

Secara administratif tambah Saifuddin, desa yang ia pimpin memang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Kecamatan Indra Makmu di Aceh Timur, namun yang menjadi polemik status tanah desa seperti rumah yang mereka tempati masih menjadi milik HGU.

"Masyarakat tentu sangat berharap agar Pemerintah, terutama pemerintah pusat agar dapat menjadikan pemukiman kami sebagai daerah teritorial yang otonom dan terbebas dari lahan HGU. Sehingga dalam membangun desa pun kami tidak tumpang tindih, selain itu, masyarakat juga dapat menggarab lahan secara mandiri dalam meningkatkan ekonomi masyarakat desa yang berkelanjutan," harap Kepala Desa Julok Rayeuk Selatan.

Sementara itu saat dikonfirmasi media RILIS.NET, Manager kebun Julok Rayeuk Utara mengatakan, untuk masalah HGU PTPN tidak punya wewenang, dan tidak pernah melepaskan hak atas lahan, kecuali atas izin dan persetujuan dari menteri BUMN.

"Maaf pak saya kira untuk masalah HGU PTPN tidak punya wewenang dan tidak pernah melepaskan hak atas lahan kecuali atas izin, persetujuan dari Kementrian BUMN dan pemilik saham, dalam hal ini pemerintah sesuai undang- undang," pungkas T Zaen.

Sebelumnya, manager kebun Julok Rayeuk Utara ini turut meminta agar tidak mencantumkan namanya, dan hanya sebatas nama jabatan saja karena ia mengaku tidak memiliki wewenang untuk berita yang lebih luas tentang PTPN.

"Sebenarnya saya juga tidak punya wewenang untuk berita yang lebih luas tentang PTPN. Bisa langsung berhubungan dengan Humas PTPN 1 di Kantor Pusat Langsa," saran Manager Kebun Julok Rayeuk saat dimintai tanggapannya, pada Jumat (28/1/2022) sore.

Atas saran Manager kebun Julok itupula, media kembali meminta tanggapan Humas PTPN 1 Langsa Saifullah, namun Saifullah mengaku dia tidak lagi bekerja sebagai humas di perusahaan perkebunan sawit berplat merah itu.

"Kalau persoalan pembebasan HGU benar memang harus di Kementerian BUMN, Oya nanti saya kirim nomor yang dibilang ini, soalnya saya tidak lagi di humas, saya sudah diluar," ucap Saifullah pada Jumat sore.

Sementara itu Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin HM Thaib SH yang dimintai tanggapannya menuturkan, apa yang disampaikan oleh Kades Julok Rayeuk Selatan itu juga menjadi harapan dari Pemerintah Aceh Timur sendiri untuk menuju kemandirian dan kemakmuran bagi warga setempat.

"Disana ada desa dan masyarakatnya yang secara administratif bagian dari kecamatan Indra Makmu, tentunya masyarakat disana juga ingin mandiri, punya rumah milik sendiri, lahan juga dimiliki untuk menyambung keberlangsungan hidup mereka, bukan berstatus numpang. Untuk itu kita juga sangat berharap agar kesejahteraan masyaraka dapat terwujud, mereka punya lahan sendiri, rumah milik pribadi dan yang tidak kalah pentingnya juga dapat membangun desa dengan semua SDM yang ada didesa itu," harap Bupati Aceh Timur ini.

Selain itu, tambah Bupati yang akrab disapa Rocky ini, juga terkait dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, yang mewajibkan memberikan lahan plasma 20 persen dari hak guna usaha (HGU), dan juga diatur dalam UU No. 18/2004 tentang Perkebunan pada 2007 lalu.

Terkait dengan Plasma, sambung Rocky, Perusahaan perkebunan inti juga diwajibkan membangun plasma dengan menyisihkan 20 persen dari luas HGU yang ada.

"Kewajiban plasma 20 persen ini sebagaimana diatur dalam Permentan No. 98 Tahun 2013 dan Permen Kepala ATR No.7 Tahun 2017," terang Bupati Aceh Timur menambahkan.

Di Kabupaten Aceh Timur sendiri sebut Bupati Rocky, ada empat perusahaan yang plasmanya seluas 20 persen masih dalam tahap proses administrasi, sedangkan satu perusahaan lainnya seperti PT Padang Palma Permai sudah berjalan ketahap penanaman.

Pemerintah sendiri tambah Rocky tetap berada dan berpihak kepada masyarakat untuk menuju kehidupan rakyat yang lebih layak, selain itu sambung Bupati ada tujuh hal yang sangat penting juga harus diperhatikan seperti, menurunkan angka kemiskinan, angka pengangguran, juga menekan angka kematian ibu melahirkan, angka kematian bayi.

Selain itu sambung Rocky, indeks pembangunan manusia juga sangat penting, serta pendapatan perkapita juga angka genio ratio. "Pemerintah tentunya harus berada di tujuh hal itu. Jadi tuntutan dan harapan warga yang tinggal di Desa Julok Rayeuk Selatan dan Utara itu demi kemakmuran dan kemandirian mereka tentunya itu juga menjadi bagian dari harapan kita semua," pungkas Bupati Rocky. (rn/red)

Penulis: Redaksi
Editor: Mahyuddin Kubar

Monday, January 24, 2022

Terkait Jargas, Ketua DPRK Aceh Timur Akan Panggil Pihak PT Adhi karya

Terkait Jargas, Ketua DPRK Aceh Timur Akan Panggil Pihak PT Adhi karya

Ketua DPRK Aceh Timur Fattah Fikri (Foto: Mauli Aqbar/RILIS.NET) 
RILIS.NET, Aceh Timur - Ketua DPRK Aceh Timur Fatah Fikri rencananya akan menyurati pihak PT Adhi Karya dalam waktu dekat ini untuk mempertanyakan pekerjaan pemasangan jaringan gas (Jargas) di Aceh Timur yang dinilainya belum tertata dengan sempurna.

"Kita akan tinjau kelapangan serta akan panggil manajemen PT Adhi Karya serta intansi terkait untuk menjelaskan secara resmi sudah sampai dimana proses pekerjaan, dikarenakan pernah ada statement oleh menejer PT Adhi karya melalui media bahwa pekerjaan pemasangan jaringan gas akan rampung pada akhir Bulan November 2021 lalu.

"Hari ini kita telah mendengar keluhan masyarakat terkait galian-galian pipa jaringan gas yang belum ditata sempurna, serta ada juga masyarakat yang sudah menerima kompor gas namun pipa gas belum tersambung," sebut Fattah Fikri.

Menurutnya, hal itu harus dipertanyakan kepada pihak PT Adhi karya, sudah sampai dimana pekerjaan tersebut yang telah dikerjakan oleh pihak perusahaan berplat merah itu.

"Insyallah dalam waktu dekat ini kita akan tinjau ke lokasi serta akan memanggil pihak PT Adhi karya," pungkas ketua DPRK Aceh Timur Fattah Fikri.

Sementara itu koordinator lapangan pihak PT Adhi Karya Panglima Komeng kepada awak media saat di konfirmasi mengatakan, bahwa pihak PT Adhi karya juga seperti tidak memperhatikan pihaknya.

Lanjutnya, banyak keluhan masyarakat mengadu kepada pihaknya terkait dengan pekerjaan tersebut, namun saat disampaikan perihal ini mereka seperti mengabaikan orang di lapangan.

"Ia harapan kami kepada pihak PT Adhi Karya di Aceh Timur untuk segera menyelesaikan pekerjaan pemasangan jaringan gas, serta keluhan kami juga di lapangan agar diperhatikan," pungkas Safrizal atau yang akrab disapa Panglima Komeng. (rn/Aqbar)

Sunday, January 16, 2022

Kerugian Sektor Perikanan Akibat Banjir di Aceh Timur Rp12 Miliar

Kerugian Sektor Perikanan Akibat Banjir di Aceh Timur Rp12 Miliar

Banda Aceh -
Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Aceh Timur mencatat kerugian sektor perikanan budi daya akibat banjir di daerah itu mencapai Rp12 miliar.

"Kerugian banjir sektor perikanan selama sepekan mencapai Rp12 miliar. Ini data kami laporkan ke BPBD Aceh Timur untuk diteruskan ke BNPB di Jakarta," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Timur Cut Ida Mariya di Aceh Timur, Sabtu.

Cut Ida Mariya mengatakan Kabupaten Aceh Timur memiliki luas tambak perikanan budi daya mencapai 18.791 hektare. Dari jumlah tersebut, yang terdampak banjir dengan luas 1.954,70 hektare.

Cut Ida Mariya mengatakan tambak terdampak banjir tersebut tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Aceh Timur. Untuk komoditas perikanan yang terdampak banjir terdiri udang vaname, bandeng, nila, salin dan kakap.

Kelima kecamatan tersebut yakni Kecamatan Julok, Kecamatan Sungai Raya, Kecamatan Rantau Seulamat, Kecamatan Pereulak Barat, dan Kecamatan Pereulak.

"Dampak bencana banjir akhir tahun ini telah mengakibatkan banyak tambak masyarakat, terutama budi daya perikanan mengalami kerusakan, sehingga gagal panen," kata Cut Ida Mariya.

Sementara itu, Bupati Aceh Timur Hasballah meminta instansi terkait melaporkan data kerusakan akibat banjir, termasuk sektor perikanan. Hal ini penting untuk upaya membantu masyarakat yang terdampak bencana alam tersebut.

"Kepala OPD segera update data terbaru apapun bentuk kerusakan infrastruktur yang rusak. Ini harus segera dilaksanakan agar pemerintah pusat dapat mengetahui apa kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana," kata Hasballah. (rn/red)


Sumber: Antara

Thursday, January 6, 2022

Jokowi Cabut Izin 2.078 Perusahaan Minerba

Jokowi Cabut Izin 2.078 Perusahaan Minerba

Tambang Bauksit/Antara
Jakarta -
Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengumumkan bahwa pemerintah mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) 2.078 perusahaan tambang Mineral dan Batubara (Minerba) pada hari ini, Kamis, 6 Januari 2022.

"Hari ini sebanyak 2.078 izin perusahaan penambangan Minerba kita cabut," ujar Jokowi seperti disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis, 6 Januari 2022.

Ia menyebut, izin ribuan perusahaan tambang ini dicabut karena tidak pernah menyampaikan rencana kerja.

"Izin yang sudah bertahun-tahun telah diberikan, tetapi tidak dikerjakan. Dan ini menyebabkan tersanderanya pemanfaatan sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat," ujar Jokowi.

Selain itu, hari ini pemerintah juga mencabut sebanyak 192 izin di sektor usaha kehutanan seluas 3.126.439 hektare. "Izin-izin dicabut karena tidak aktif, tidak membuat rencana kerja dan diterlantarkan," ujar Jokowi.

Pemerintah juga mencabut hak guna usaha (HGU) perkebunan yang ditelantarkan seluas 34.448 hektare pada hari ini.

"Sebanyak 25.128 hektare adalah milik 12 badan hukum, sisanya 9.320 hektare merupakan bagian dari HGU yang terlantar milik 24 badan hukum," ujar Jokowi. (*)


Sumber: Tempo

Monday, December 13, 2021

Bupati Targetkan 2022 Ekonomi Masyarakat Aceh Timur Bangkit

Bupati Targetkan 2022 Ekonomi Masyarakat Aceh Timur Bangkit

Bupati Aceh Timur H Hasballlah Bin HM Thaib (tengah)
RILIS.NET, Aceh Timur - Bupati Aceh Timur H. Hasballah Bin HM Thaib SH menargetkan ekonomi masyarakat di kabupaten tersebut membaik di 2022 mendatang.

Karena itu, Rocky sapaan akrab Bupati Aceh Timur membutuhkan kerjasama dengan semua pihak, baik di tingkat Kabupaten maupun di tingkat Provinsi.

“Tahun 2022 kita harus tinjau beberapa persoalan, baik potensi perkebunan sawit, maupun potensi dari tambak di wilayah pesisir," ujar Bupati Aceh Timur, dalam Rapat Koordinasi III Gugus Tugas Reformasi Agraria Kabupaten Aceh Timur Tahun 2021, di Aula Gedung Serbaguna Pemkab Aceh Timur, Senin (13/12/2021).

Menurut Bupati semua harus punya inisiatif demi bangkitnya ekonomi masyarakat Aceh Timur, karena itu sambung Rocky, untuk mengembangkan ekonomi yang berkelanjutan di Aceh Timur dan megembangkan potensi yang ada butuh kerjasama yang baik.       

“Tambak yang sudah ada dikelola jangan membuka tambak baru, begitu juga dengan kebun, jangan buka kebun dengan cara membakar hutan. Hutan selamat ekonomi masyarakat juga harus bangkit,” harap Rocky.

Rakor ini dihadiri oleh Kepala BPN Aceh Timur, para Asisten di Sekretariat Kabupaten Aceh Timur, Camat serta sejumlah kepala OPD lainnya yang ada dilingkungan Pemkab Aceh Timur.

Usai berakhirnya rapat koordinasi ini, kemudian acara dilanjutkan dengan pembagian sertipikat tanah kepada sejumlah masyarakat yang turut hadiri pada kegiatan ini.

Pembagian sertipikat tanah ini juga berlangsung secara virtual di tiga provinsi, yakni Riau, Aceh serta Sumatera Barat. Dalam kegiatan virtual ini turut dihadiri oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Dr. Sofyan A Djalil, SH, MA, MALD, Gubernur Riau, Gubernur Aceh serta Gubernur Sumatera barat. (rn/red)

Monday, November 22, 2021

Anies Umumkan UMP Jakarta 2022 Rp 4.453.935

Anies Umumkan UMP Jakarta 2022 Rp 4.453.935

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Faiq Azmi/detik)
Jakarta -
Pemprov DKI Jakarta menetapkan besaran upah minimum tahun 2022. Disebutkan upah minimum di DKI sebesar Rp 4.453.935,536.

"Jadi, sudah ditetapkan besaran Upah Minimum Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2022 sebesar Rp. 4.453.935,536 (empat juta empat ratus lima puluh tiga ribu sembilan ratus tiga puluh lima lima ratus tiga puluh enam rupiah)," ujar Gubernur DKI Anies Baswedan, dilansir PPID, Minggu (21/11/2021).

Anies mengatakan besaran UMP ini berdasarkan ketentuan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Serta formula yang ada dalam Pasal 26 dan Pasal 27 Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan yang berlaku bagi pekerja/buruh dengan masa kerja kurang dari 1 tahun.

Pemprov DKI disebut mewajibkan kepada para pengusaha untuk menyusun struktur dan skala upah di perusahaannya dengan memperhatikan kemampuan perusahaan dan produktivitas sebagai pedoman upah bagi pekerja/buruh dengan masa kerja 1 tahun atau lebih.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga akan mengawasi dan memberikan sanksi administratif bagi pengusaha yang tidak melakukan kewajiban tersebut.

Selain menetapkan upah minimum, Pemprov DKI juga menerapkan berbagai kebijakan lainnya. Di antaranya, memberikan bantuan layanan transportasi, penyediaan pangan dengan harga murah, dan biaya personal pendidikan.

Tak hanya itu, Pemprov DKI juga melakukan jenis program kolaborasi ketenagakerjaan. Adapun program-program yang dilakukan tersebut, yaitu:

1. Perluasan kriteria penerima manfaat Kartu Pekerja Jakarta dari yang semula berpenghasilan UMP + 10% (sepuluh persen) menjadi UMP + 15% (lima belas persen) agar dapat menjangkau lebih banyak pekerja/buruh, sehingga dapat mengurangi pengeluaran untuk biaya hidup pekerja/buruh di Jakarta.

2. Anak-anak penerima kartu pekerja diutamakan mendapat KJP plus dan biaya pendidikan masuk sekolah.

3. Memperbanyak program pelatihan bagi pekerja/buruh melalui Pusat Pelatihan Kerja Daerah, Mobile Training Unit, Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi, serta kolaborator.

4. Pengembangan program Jakpreneur dan pembentukan koperasi pekerja/buruh serta memfasilitasi penjualan produk yang berasal dari program dimaksud ke dalam sistem e-Order.

5. Program biaya pendidikan bagi pekerja/buruh yang terkena PHK, maupun pekerja/buruh yang dirumahkan tanpa diberikan/dikurangi upahnya.

6. Program bantuan bagi anak yang orang tuanya meninggal akibat pandemi COVID-19.

7. Program kolaborasi antara Disnakertrans dan Energi Provinsi DKI Jakarta dengan Asosiasi Pengusaha berupa bantuan sarana dan prasana bagi Federasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh yang telah memiliki usaha. (Jakarta - Pemprov DKI Jakarta menetapkan besaran upah minimum tahun 2022. Disebutkan upah minimum di DKI sebesar Rp 4.453.935,536.

"Jadi, sudah ditetapkan besaran Upah Minimum Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2022 sebesar Rp. 4.453.935,536 (empat juta empat ratus lima puluh tiga ribu sembilan ratus tiga puluh lima lima ratus tiga puluh enam rupiah)," ujar Gubernur DKI Anies Baswedan, dilansir PPID, Minggu (21/11/2021).

Anies mengatakan besaran UMP ini berdasarkan ketentuan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Serta formula yang ada dalam Pasal 26 dan Pasal 27 Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan yang berlaku bagi pekerja/buruh dengan masa kerja kurang dari 1 tahun.

Pemprov DKI disebut mewajibkan kepada para pengusaha untuk menyusun struktur dan skala upah di perusahaannya dengan memperhatikan kemampuan perusahaan dan produktivitas sebagai pedoman upah bagi pekerja/buruh dengan masa kerja 1 tahun atau lebih. 

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga akan mengawasi dan memberikan sanksi administratif bagi pengusaha yang tidak melakukan kewajiban tersebut.

Selain menetapkan upah minimum, Pemprov DKI juga menerapkan berbagai kebijakan lainnya. Di antaranya, memberikan bantuan layanan transportasi, penyediaan pangan dengan harga murah, dan biaya personal pendidikan.

Tak hanya itu, Pemprov DKI juga melakukan jenis program kolaborasi ketenagakerjaan. Adapun program-program yang dilakukan tersebut, yaitu:

1. Perluasan kriteria penerima manfaat Kartu Pekerja Jakarta dari yang semula berpenghasilan UMP + 10% (sepuluh persen) menjadi UMP + 15% (lima belas persen) agar dapat menjangkau lebih banyak pekerja/buruh, sehingga dapat mengurangi pengeluaran untuk biaya hidup pekerja/buruh di Jakarta.

2. Anak-anak penerima kartu pekerja diutamakan mendapat KJP plus dan biaya pendidikan masuk sekolah.

3. Memperbanyak program pelatihan bagi pekerja/buruh melalui Pusat Pelatihan Kerja Daerah, Mobile Training Unit, Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi, serta kolaborator.

4. Pengembangan program Jakpreneur dan pembentukan koperasi pekerja/buruh serta memfasilitasi penjualan produk yang berasal dari program dimaksud ke dalam sistem e-Order.

5. Program biaya pendidikan bagi pekerja/buruh yang terkena PHK, maupun pekerja/buruh yang dirumahkan tanpa diberikan/dikurangi upahnya.

6. Program bantuan bagi anak yang orang tuanya meninggal akibat pandemi COVID-19.

7. Program kolaborasi antara Disnakertrans dan Energi Provinsi DKI Jakarta dengan Asosiasi Pengusaha berupa bantuan sarana dan prasana bagi Federasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh yang telah memiliki usaha. 


Sumber: detik

Friday, October 8, 2021

Dapat CSR Rp 50 juta, Pemkab Harap Kelompok Tani di Aceh Timur Lebih Maju

Dapat CSR Rp 50 juta, Pemkab Harap Kelompok Tani di Aceh Timur Lebih Maju

RILIS.NET, Aceh Timur - Dapat bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Aceh senilai Rp 50 juta rupiah, kelompok tani Maju Bersama dari Gampong Alue Lhok, Kecamatan Idi Tunong diharapkan dapat memajukan pertanian budidaya ubi kayu di kawasan ini.

"Kami mengucapkan berterimakasih kepada Bank Aceh Cabang Idi, semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan oleh kelompok tani dengan baik dalam memajukan pertanian," ujar Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin HM Thaib SH melalui Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Aiyub SKM MSi, usai menyerahkan bantuan CSR secara simbolis dari Bank Aceh, di ruang kerja Bupati, Jumat (8/10/2021).

Pemerintah Aceh Timur juga berharap, dengan adanya bantuan tersebut, kelompok tani khususnya yang bergerak di bidang budidaya ubi kayu ini dapat mengelola bantuan ini sebaik mungkin, serta dapat memajukan kelompok tani. Sehingga ubi kayu dapat menjadi komoditi unggulan dari Aceh Timur.

"Dengan adanya bantuan ini kita berharap kelompok tani bisa mengelola dana ini sebaik mungkin dan bisa memajukan kelompok tani khususnya budidaya ubi kayu, sehingga ubi kayu ini dapat menjadi komoditi unggulan di Aceh Timur," harap Aiyub yang turut didampingi Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultural Aceh Timur, Drh. Muhammad Mahdi.

Sementara itu, Pemimpin Pengganti Sementara Bank Aceh Cabang Idi Mansur yang didampingi oleh Kasi Umum Ramli menuturkan, dana yang diterima oleh kelompok tani ini agar dapat dikembangkan sehingga bisa mensejahterakan kelompok tani tersebut.

"Dana yang diterima ini agar bisa dikembangkan sehingga bisa mensejahterakan kelompok tani tersebut. Dan Insya Allah akan ada kelanjutan sesuai dari managemen kami dan porsinya juga akan ditentukan oleh management Bank Aceh," tambah Mansur.

Usai menerima bantuan CSR dari Bank Aceh, Ketua Kelompok Tani Maju Bersama Mukhtar turut berharap dengan adanya bantuan CSR untuk kelompok tani yang mereka kembangkan akan dapat berlanjut sampai ketahap selanjutnya, sehingga program ini dapat berjalan sebagaimana mestinya.

"Kami sangat berterimakasih kepada Pemkab Aceh Timur dan pihak Bank Aceh yang telah membantu, semoga program ini dapat berlanjut dan kelompok kami bisa berkembang sebagai mestinya," harap Mukhtar usai menerima bantuan dari Pemkab Aceh Timur yang bersumber dari CSR Bank Aceh Cabang Idi. (rn/red)

Friday, October 1, 2021

Aceh Timur Akan Dijadikan Kawasan Budidaya Udang Terintegrasi, Dirjen KKP RI Temui Pemilik Lahan

Aceh Timur Akan Dijadikan Kawasan Budidaya Udang Terintegrasi, Dirjen KKP RI Temui Pemilik Lahan

RILIS
.NET, Aceh Timur -
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan Dr. TB. Haeru Rahayu, A.Pi., M.Sc mengunjungi lokasi sekaligus menggelar pertemuan dengan pemilik lahan yang akan dijadikan kawasan budidaya udang terintegrasi di Aceh Timur, Jumat (1/10/2021).

Sebelumnya, rombongan Dirjen Perikanan Budidaya yang turut didampingi Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Irjen.Pol. Drs. Victor Gustaf Manoppo M.H yang langsung disambut oleh Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin HM Thaib SH beserta sejumlah unsur Forkopimda dan para Asisten, Staf Ahli Bupati serta sejumlah kepala OPD terkait lainnya di Pendopo Bupati Aceh Timur.

Usai dijamu makan siang oleh Bupati yang akrab disapa Rocky ini, rombongan Dirjen Perikanan Budidaya KKP RI ini langsung menuju lokasi yang rencananya akan dijadikan kawasan tambak udang moderen di Desa Paya Dua, Kecamatan Peudawa, Aceh Timur.

Saat melakukan sosialisasi dan berdiskusi dengan puluhan pemilik lahan, Dr TB Haeru Rahayu mengatakan, Aceh Timur adalah salah satu lokasi yang akan dijadikan kawasan budidaya udang terintegrasi, dengan luas area lahan 1000 hektare, jika jadi kawasan ini akan dikembangkan sebagai kawasan industri tambak udang yang moderen dan ketiga di Indonesia, serta akan dilengkapi dengan segala prasarana penunjang lainnya.

Untuk itu, Dr TB Haeru membuka ruang untuk diskusi dan tanya jawab dengan masyarakat pemilik lahan agar lebih jelas dan terbuka terkait dengan peruntukan lahan dan sistem bagi hasil, serta keterbukaan lapangan kerja yang turut dipaparkan dihadapan para pemilik lahan dari 8 Desa dalam Kecamatan Peudawa dan Peureulak Barat yang hadir di lokasi itu.

"Kami hadir di Aceh Timur tujuannya adalah mensosialisasikan program yang ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan, kita punya program terobosan salah satunya adalah budidaya udang terintegrasi kawasan. Karena kawasan, jumlahnya pasti luas, 1000 hektar, dan didalamnya ada masyarakat, makanya kami butuh sosialisasi supaya program ini bisa dipahami, bisa dimengerti oleh semua jajaran masyarakat," kata Dr TB Haeru, saat diwawancarai oleh wartawan di kawasan pantai Paya Dua.

Dirjen menambahkan, berdasarkan informasi yang telah dia dapatkan, ada empat ratusan Kepala Keluarga yang lahannya masuk dalam kawasan yang akan dikembangkan itu, maka jika satu saja ada yang tidak sepaham maka, program itu tidak dapat dijalankan dengan baik.

"Program ini bersama-sama kita miliki, baik kami di pemerintah pusat, Pemdanya maupun masyarakatnya sebagai pelaku langsung," ujarnya.
Jika masyarakat di Aceh Timur telah siap, tambah DR TB Haeru maka program budidaya udang terintegrasi ini akan secepatnya dilakukan pembangunan dalam kawasan lahan yang luasnya mencapai seribu hektar ini.

Menurutnya, dalam 1000 hektar lahan itu selain dijadikan tambak, juga akan dibangunnya tempat produksi pakan, jalan, kawasan perumahan, tempat landasan helikopter (helipad), IPAL serta berbagai sarana penunjang lainnya sebagai kawasan industri udang moderen di Indonesia.

"Kita sudah dua tahun pandemi Covid, ekonomi kita terpuruk terus, dan salah satunya Kelautan Perikanan dan di dalamnya ini menjadi salah satu harapan terbesar untuk mengembalikan geliat perekonomian, jadi lebih cepat lebih baik, semuanya berpulang kepada proses," tambah Dr TB Haeru Rahayu.

Dirjen juga turut menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh para pemilik lahan dalam sosialisasi itu, diantaranya terkait dengan kepemilikan lahan, apakah akan dikembalikan setelah 15 tahun atau akan beralih hak milik, serta sejumlah pertanyaan lainnya seperti seperti sistem bagi hasil. Tak hanya itu, warga juga berharap agar anak-anak dikawasan itu nantinya dapat disekolahkan sehingga dapat menjadi SDM yang handal dibidang pengelolaan tambak yang modern.

"BPN juga harus memastikan supaya hak dan kaplingnya itu jelas," sebutnya. Ia juga menyebutkan kalau hak milik tanah tetap menjadi pemilik lahan, hanya saja pemilik lahan memberikan hak untuk penggunaan lahan yang akan dikembangkan menjadi kawasan tambak terintegrasi, segala biaya dan pengerjaan lahan, serta modal sepenuhnya ditanggung oleh pihak Kementerian KKP RI, sedangkan pemilik lahan selain mendapatkan pekerjaan juga akan memperoleh pembagian hasil.

Sementara itu Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin HM Thaib SH merasa bersyukur dan berterimakasih kepada Dirjen Budidaya Perikanan KKP atas waktunya datang ke Aceh Timur dan dapat bertatap muka langsung dengan para pemilik lahan.

"Saya mengucapkan terimakasih kepada pak Dirjen, Staf Ahli Menteri, pak Direktur dan semua tim dari KKP RI, harapan tambak udang berintegrasi di Aceh Timur ini harus tetap jalan, karena ini contoh untuk nasional, dan hanya ada tiga titik seluruh Indonesia, dan salah satunya yaitu di Aceh Timur," pungkas Bupati yang akrab disapa Rocky.

Rocky sangat berharap agar program nasional ini dapat terwujud di Aceh Timur demi membangkitkan ekonomi rakyat dan terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat. "Harapan saya selaku kepala daerah dan juga harapan masyarakat supaya adanya lapangan kerja ini harus terwujud, karena ini menyangkut ekonomi masyarakat," harap Bupati Aceh Timur H Hasballah. (rn/red)