Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Tuesday, May 10, 2022

Serahkan SPK kepada 2.318 Guru PPPK, Kadisdik: Jadilah Pendidik yang Hebat

Serahkan SPK kepada 2.318 Guru PPPK, Kadisdik: Jadilah Pendidik yang Hebat

Foto: Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM
RILIS
.NET, Banda Aceh -
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM menyerahkan Surat Perjanjian Kerja (SPK) kepada 2.318 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), guru formasi tahun 2021, Selasa (10/5/2022) di Aula Dinas Pendidikan Aceh.

Hadir dalam penyerahan SPK itu yakni Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Dr. Iskandar AP, S.Sos, dan sejumlah para kepala bidang Disdik Aceh.

Alhudri dan Iskandar menyerahkan secara resmi SPK untuk 246 guru PPPK khusus Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

Penyerahan SPK juga dilakukan secara serentak di 20 Cabang Dinas Pendidikan Aceh seluruh Aceh, yang diserahkan oleh setiap Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh.

Alhudri menekankan kepada seluruh guru yang sudah lulus PPPK untuk menjadi pendidik yang hebat. Karena pendidik harus mampu menjadi motivator pembangunan kepribadian atau karakter siswa sekaligus menjadi inovator dalam mengembangkan pendidikan.
"Kami berharap kepada yang sudah lulus PPPK ini dapat bekerja lebih baik lagi untuk mencerdaskan generasi bangsa dan dapat menyesuaikan diri dengan teknologi pendidikan atau digitalisasi pendidikan, sehingga pendidikan dapat terus maju dan berkembang," kata Alhudri.

Kadisdik mengatakan, penandatanganan SPK ini dilaksanakan dengan mengacu pada Peraturan Presiden No 49 tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah Daerah dengan Perjanjian Kerja.

"Artinya yang menerima SPK pada hari ini merupakan hasil dari pengabdian dan kerja keras yang telah dilakukan selama ini, sehingga dinyatakan lulus P3K," ungkapnya.

Alhudri menuturkan, ada beberapa proses tahapan yang dilalui hingga lulus menjadi P3K, mulai dari pengumuman seleksi yang menyatakan Pemerintah Aceh mendapatkan kuota 5.218 orang untuk jenjang SMA/SMK/SLB.

"Seleksi komptensi telah dilakukan dalam dua tahap, saya ucapkan selamat sekali lagi, ingat tanggung jawab besar ada dipundak kalian semua, maka jadilah pendidikan yang hebat," tegasnya.

Sementara itu, Iskandar mengucapkan selamat dan menyapa seluruh guru PPPK di seluruh cabang Dinas Pendidikan di Aceh. Iskandar berpesan agar guru PPPK yang baru saja menerima SPK nantinya dapat membantu meningkatkan mutu pendidikan Aceh ke arah yang lebih baik. (*)

Wednesday, April 20, 2022

Keluarga Besar SMAN 1 Peureulak Bagi-bagi Takjil Berbuka Puasa untuk Warga Pelintas

Keluarga Besar SMAN 1 Peureulak Bagi-bagi Takjil Berbuka Puasa untuk Warga Pelintas

RILIS
.NET, Aceh Timur -
Keluarga besar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Peureulak Bagi-bagi takjil berbuka puasa untuk warga yang melintas di jalan nasional Medan-Banda Aceh, tepatnya di depan Masjid Zadul Muad Peureulak, Aceh Timur, Rabu (20/4/2022).

Kepala SMAN 1 Peureulak Lukman SPd MPd kepada RILIS.NET menuturkan, Adapun takjil ini diperolah dari sumbangan dari seluruh warga SMAN 1 Peureulak, dan bekerja sama dengan pengurus OSIS SMAN 1 Peureulak.

"Kegiatan ini sekaligus salah satu bentuk kegiatan Dinul Islam di SMAN 1 Peureulak. Mudah-mudahan kegiatan sosial seperti ini dapat dilanjutkan pada momentum yang lain," harap Kepala SMAN 1 Peureulak Lukman, Rabu (20/4/2022).

Lukman juga turut mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan pembagian takjil pada 18 Ramadhan tahun ini, yang bertepatan 1443 Hijriah tahun 2022 Masehi.

"Terimakasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini, semoga Allah memberkati. Amin ya Rabbal ‘Alamin," ucap Lukman. (rn/red).

Sunday, April 10, 2022

Safari Ramadhan Disdik Aceh, Sampaikan Urgensi BEREH Hingga Maraknya Peredaran Narkoba

Safari Ramadhan Disdik Aceh, Sampaikan Urgensi BEREH Hingga Maraknya Peredaran Narkoba

Kadisdik Aceh Drs Alhudri MM saat menyampaikan sambutan di Masjid Syuhada (Foto: Humas Disdik Aceh)
RILIS
.NET, Aceh Timur -
Dinas Pendidikan Aceh melaksanakan Safari Ramadhan di Masjid Syuhada, Gampong Tanoh Anou, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur. Sabtu 9 April 2022. Tim safari yang dipimpin Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri MM, turut menghadirkan penceramah Tgk. H. Mutiara Fahmi, Lc., MA dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Kegiatan Safari Ramadhan ini merupakan program Pemerintah Aceh yang dilaksanakan oleh seluruh SKPA secara serentak pada seluruh kabupaten/kota di Aceh pada 9 April 2022. Rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan ini diantaranya pembersihan masjid, penanaman pohon, shalat tarawih dan tausiah Ramadhan, serta penyerahan cinderamata.

Camat Idi Rayeuk, M. Hasbi menyambut baik kedatangan Tim Safari Ramadhan Dinas Pendidikan Aceh. Menurut Hasbi sejak pagi hingga sore hari (Sabtu 9 April 2022) telah banyak kegiatan yang bermanfaat dilakukan bersama Dinas Pendidikan Aceh di Masjid Syuhada dalam mewujudkan lingkungan yang Bersih, Rapi, Estetis dan Hijau (BEREH).
Foto: Penyerahan wakaf Al-Quran oleh Disdik Aceh kepada Camat Idi Rayeuk dan Keuchik Tanoh Anou
“Terimakasih yang tiada terhingga kepada tim Safari Ramadhan Pemerintah Aceh dalam hal ini Disdik Aceh. Ini semua kita sudah kita laksanakan sebagaimana mestinya,” kata Hasbi.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri, mengatakan bahwa gerakan BEREH sedang giat-giatnya dilakukan Pemerintah Aceh terhadap sekolah-sekolah, tujuannya agar tidak ada lagi lingkungan sekolah yang kumuh dan tidak baik, sehingga proses transfer ilmu pengetahuan berjalan dengan baik.

Bagi Alhudri, anak-anak Aceh adalah anak-anak yang pintar hanya saja terkadang mereka belum mendapatkan “pengasah” yang tepat termasuk lingkungan yang tidak sehat dan kumuh. “Padahal kalau bagus kita asah didukung dengan lingkungan yang bersih. Insya Allah ia akan tampil kepermukaan, tapi jika didiamkan maka mereka sulit untuk berkembang,” kata Alhudri.

Sementara itu, Tgk. H. Mutiara Fahmi, dalam ceramahnya menyampaikan urgensi penerapan gerakan BEREH dalam kehidupan sehari-hari, pencegahan Covid-19, maraknya berita hoax hingga bahaya judi online (chip/PUBG) dan peredaran narkoba yang marak di kalangan generasi Aceh saat ini.

“Dalam Islam, salah satu hal yang sangat diperhatikan adalah terkait bersuci atau kebersihan. Kebersihan menjadi hal yang sangat diperhatikan oleh Islam karena ketidakbersihan akan menimbulkan kemudharatan. Karena itu dalam islam disebutkan bahwa kebersihan sebagian dari Iman,” kata Mutiara Fahmi.

Oleh karena itu untuk mencegah kemudharatan tersebut salah satu gerakan yang selama ini gencar dilakukan Pemerintah Aceh adalah gerakan BEREH. “Kenapa harus BEREH? karena menciptakan lingkungan masyarakat yang bersih dan sehat merupakan prasyarat bagi kemajuan suatu bangsa,” kata Mutiara Fahmi.

Selain BEREH, upaya pencegahan kemudharatan Pemerintah Aceh juga sangat intens mengkampanyekan metode-metode pencegahan dan penanganan Covid-19.

Oleh karena itu, Mutiara Fahmi mengajak para jamaah untuk berikhtiar secara maksimal dengan tetap menjaga protokol kesehatan yang telah ditentukan pemerintah, mengkonsumsi makanan bergizi serta rutin menjalani hidup sehat dengan berolahraga.

“Dan ini sesuai dengan Firman Allah dalam Alquran Surat Albaqarah ayat 195 yang berbunyi : Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan,” ujarnya.

Maka Sebagai bukti komitmen Pemerintah Aceh untuk melindungi masyarakat, dilaksanakanlah Gerakan Masker Aceh (GEMA), Gerakan Masker Sekolah (GEMAS), Gerakan Nakes Cegah Covid-19 (GENCAR), Gerakan Edukasi Vaksinasi (GESID) dan Kegiatan Vaksinasi Siswa/i Sekolah/Madrasah.

Mutiara Fahmi juga menyampaikan bahwa seiring kemajuan zaman, dengan adanya media-media baru yang memiliki jangkauan yang sangat luas, berita bohong (hoax) bertebaran di mana-mana yang akan berdampak terhadap kehancuran dunia semakin besar dan tidak terbendung.


“Maka sebagai muslim yang cerdas, berwibawa, kita tidak seharusnya dengan begitu mudah terpengaruh oleh perkataan dusta,” katanya.

Selain itu, dalam moment Ramadhan ini Tgk Mutiara Fahmi juga mengingatkan semua pihak agar terus waspada terhadap bahaya judi online (chip/PUBG) dan narkoba yang semakin marak di kalangan masyarakat terutama anak muda.

“Kita juga sangat prihatin dengan status Aceh sebagai salah satu pintu masuk peredaran narkoba di wilayah Asia Tenggara. Jaringan peredaran narkoba disinyalir sudah berada di hampir setiap kampung di Aceh, jika tidak kita antisipasi dengan serius maka akan berujung pada malapetaka besar bagi generasi Aceh di masa yang akan datang,” katanya.

Dalam safari ramadhan tersebut, Disdik Aceh juga memberikan cinderamata berupa karpet sajadah dan Alquran yang diterima oleh oleh Camat Idi Rayeuk, M. Hasbi bersama Keuchik Gampong Tanoh Anou. (rn/red)

Thursday, April 7, 2022

Sambut Safari Ramadhan, SMAN 1 Peureulak Laksanakan Gotong-royong Massal

Sambut Safari Ramadhan, SMAN 1 Peureulak Laksanakan Gotong-royong Massal

 
Foto: Dewan Guru SMAN 1 Peureulak foto bersama dengan Pengurus Masjid 
RILIS
.NET, Aceh Timur -
Keluarga besar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Peureulak, Aceh Timur melaksanakan gotong-royong massal di Masjid Agung Zadul Muad Peureulak, Kamis (7/4/2022).

Selain para dewan guru, staf TU, para siswa-siswi dari SMAN 1 Peureulak ini juga tampak sangat antusias dalam membersihkan lingkungan Masjid yang ada di Kota Peureulak ini.

Kepala Sekolah SMAN 1 Peureulak Lukman SPd MPd mengatakan, gotong-royong ini dilaksanakan sekaligus sebagai persiapan kegiatan Safari Ramadhan Pemerintah Aceh Tahun 1443 Hijriah yang akan dilaksanakan di Masjid Zadul Mu'ad, Peureulak.

"Kegiatan Safari Ramadhan akan dilaksanakan secara serentak mulai 7 Ramadhan 1443 H, atau pada 9 April 2022 dengan kegiatan antara lain pembersihan Masjid, penanaman pohon dan shalat tarawih, serta dilanjutkan dengan ceramah Ramadhan," kata Lukman kepada RILIS.NET pada Kamis.

Pada pelaksanaa Safari Ramadhan rencananya akan dihadiri oleh Kepala SKPK serta akan dibantu oleh para Kepala SMA/SMK, Bank Aceh Syariah dan Bank Mustaqim. (rn/rd)

Thursday, March 31, 2022

SMKN Taman Fajar Aceh Timur Raih Juara 2 FLS Tingkat Provinsi Aceh

SMKN Taman Fajar Aceh Timur Raih Juara 2 FLS Tingkat Provinsi Aceh

RILIS
.NET, Aceh Timur -
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Taman Fajar, Aceh Timur berhasil meraih juara II Festival Literasi Sekolah (FLS) SMK tingkat Provinsi Aceh, pada Cabang Mata Lomba Sudut Baca Vokalis.

"Gegiatan ini dihelat sejak tanggal 28 sampai 30 Maret 2022 di Banda Aceh," kata Kepala SMKN Taman Fajar Azwar Malik R SPd, Kamis (31/3/2022).

Lebih lanjut sebut Azhar, Dinda siswi di sekolahnya itu harus bersaing dengan puluhan peserta lainnya. Dinda mengangkat karya tentang Sudut Baca Vokasi Pelita 4.0'. Konsep sudut baca vokasi ini memanfaatkan CPU bekas yang digunakan sebagai rak buku.

Menurut Kepala sekolah SMKN Taman Fajar, ini merupakan pencapaian yang luar biasa atas capaian sekolahnya yang bisa meraih juara ll di ajang FLS SMK Provinsi Aceh, namun Azwar juga penuh harap agar sekolahnya tahun depan dapat meraih peringkat l tingkat Provinsi.

"Kami berharap tahun depan kami bisa meraih juara l disudut Baca Vokasi," harap Azwar. Rasa terimakasih juga turut disampaikan oleh pendamping sudut baca vokasi, Susanti SPd atas capaian prestasi ini.

Sementara itu, kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Timur, Abdul Jaban SPd MPd sangat mengapresiasi prestasi yang diraih oleh siswa Aceh Timur di ajang FLS SMK Tingkat Provinsi Aceh 2022.

"Alhamdulillah kita Aceh Timur yang diwakili oleh SMK Taman Fajar mendapat juara ll dalam lomba Literasi Sekolah SMK tingkat Propinsi Aceh. Aceh Timur mengungguli nominasi-nominasi Kabupaten dan Kota yang lain seluruh Aceh, kita dapat juara ll dalam mata lomba Sudut Baca Vokasi," sebut Abdul Jaban.

Dengan prestasi ini sambung Abdul Jaban, menjadi pemicu semangat siswa siswi yang lain untuk terus berprestasi dimasa mendatang.

"Terima kasih kepada Kepala Sekolah dan seluruh dewan guru SMK Taman Fajar Kabupaten Aceh Timur atas keberhasilannya membimbing anak-anak kita untuk berprestasi ditingkat Propinsi Aceh," ucap Abdul Jaban. (rn/red)

Wednesday, March 30, 2022

39 Siswa Lulus SNMPTN Tahun 2022, Kepala SMAN 1 Peureulak Gelar Syukuran

39 Siswa Lulus SNMPTN Tahun 2022, Kepala SMAN 1 Peureulak Gelar Syukuran

RILIS.NET, Aceh Timur - Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Peureulak, Lukman SPd MPd menggelar syukuran dalam bentuk zikir dan doa bersama atas kelulusan 39 orang peserta didik (siswa) pada SNMPTN tahun 2022.

Kegiatan ini diikuti oleh para dewan guru, tenaga kependidikan dan seluruh peserta didik, dengan mengundang pimpinan Dayah Baitul Ilmi Al Aziziyah Tengku Kamaruddin SPdi, Rabu (30/3/2022).

"Zikir dan doa bersama sebagai ucapan rasa syukur atas lulusnya 39 orang peserta didik pada SNMPTN Tahun 2022, dan juga untuk mendoakan keberhasilan peserta didik kelas XII lainnya yang mengikuti SPAN-PTKIN, SBMPTN dan Ujian Kedinasan," kata Lukman.

Kelulusan peserta didik SMAN 1 Peureulak, Aceh Timur ini, tersebar ketujuh perguruan tinggi negeri yang ada di Indonesia yakni;

- Univerisitas Negeri Padang sebanyak 1 Orang

- Universiras Sumatera Utara sebanyak 1 orang

- Universitas Syiah Kuala sebanyak 12 orang

- UIN Ar-Raniry sebanyak 3 orang

- Universitas Malikussaleh sebanyak 12 orang

- Universitas Samudra sebanyak 9 orang

- Universitas Teuku Umar sebanyak 1 orang

Pada acara tersebut, Kepala SMAN 1 Peureulak juga turut memberikan nasehat kepada peserta didik kelas XII.

Lukman turut menghimbau, agar peserta didik tidak melakukan tindakan-tindakan negatif yang tidak sesuai dengan norma agama dan norma sosial dalam merayakan kelulusan nantinya.

"Kami juga melarang peserta didik melakukan aksi konvoi dan coret-coret baju, dan turut menghimbau agar peserta didik menyumbangkan seragamnya melalui pihak sekolah, agar dapat diberikan kepada yang membutuhkan," harap Kepala SMAN 1 Peureulak Lukman. (rn/rd)

Tuesday, March 29, 2022

Dyah Erti Idawati: PAUD Wujudkan Generasi Aceh yang Cerdas dan Berakhlatul Karimah

Dyah Erti Idawati: PAUD Wujudkan Generasi Aceh yang Cerdas dan Berakhlatul Karimah

Bunda PAUD Aceh Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, MT saat berkunjung ke Aceh Timur
(Foto: Dok RILIS.NET)
RILIS
.NET, Aceh Timur -
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), merupakan salah satu jenjang pendidikan paling dasar, yang menjadi kunci sukses mewujudkan generasi Aceh yang cerdas dan berakhlatul karimah.

Hal ini disampai oleh Bunda PAUD Provinsi Aceh, yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dr Ir Dyah Erti Idawati MT, pada acara pembinaan Bunda PAUD Kabupaten Aceh Timur yang berlangsung di Lokop, Selasa (29/3/2022).

"Kegiatan ini penting dilakukan karena Pendidikan Anak Usia Dini merupakan salah satu jenjang pendidikan paling dasar, yang menjadi kunci sukses mewujudkan generasi Aceh cerdas dan berakhlakul karimah," kata Dyah Erti Idawati dalam pidatonya itu.

Menurut Dyah, masa usia dini merupakan periode emas atau golden age bagi perkembangan anak untuk mendapatkan proses pendidikan. Periode ini adalah tahun-tahun berharga bagi seorang anak untuk mengenali berbagai macam fakta di lingkungannya, yang akan membantu perkembangan kepribadian, psikomotorik, kognitif maupun sosialnya. Masa emas ini hanya datang sekali sehingga apabila terlewati berarti habislah peluangnya untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Maka dari itu, pendidikan untuk anak usia dini dapat dimulai dalam bentuk stimulasi dari lingkungan terdekat demi mengoptimalkan kemampuan anak.
Bunda PAUD Aceh didampingi Bunda PAUD Aceh Timur dan Gayo Lues saat menyerahkan buku kepada anak usia dini di Lokop
Oleh karena itu, melalui kesempatan ini, Dyah mengajak seluruh hadirin ikut menyukseskan program Bergerak Bersama Menuju PAUD Berkualitas, dengan menjalankan peran sesuai dengan tupoksinya masing-masing. 

Pendidikan anak usia dini menjadikan tolak ukur untuk kehidupan masa depan. Bila pendidikan anak usia dini baik maka masa depan anak akan baik juga, begitu juga sebaliknya, sebut Dyah.

"Perlu kita sadari bersama bahwa masa usia dini merupakan periode emas atau golden age bagi perkembangan anak untuk mendapatkan proses pendidikan. Periode ini adalah tahun-tahun berharga bagi seorang anak untuk mengenali berbagai macam fakta di lingkungannya, yang akan membantu perkembangan kepribadian, psikomotorik, kognitif maupun sosialnya. Masa emas ini hanya datang sekali sehingga apabila terlewati berarti habislah peluangnya untuk tumbuh dan berkembang dengan baik," ulasnya.

Untuk itu, Dyah Erti Idawati turut berharap agar pendidikan untuk anak usia dini dapat dimulai dalam bentuk stimulasi dari lingkungan terdekat demi mengoptimalkan kemampuan anak.

Sebagai sebuah lembaga, PAUD merupakan sarana pendidikan yang sangat strategis dalam pembangunan sumber daya manusia sebuah bangsa.

"Tidak mengherankan apabila banyak negara yang menaruh perhatian sangat besar terhadap penyelenggaraan pendidikan anak usia dini," ujar Dyah Erti Idawati.

Di Indonesia sendiri sambungnya, fokus pemerintah terhadap pengembangan PAUD juga sangat besar, seperti melalui implementasi PAUD Holistik Integratif atau PAUD-HI, yang berkualitas sebagai salah satu kunci penting pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.

Secara umum, tujuan dari PAUD HI ini adalah terwujudnya anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia," tandanya.

Pemerintah Aceh sendiri sebut Istri Gubernur Nova Iriansyah ini, pada bulan Juli 2021 lalu, telah meluncurkan PAUD HI secara serentak di 23 Kabupaten/Kota.

"Kita harapkan implementasi PAUD-PAUD HI ini dapat berjalan dengan baik di lapangan sehingga kualitas pendidikan anak-anak Aceh, khususnya anak-anak usia di bawah enam tahun terus meningkat," harapnya.

Usai mengisi acara di sekolah PAUD, rombongan istri Gubernur Aceh ini juga turut mengunjungi sekolah SMAN dan SMK yang ada di Lokop, Aceh Timur.

Pada kegiatan ini turut hadir Kadisdik Aceh Drs Alhudri MM yang diwakili oleh Kepala Bidang SMA dan PKLK, Hamdani MPd, Kepala Bidang SMK, Dr Asbaruddin, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Sya`baniar, SE serta Kepala UPTK Balai Tekkomdik T Fariah  MM.

Hadir juga Ketua PKK Aceh Timur Ny Fitriani Darwis Hasballah SH MH, Kadis Pendidikan Aceh Timur Drs Saiful Basri SPd MPd, Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Aceh wilayah Aceh Timur Abdul Jaban SPd MPd, turut juga hadir Bunda PAUD Kabupaten Gayo Lues, serta Bunda PAUD Kecamatan dan tingkat Gampong, dan sejumlah tamu undangan lainnya. (rn/red)

Thursday, March 24, 2022

 51 Siswa SMKN Taman Fajar Mengikuti Uji Sertifikasi Kompetensi

51 Siswa SMKN Taman Fajar Mengikuti Uji Sertifikasi Kompetensi

Para siswa SMKN Taman Fajar yang mengikuti Uji Sertifikasi Kompetensi (Foto: Ist)
RILIS
.NET, Aceh Timur -
Sejumlah 51 siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Taman Fajar di Peureulak, Aceh Timur mengikuti Uji Sertifikasi Kompetensi (USK), Rabu (23/3/2022). Dari 51 ini terdiri dari 29 siswa farmasi dan 22 siswa teknologi laboratorium medik.

Uji kompetensi keahlian yang berlangsung selama tiga hari itu bekerja sama dengan LSP ASNAKES Indonesia, untuk kompetensi keahlian Farmasi dan Teknologi Laboratorium Medik.

"Uji kompetensi Keahlian (UKK) ini disebut juga dengan Uji Sertifikasi Kompetensi," kata Azwar Malik R SPd, Kepala Sekolah SMKN Taman Fajar, Rabu (23/3/2022).

Berdasarkan Pedoman Penyelenggaraan UKK tahun pelajaran 2021/2022, Uji Kompetensi Keahlian adalah proses penilaian akhir bagi siswa SMK.

"Dalam pelaksanaannya, Uji Kompetensi Keahlian dapat dilaksanakan dengan bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) atau dapat juga dilaksanakan secara mandiri, dengan berpedoman pada instrumen UKK yang disusun pemerintah," terang Azwar Malik R.

Azwar juga menambah, UKK atau USK untuk kompetensi keahlian Farmasi dan Teknologi Laboratorium Medik (TLM) dilaksanakan sejak tanggal 21-23 Maret 2022, sedangkan untuk kompetensi keahlian TKJ, OTKP dan Akuntansi akan dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2022 mendatang.

"Jadwal ini sesuai hasil kesepakatan MKKS SMK Kabupaten Aceh Timur," tambah Kepala SMKN Taman Fajar Azwar.

Azwar juga menambahkan, untuk Asesor Uji Sertifikasi Kompetensi tahun ini berasal dari LSP ASNAKES Indonesia, yaitu Apt. Muzammil SFarm dan Hendro Prayitno STr Kes dari LSP ASNAKES Indonesia.

Sementara itu, Asesor Internal Dede Ermansyah STr Kes mengatakan, adapun tujuan diadakan uji sertifikasi kompetensi ini agar siswa Farmasi dan TLM SMKN Taman Fajar mendapatkan sertifikat kompetensi.

"Sertifikasi kompetensi ini yang akan digunakan untuk melamar kerja, sebagai asisten apoteker atau asisten laboran di Rumah Sakit maupun Apotik," ujarnya.

Pelaksanaan Uji Sertifikasi Kompetensi yang dilaksanakan kali ini, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19. (rn/red)

Wednesday, March 23, 2022

Guru SMAN 1 Peureulak Raih Medali Perak pada Ajang NYSI Tingkat Nasional

Guru SMAN 1 Peureulak Raih Medali Perak pada Ajang NYSI Tingkat Nasional

Dua siswa SMAN 1 Peureulak yang meraih prestasi (Foto: Ist)
RILIS.NET, Aceh Timur - Eka Julia SPd guru kimia dari Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Peureulak, Kabupaten Aceh Timur berhasil meraih medali perak pada ajang National Young Scientist Innovation (NYSI) tingkat nasional Bidang Kimia tahun 2022.

Kegiatan ini diselenggaraan oleh Pusat Olimpiade Sains Indonesia (POSI), pada Minggu 20 Maret 2022 untuk tingkat Guru SMA/MA/SMK dan Mahasiswa.

"Alhamdulillah pada ajang itu salah seorang guru kita dari SMAN 1 Peureulak berhasil meraih medali perak," sebut Kepala SMAN 1 Peureulak Lukman SPd MPd kepada RILIS.NET, pada Selasa (22/3/2022).

Lukman menjelaskan, Pelatihan Olimpiade Sains Indonesia (POSI) adalah lembaga pelatihan Olimpiade Sains Nasional (OSN) untuk siswa/siswi dan guru tingkat SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA.  

"Tujuannya memberikan bekal dan kemampuan yang siap bagi peserta untuk mengikuti seleksi Olimpiade Sains Nasional tingkat kabupaten/kota, povinsi, maupun nasional," ujarnya.

Selain itu, Kepala SMAN 1 Peureulak ini juga menyebutkan siswa di sekolahnya baru-baru ini juga meraih prestasi yaitu Syahril Ramadhan mendapat peringkat I dan Muhammad Rifqi mendapat peringkat III di Bidang Soshum.

"Para siswa ini meraih prestasi pada Tray Out Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK SBMPTN) yang diselenggarakan oleh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Timur," pungkas Lukman. (rn/aqb)

Saturday, March 19, 2022

Tingkatkan Skill, Siswa di SMK Negeri 1 Peureulak Ikuti Training Kubota

Tingkatkan Skill, Siswa di SMK Negeri 1 Peureulak Ikuti Training Kubota

Siswa SMKN 1 Peureulak saat mengikuti Training Kubota Goes to School (Foto: Ist)
RILIS
.NET, Aceh Timur -
Sejumlah Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, mengikuti Training Kubota Goes to School, Sabtu (19/3/2022).

Training ini digelar sejak tanggal 17 sampai dengan 19 Maret 2022, dan diikuti oleh para siswa dari jurusan Alat Mesin Pertanian (AMP) dan Agribisnis Ternak Unggas (ATU).

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Peureulak Agus Ridwan SPd mengatakan, training yang digelar selama tiga hari itu di bimbing langsung oleh tenaga ahli dari Kubota Medan.

Menurutnya, Training dari Kubota bagi siswa ini untuk melatih keahlian dibidang alat mesin, sekaligus meningkatkan kompetensi skill siswa.

"Program ini terlaksana karena adanya MoU antara PT Kubota dengan SMKN 1 Peureulak dalam program Kubota Goes to School), tujuan Training ini yaitu untuk peningkatan kompetensi skill siswa," sebut Agus Ridwan. (rn/red)

Friday, March 18, 2022

Kadisdik Dampingi Sekda Aceh Semangati Guru Terpencil

Kadisdik Dampingi Sekda Aceh Semangati Guru Terpencil

Sekda Aceh dan Kadisdik saa mengunjungi Sekolah Terpencil di Aceh Timur (Foto: Humas Disdik Aceh)
RILIS
.NET, Aceh Timur -
Usai membagikan SK Pensiun dan SK Kenaikan Pangkat, di halaman Kantor Bupati Aceh Timur, Sekretaris Daerah Aceh Taqwallah, bersama rombongan juga berkunjung ke sejumlah sekolah terpencil untuk menyemangati para guru yang mengabdi di sejumlah sekolah tersebut, Rabu (16/3/2022).

Sekda dan rombongan singgah ke SMAN 1 Peunaron, SMKN 1 Lokop, SMAN 1 Pining. Sekda mengimbau para guru daerah terpencil (Gurdacil) itu untuk terus mengembangkan diri dan memanfaatkan potensi yang ada dalam mendidik siswa.

"Kami memahami, tugas Bapak dan Ibu guru tidak mudah, tantangannya luar biasa berat. Sulit mengembangkan sekolah di daerah terpencil ini. Bapak dan Ibu guru adalah ujung tombak yang akan menjalankan tugas tersebut. Jangan cengeng, jangan mengeluh, terus berinovasi, berkreasi. Manfaatkan fasilitas yang ada untuk mendidik siswa. Dewan guru harus menjadi contoh, menjadi penyemangat bagi siswa untuk berprestasi lebih baik lagi,” imbau Sekda.

Sekda menambahkan, lmu pengetahuan banyak di google, tapi pendidikan moral berada di tangan bapak dan Ibu sekalian. Jangan mengeluh karena bertugas di lokasi terpencil, tapi mulailah berpikir, apa yang bisa kita lakukan di tempat tugas saat ini.

"Mengeluh tidak menghasilkan apapun, tapi karya-karya kitalah yang akan mempengaruhi kinerja," tambah Sekda.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh Alhudri. “Proses hidup selalu melalui tantangan-tantangan. Untuk itu, jika bapak dan ibu sukses mengembangkan potensi diri dalam mendidik siswa di tempat terpencil ini, maka sejarah yang akan mencatat kesuksesan bapak dan ibu sekalian.”

Selain menyemangati para guru, Sekda juga meninjau penerapan Gerakan Bersih, Rapi, Elok dan Hijau (BEREH) di sekolah tersebut. Sekda mengapresiasi ketiga sekolah tersebut yang dianggap sukses menerapkan Gerakan Bereh, meski berada di daerah terpencil.

Namun, Kadisdik mengingatkan agar sekolah yang sudah tertata rapi ini bukan hanya karena menyambut kedatangan Sekda. “Perubahan sudah baik, tapi yang harus saya ingatkan, perubahan dan kerapian ini jangan hanya karena Pak Sekda datang, tapi setiap saat harus bereh, karena kerapian dan kebersihan ini bukan untuk Pak Sekda tapi untuk kenyamanan Bapak dan Ibu saat beraktifitas,” kata Alhudri berpesan. (rn/ril)

Thursday, March 17, 2022

Himpunan Mahasiswa Bimbingan Konseling UIN Ar-Raniry Gelar Seminar Nasional

Himpunan Mahasiswa Bimbingan Konseling UIN Ar-Raniry Gelar Seminar Nasional

RILIS
.NET, Banda Aceh -
Himpunan Mahasiswa Bimbingan Konseling UIN Ar-Raniry Banda Aceh menggelar kegiatan Seminar Nasional, Kamis (17/3/2022).

Seminar ini mengusung tema Pengaruh Kesehatan Mental Terhadap Pola Pikir Generasi Muda di Era Milenial'.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Gubernur Aceh yang diwakili oleh Kabag Keistimewaan dan Keagamaan Biro Kesra Aceh H Sulaiman Muhammad Hasan Lc MA, di Auditorium Ali Hasyimi UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Ketua panitia pelaksana M Rizqi Al-Khair mengatakan, seminar ini diikuti sekitar 350 peserta yang terdiri dari mahasiswa jurusan bimbingan konseling, para dosen, siswa/i dan masyarakat Aceh.

"Pada kesempatan ini juga saya selaku ketua panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah berjuang mengumpulkan peserta acara seminar nasional ini. Dan saya sangat mengapresiasi perjuangan para panitianya," kata M Rizqi Al-Khadar

Seminar Nasional tersebut dipandu oleh Putri Balqis SPd (Presenter TVRI) Perwakilan Aceh, sedangkan yang menjadi narasumber yaitu Neni Listia Dewi SPd Kons Cht CI Mes (Founder dr Assyifa Counseling Indonesia).

Nuzulul Azmi selaku ketua Umum HMP-BK menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur Aceh yang di wakili oleh Kabag Keistimewaan dan Keagamaan BIRO Kesra Aceh, Rektor UIN Ar-Raniry, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, dan narasumber atas kerja samanya dalam menyukseskan acara ini.

“Terima kasih kepada seluruh panitia, pengurus HMP BK, dan pihak yang terlibat dalam acara ini. Semoga melalui acara seminar nasional ini kita dapat belajar mengenai Kesehatan Mental Terhadap Pola Pikir Generasi Muda di Era Milenial dari narasumber langsung.” Ujar Nuzulul.

Sementara itu Dr Syahminan SAg MAg Selaku Wadek lll FTK UIN Ar-Raniry juga turut mengajak mahasiswa memanfaatkan kesemapatan ini dengan sebaik-baiknya.

“Saya berharap kita dapat mengikutinya dengan sungguh-sungguh agar kita mendapatkan ilmu yang disampaikan langsung oleh pakar-pakar yang sangat berpengalaman dibidangnnya,” Ujar Wadek lll FTK

Selain itu Wadek juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Narasumber yang sudah mensuport kegiatan ini serta bersedia menyalurkan ilmunya kepada seluruh peserta.

Dr. H. A. Mufakhir Muhammad, MA. Selaku Ketua Prodi BK UIN Ar-Raniry dalam sambutannya menyampaikan harapannya atas acara ini untuk mengikat hubungan baik antar mahasiswa maupun instansi pembelajaran.

“Saya sangat bangga kepada Himpunan Mahasiswa Bimbingan Konseling yang telah berhasil menjadi rumah acara nasional seperti ini, saya harap tidak hanya kita yang hadir disini dapat menambah wawasan, tapi juga kita dapat terus menyalurkan kepada saudara-saudara kita yang berada disekitar kita.” ujarnya Kaprodi BK UIN Ar-Raniry

Sementara itu, H Sulaiman Muhammad Hasan LC MA selaku Kabag Keistimewaan dan Keagamaan Biro Kesra Aceh, Dalam sambutannya saat membuka acara itu turut mengajak mahasiswa menjadi yang terdepan dalam membangun generasi Aceh kedepan.

“Mahasiswa dan Pemerintah Aceh harus bersinergi dan berkolaborasi untuk mengembangkan potensi generasi muda aceh, demi terwujudnya generasi yang lebih inovatif dan kreatif,” ungkap Sulaiman. (rn/rizki)

Sunday, March 6, 2022

Buka Pembelajaran Kelas Jauh di Aceh Selatan, Kadisdik Arungi Sungai

Buka Pembelajaran Kelas Jauh di Aceh Selatan, Kadisdik Arungi Sungai

Kadisdik Aceh Drs Alhudri MM arungi sungai di Aceh Selatan (Foto: Ist)
RILIS
.NET, Aceh Selatan -
Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan menunjukkan komitmennya dalam memajukan dan melakukan pemerataan pendidikan hingga ke daerah pelosok di Aceh. Salah satunya dengan membuka pelaksanaan jalur pembelajaran kelas jauh.

Dinas Pendidikan Aceh membuka pembelajaran kelas jauh untuk daerah terpencil di Gampong Alur Kejrun Sarah Baru, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Sabtu (6/3/2022). Sebelumnya, Dinas Pendidikan Aceh juga membuka dua kelas jauh di Jamat Kecamatan Linge, dan Pameu Kecamatan Rusip Antara di Aceh Tengah.

Pembukaan kelas jauh di Gampong Alur Kejrun Sarah Baru ini berawal dari informasi yang diperoleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM dari salah seorang tokoh gampong tersebut, bahwa masyarakat di sana mengeluh lantaran anak-anak mereka yang berusia remaja terpaksa harus putus sekolah karena tidak adanya sekolah menengah yang bisa dijangkau.

Setelah menempuh perjalanan selama tiga jam menggunakan sampan bermesin robin menyusuri alur sungai Kluet, rombongan Dinas Pendidikan Aceh disambut baik oleh kepala desa bersama tokoh masyarakat serta kepala SD dan SMP yang ada di sana, untuk kemudian menggelar pertemuan di salah satu ruangan SMPN Satu Atap Alur Kejrun.

Dalam pertemuan tersebut, Alhudri menuturkan bahwa kedatangan dirinya bersama rombongan berawal dari informasi yang diperoleh tentang banyak remaja di gampong ini yang putus sekolah, oleh karena itu atas perintah Gubernur dan Sekda Aceh dirinya bersama rombongan tiba di Alur Kejrun Sarah Baru dalam rangka memberi pelayanan pendidikan hingga ke pelosok daerah.

Alhudri menanyakan kepada masyarakat yang hadir dalam pertemuan itu, apakah kelas jauh ini dibutuhkan? hal itu ditanyakan agar jangan sampai setelah kelas jauh dibuka namun tidak ada siswa yang mau bersekolah. Mendengar pertanyaan tersebut, masyarakat kompak menjawab sangat dibutuhkan karena anak-anak mereka setelah tamat SMP tidak tahu harus melanjutkan sekolah menengah kemana. “Kami sangat membutuhkannya Pak Kadis,” kata Agustaria.

Kepala SMP, Safriadi menambahkan bahwa menurut data yang dimilikinya ada sebanyak 25 remaja tamatan SMP yang tidak melanjutkan lagi sekolahnya, sementara untuk ke SMAN 1 Kluet Tengah berada di Gampong Malaka harus menempuh waktu yang cukup lama dan resiko yang tinggi, kecuali harus menetap di gampong tersebut.

“Kami mengharapkan dengan adanya kelas jauh sehingga anak-anak kami bisa melanjutkan sekolah tanpa harus merantau ke desa tetangga,” kata Safriadi.

Mendengar pengakuan tersebut, Alhudri mengatakan bahwa semenjak dirinya dilantik, salah satu tekad utamanya adalah memberi pelayanan pendidikan hingga ke pelosok daerah, agar tidak ada lagi anak-anak Aceh yang tidak mengenyam pendidikan yang layak, karena setiap anak itu berhak mendapat hak pendidikan yang sama.

“Jika demikian, hari ini saya launching pembelajaran kelas jauh di Gampong Alur Kejrun Sarah Baru dan insya Allah akan secepatnya kami datangkan guru dari SMAN 1 Kluet Tengah untuk mengajar di sini. Tolong dibantu kami agar anak-anak mau bersekolah,” kata Alhudri.

Pembelajaran kelas jauh ini nantinya akan berada di bawah SMAN 1 Kluet Tengah dengan demikian guru - gurunya yang mengajar juga didatangkan dari sekolah tersebut, sementara untuk fasilitas pendidikan akan digunakan salah satu ruang SMP yang ada di sana. “Untuk guru yang mengajar kelas jauh tentunya akan ada reward dari Dinas Pendidikan Aceh,” kata Alhudri.

Kepala Desa Gampong Alur Kejrun, Agustaria mengucapkan terimakasih atas dibukanya kelas jauh di desanya. Menurut Agus ini adalah harapannya agar remaja di kampungnya dapat mengenyam pendidikan paling tidak hingga sekolah menengah.

“Alhamdulillah ini sangat kami nanti-nantikan, dan ini adalah kali pertama Kepala Dinas Pendidikan Aceh tiba di kampung kami, dan langsung membuka kelas jauh. Kami mengucapkan terimakasih banyak,” kata Agustaria.

Turut hadir para pejabat struktural Dinas Pendidikan Aceh, yaitu Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Kepala Bidang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK), Kepala Bidang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) serta Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras).

Selain pejabat struktural Disdik Aceh turut hadir Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Selatan, Banda Aceh-Aceh Besar, Aceh Barat, Aceh Barat Daya dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Subulussalam-Singkil. (rn/ril)

Wednesday, March 2, 2022

Aceh Timur Terima 1005 Mahasiswa KKL dari Poltekkes Aceh

Aceh Timur Terima 1005 Mahasiswa KKL dari Poltekkes Aceh

RILIS.NET, Aceh Timur -
Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin HM Thaib SH diwakili Sekda setempat Ir Mahyuddin, MSi menerima sebanyak 1005 mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari Politeknik kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Aceh Tahun 2022 yang akan melakukan KKL di Aceh Timur.

Kegiatan penerimaan mahasiswa KKL yang berlangsung di aula gedung Serbaguna Pemkab Aceh Timur, pada Rabu (2/3/2022) itu dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Aceh Dr Ir Dyah Erti Idawati MT, Direktur Poltekkes Kemenkes Aceh T Iskandar Faisal SKP MKes, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan pada Sekdakab Aceh Timur Aiyub SKM MSi, Ketua PKK Aceh Timur Hj Fitriani D Hasballah SH MH serta sejumlah kepala OPD, Camat, perwakilan Dandim, Perwakilan Kapolres, dan sejumlah tamu undangan lainnya.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, Kabuaten Aceh Timur merupakan salah satu kabupaten yang memiliki masalah stunting dengan jumlah 19,73 persen berdasarkan entrian eppBGM Tahun 2021,” ujar Bupati Aceh Timur H Hasballah bin HM Thaib SH dalam laporan tertulisnya yang dibacakan Ir Mahyuddin MSi pada kegautan itu.

Sekda berharap agar mahasiswa Poltekkes Kemenkes Aceh dapat menjalankan KKL terpadu ini sesuai dengan tujuan utama yaitu, ”Percepatan Penurunan Stunting Melalui Peningkatan Kesehatan Keluarga dan Pemberdayaan Masyarakat”.

Sekda Aceh Timur juga berharap agar mahasiswa dapat meningkatkan kualitas dan pengetahuan keluarga maupun masyarakat terhadap stunting atau kekurangan gizi kronis pada bayi di Aceh Timur
“Sebagai kaum intelektual dan pembaharu, mahasiswa harus memperkaya diri dengan berbagai pengetahuan dan meningkatkan kualitas, sehingga dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi suksesnya pelaksanaan pencegahan stunting,” tutur Sekda Aceh Timur Mahyuddin.

Sementara Direktur Poltekkes Kemenkes Aceh T Iskandar Faisal SKP MKes turut mengucap syukur karena Pemkab Aceh Timur telah menerima mahasiswanya sebanyak 1005 orang yang akan ditempatkan di lima kecamatan dalam Kabupaten Aceh Timur atau 101 desa.

“Kegiatan KKL akan berlangsung mulai 1 Maret hingga 21 Maret 2022. Tema KKL yaitu 'Percepatan Penurunan Stunting Melalui Peningkatan Kesehatan Keluarga dan Pemberdayaan Masyarakat'. Kami siap mendukung Pemkab Aceh Timur untuk menurunkan angka stunting,” jelas T Iskandar Faisal saat menyampaikan pidatonya.

Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Aceh Dr Ir Dyah Erti Idawati MT mengatakan, upaya pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi dari semua pihak, karena tidak hanya terkait penanganan gizi dan kesehatan, tetapi juga bersangkut paut dengan masalah sanitasi, pola pengasuhan anak, ketersediaan dan keamanan pangan, pendidikan, kemiskinan, serta politik.

Dyah Erti Idawati menambahkan, Penanganannya harus dilakukan secara terus menerus melalui berbagai kebijakan, kampanye dan sosialisasi. Maka dari itu, selaku pihak yang terlibat aktif dalam penanganan stunting di Aceh.

"Kami juga mengajak Poltekkes Kemenkes Aceh ikut mengambil peran dalam menuntaskan segala permasalahan berkaitan stunting ini. Kegiatan KKL Terpadu ini dapat dijadikan sebagai momentum untuk melakukannya, karena adik-adik mahasiswa sebentar lagi akan turun langsung ke masyarakat," sebut Dyah Erti Irawati.

Ditambah lagi, hari ini kita juga akan mendeklarasikan Mahasiswa Peduli Stunting, "Mudah-mudahan melalui gerakan ini, adik-adik mahasiswa nantinya dapat memberikan pemahaman kepada masyaraka," harapnya. (rn/red)


Penulis: Redaksi

Tuesday, March 1, 2022

KPM Kelompok 30 IAIN Lhokseumawe Sukses Gelar Perlombaan Kreativitas

KPM Kelompok 30 IAIN Lhokseumawe Sukses Gelar Perlombaan Kreativitas

RILIS
.NET, Lhokseumawe -
Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) kelompok 30 IAIN Lhokseumawe sukses melaksanakan kegiatan lomba kreativitas pada siswa pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) Az Zuhra Kecamatan Muara dua, Lhokseumawe.

Mahasiswa KPM kelompok 30 berada dibawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ramadhan Lc MA.

Mereka beranggotakan 15 orang dan berasal dari 3 fakultas yang berbeda yaitu, 7 orang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis islam yaitu Rahman Hidayah, Ismail, Rauzatul Jannah, Maisar Hawani, Dinda Rosdiana Sari, Aprilliana Sari, Ulfia dan Rahmi.

Sedangkan 4 orang dari Fakultas Syariah yaitu Naufal Rianza, Fahmi,Sulaika Fitri dan Rahmi Wahyuni, serta 4 orang dari Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah yaitu Cut Zlfa Eldeva, Khairulis Juniasari, Marzatillah dan Maulita.

Ketua kelompok Rahman Hidayah mengatakan, perlombaan yang di selenggarakan di Pantai Ujong Blang sekaligus mengajak murid berekreasi denga malakukan rekreasi banyak hal baru yang bias mereka pelajari yang belum mereka ketahui sebelumnya.

"Acara di mulai dari jam 08.00 WIB sampai 11.25 WIB berlangsung dengan kondusif sampai akhir acara. Adapun perlombaan yang diadakan ada tiga antara lain lomba bawa kelereng, lomba pecah balon dan oper tepung," sebut Rahman Hidayat.

Kepala TK Az-Zuhra Marlina menuturkan, dengan adanya kegiatan rekreasi dan perlombaan yang diadakan oleh mahasiswa dan mahasiswi KPM 30 Gampong Paya Bili ini mampu meningkatkan kreativitas murid.

"Terdapat banyak hal berbeda yang dapat menarik perhatian anak, salah satunya dengan mengadakan rekreasi dan melakukan berbagai perlombaan," ujar Marlina.

Saat melakukan koordinasi dengan pihak TK maka dari guru-guru sangat mendukung penuh kegiatan ini, sebut Marlina.

"Pengadaan berbagai perlombaan menjadi salah satu hal yang cukup menarik bagi siswa, dan pilihan dari kelompok KPM untuk menjadikan ini sebagai salah satu program kerja, menurut saya cukup baik dan akan mendapatkan respon yang cukup antusias dari siswa TK,” ucap Marlina.

Sementara itu, Sekertaris Desa Gampong Paya Bili Zubir Harun sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KPM kelompok 30.

"Pendekatan yang baik dari pihak mahasiswa kepada seluruh siswa TK Az-Zuhra. Sehingga mampu menarik perhatian siswa dalam melaksanakan perlombaan, tentunya juga membutuhkan persiapan yang matang untuk memulai suatu proses,” tutupnya menambahkan. (rn/Rizki)


Reporter: Rizki M
Editor: Ramadhana




Friday, February 25, 2022

Disdik Aceh Lepas 3 Mobile Training Unit ke Sejumlah Kabupaten/kota

Disdik Aceh Lepas 3 Mobile Training Unit ke Sejumlah Kabupaten/kota

Pelepasan program Unggulan MTU oleh Kadisdik Aceh Drs Alhudri MM (Foto: Ist)
RILIS.NET, Banda Aceh - Dalam rangka mengembangkan keahlian dan keterampilan siswa SMK sesuai keahlian masing-masing, Dinas Pendidikan Aceh melepas tiga unit Mobile Training Unit (MTU) ke 12 SMK yang berada di berbagai kabupaten/kota di Aceh.

MTU merupakan salah satu program unggulan Dinas Pendidikan Aceh dalam rangka meningkatkan penyerapan lulusan sekolah vokasi agar dapat menjadi tenaga kerja handal sesuai dengan kebutuhan industri.

Pelepasan itu dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM di Home Base MTU Pango Raya, Banda Aceh, Jumat (25/2/2022).

Kadisdik Aceh dalam sambutannya mengatakan, tujuan dari SMK salah satunya adalah meningkatkan kemampuan peserta didik agar dapat bekerja di dunia usaha dan dunia industri, dunia kerja, berwirausaha atau melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

“Bisa dikatakan bahwa lulusan SMK dapat langsung bekerja, melanjutkan ke perguruan tinggi atau berwirausaha,” kata Kadisdik.

Ia menuturkan, peran SMK sangat dibutuhkan oleh Pemerintah Aceh dalam upaya menekan angka pengangguran, sementara Dinas Pendidikan Aceh sedang berusaha merealisasikan program link and match.

Program link and match ini dibuat untuk mensinergikan antara pendidikan SMK dengan dunia usaha dunia industri dan dunia kerja (dudika), guna meningkatkan lulusan SMK yang mandiri.

“Dinas Pendidikan aceh menargetkan lulusan pendidikan SMK tidak hanya dapat bekerja tapi juga berbisnis dengan membuka usaha sesuai dengan kompetensi atau keahliannya,” kata Alhudri.

Lewat program link and match, Alhudri berharap semoga tidak ada lagi stigma bahwa lulusan sekolah vokasi akan menjadi pengangguran melainkan dapat menjadi tenaga ahli dan memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia industri.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Aceh, Dr. Asbaruddin, M.Eng mengatakan bahwa kegiatan MTU ini diikuti oleh 12 SMK pelaksana dan beberapa sekolah peserta dengan jumlah siswa keseluruhan mencapai 720 orang.

Setiap MTU turut membawa sejumlah instruktur yang akan melatih dan melayani para siswa SMK di daerah.

Untuk MTU 1 akan melatih SMKN 2 Bener Meriah, SMKN 1 Bireuen, SMKN 2 Simpang Kiri Kota Subulussalam, SMKN 4 Meulaboh Aceh Barat dengan kompetensi keahlian, bricklaying (pemasangan bata dan keramik), Plumbing (pemipaan air bersih dan air kotor), Cabinet Making (perabotan) dan Joinery (konstruksi kayu).

Untuk MTU 2 akan melatih SMKN 2 Takengon Aceh Tengah, SMKN 1 Langsa, SMKN 1 Darul Aman Aceh Timur, SMKN 1 Labuhan Haji Aceh Selatan. Adapun kompetensi yang akan dilatih teknologi informatika, teknologi komputer jaringan, multimedia dan elektronika komunikasi.

Sementara MTU 3 akan melatih SMKN 6 Lhokseumawe, SMKN 1 Seunuddon Aceh Utara, SMKN 3 Sigli Pidie, SMKN 1 Panga Aceh Jaya dengan kompetensi keahlian Teknik Kendaraan ringan, Teknik sepeda motor, Teknik pengelasan dan Teknik mesin perkapalan.

“Kehadiran MTU ke sekolah-sekolah di daerah diharapkan dapat memberikan pelatihan dan pelayanan dalam rangka memenuhi kebutuhan yang paling mendesak di sekolah-sekolah yang peralatan perbengkelan yang masih terbatas,” kata Asbaruddin. (rn/red)

Wednesday, February 16, 2022

Terkait Pengadaan Bus Sekolah, Ini Tanggapan Kepala SLBN Aceh Selatan dan SLBN Al Fansyuri

Terkait Pengadaan Bus Sekolah, Ini Tanggapan Kepala SLBN Aceh Selatan dan SLBN Al Fansyuri

Photo: Kepala SLBN Aceh Selatan dan Kepala SLBN Al Fansyuri
RILIS
.NET, Banda Aceh -
Rencana pengadaan mobil dinas dan bus sekolah sebanyak 27 unit oleh Dinas Pendidikan Aceh ditanggapi sangat positif bagi Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) di wilayah pesisir Kabupaten Aceh Selatan dan Aceh Singkil.

Kepala SLB Negeri Aceh Selatan, Santi Nita SPd saat dihubungi media, Rabu (16/02) mengatakan, saat membaca berita bahwa satu unit bus sekolah diperuntukkan untuk SLB Negeri Aceh Selatan tentu merasa sangat gembira.

"Syukur Alhamdulillah ini berita sangat menggembirakan, jika benar satu unit bus sekolah untuk kebutuhan siswa tentu kabar yang luar biasa untuk anak-anak yang luar biasa pula," kata Santi.

Dikatakannya, sekolah yang baru saja dioperasionalkan awal tahun 2022 ini berlokasi di Desa Padang Rasian Kecamatan Pasieraja, bus sekolah sangat dibutuhkan untuk antar jemput siswa penyandang Disabilitas.

Para siswa yang bersekolah di SLB Negeri Aceh Selatan untuk saat ini berasal dari Wilayah Kluet Raya sebagiannya jauh dari rumah menuju sekolah, ucapnya.

"Dengan adanya bus sekolah tentu sangat membantu orang tua siswa yang tidak perlu lagi mereka mengantarkan dan menjemput anaknya ke sekolah," ujar Santi.

Hal senada disampaikan Kepala SLB Negeri Al Fansyuri Kabupaten Aceh Singkil, Sakinah SPt mengungkapkan, pengadaan bus sekolah sangat dibutuhkan bahkan sangat mendesak.

"SLB Negeri berlokasi di Desa Pulo Sarok Kecamatan Singkil banyak siswa yang rumahnya berjauhan dengan sekolah bahkan ada yang mencapai 25 Km lebih," sebut Sakinah.

Kami sangat mengharapkan kepada Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh agar pengadaan mobil dinas yang di dalamnya ada bantuan bus sekolah supaya benar-benar diberikan ke SLB Negeri Al Fansyuri, pungkasnya. (rn/red)
TRK: Pengadaan Mobil untuk Pelayanan Pendidikan Aceh Sudah Sangat Tepat

TRK: Pengadaan Mobil untuk Pelayanan Pendidikan Aceh Sudah Sangat Tepat

Foto: Teuku Raja Keumangan
RILIS.NET, Banda Aceh - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Teuku Raja Keumangan menilai tidak ada yang salah dalam pengadaan mobil di Dinas Pendidikan Aceh sebanyak 27 unit.

Menurut TRK sapaan Teuku Raja Keumangan, pembelian mobil itu juga untuk menunjang dan memaksimalkan pendidikan Aceh, terutama yang berada di daerah pelosok.

"Pertama mobil itu butuh untuk menunjang pelayanan pendidikan, kalau pengadaan mobil itu untuk pribadi itu baru salah," kata TRK, Rabu (16/2/2022).

Politisi Partai Golkar Aceh itu mendukung langkah yang dilakukan Disdik Aceh dalam meningkatkan mutu pendidikan Aceh. Artinya tidak semata-mata pengadaan kendaraan itu untuk menghambur-hamburkan uang daerah.

"Saya sudah koordinasi dengan Disdik Aceh, semua proses sudah dilalui dan memang kendaraan sangat dibutuhkan, bahkan beberapa cabdin memang tidak ada kendaraan dinas," ungkapnya.

Belum lagi, kata TRK, pengadaan mobil yang diperuntukkan untuk operasional Sekolah Luar Biasa (SLB), pasalnya mobil itu memang sudah sangat dibutuhkan oleh anak-anak yang berkebutuhan khusus untuk pergi ke sekolah maupun untuk proses terapi.

"Jadi saya rasa tidak perlu dijadikan polemik pengadaan mobil di Disdik itu, mari sama-sama kita dukung kemajuan pendidikan Aceh," ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta kepada semua pihak mengawal proses tender untuk pengadaan mobil itu. Apabila ada yang tidak beres, untuk disampaikan ke aparat berwajib.

"Itu tugas kita semua, jangan pengadaan mobilnya dipeributkan, tapi proses tender itu yang harus dikawal, dan mobil yang dibeli itu harus benar-benar sesuai spek," sebut TRK. (rn/red)

Pemkab Aceh Timur Gelar Kegiatan Training Centre untuk Peserta MTQ

Pemkab Aceh Timur Gelar Kegiatan Training Centre untuk Peserta MTQ

RILIS.NET, Aceh Timur - Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menggelar kegiatan Training Centre (TC) untuk Pembinaan peserta Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Acara ini dibuka oleh Bupati Aceh Timur H Hasballah M Thaib SH yang diwakili oleh Asisten Bidang Keistimewaan Aceh, Ekonomi dan Pembangunan Aiyub SKM MSi.

Kegiatan Training Centre untuk para peserta yang akan mengikuti MTQ di tingkat Provinsi Aceh ini, dilaksanakan oleh oleh Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Timur, di gelar di Aula LPTQ Pemkab Aceh Timur, pada Rabu 16 Februari 2022.

Pelaksanaan kegiatan pembinaan Tilawatil Qur'an ini diikuti oleh 53 Peserta dari berbagai kecamatan yang ada di Aceh Timur,  dalam rangka mengikuti MTQ tingkat Provinsi yang akan dilaksanakan di Bener Meriah.

Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri, Dewan hakim dari Provinsi Aceh Prof. DR. Fauzi Saleh MA guna membimbing dan memberikan dukungan agar peserta mampu tampil dengan sebaik mungkin.

Dr Fauzi Saleh dalam arahannya menuturkan, Ilmu itu laksana belajar dalam lautan, laut itu indah kalau kita pandai berenang, di bawah laut itu dingin dan banyak permata. "Anak-anak kami menyelmalah sampai kedalam begitulah dalam mencari ilmu," kata Dr Fauzi Saleh.

"Semangat inilah yang membawa kita kepada keberhasilan, bukan karenaa IQ tapi karena kesungguhan. Oleh karena itu, harus semangat belajar itu ibarat samudra yang tak bertepi," ungkap Prof DR Fauzi Saleh MA menambahkan.

Selanjutnya Asisten Keistimewaan Aceh, Ekonomi dan Pembangunan Aiyub SKM MSi dalam sambutannya mengatakan, Hikmah terbesar yang dapat kita petik dari setiap pelaksanaan MTQ adalah untuk mendalami seluk-beluk dan keindahan dalam seni baca Al-Qur'an yang baik dan benar serta melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari agar memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat kelak.

"Wa lal-akhiratu khairul laka minal-ụla, kehidupan akhirat itu lebih baik bagi mu, " ungkap Asisten II Aiyub SKM MSi

Lebih lanjut ia mengatakan, MTQ tingkat provinsi yang ke- 35 insya Allah akan dilaksanakan di Kabupaten Bener Meriah sebagai tuan rumah karena ia berharap kepada peserta binaan dan pelatihan agar dapat belajar dengan tulus dan ikhlas.

"Harapan kami kepada peserta binaan dan pelatihan agar menjaga kekompakan serta belajar dengan tulus dan ikhlas agar apa yang sedang kita cita-citakan dapat tercapai, Amin ya rabbal a'lamin," Tutup Asisten II.

Selanjutnya Kepala dinas Syawaluddin SH MH dalam laporannya mengatakan Perencanaan dan pelaksanaan pembinaan pelatihan dan training center kafilah MTQ kabupaten Aceh Timur, untuk tahap pertama dilaksanakan selama 5 hari pada tanggal 16 sampai dengan 20 Februari 2022, dan tahap kedua akan dijadwalkan kembali.

"Dalam pelaksanaan pembinaan, pelatihan dan training center bagi kafilah MTQ kabupaten Aceh timur tahun 2022 ini di ikuti oleh 53 orang Peserta terdiri dari 26 putra dan 27 orang Peserta putri," sebut kadis syariat Islam kabupaten Aceh Timur Syawaluddin.

Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua MPD Aceh Timur Tgk Alauddin AU Pengurus LPTQ, sejumlah kepala OPD, para dewan juri, peserta TC dan sejumlah taamu dan undangan lainnya. (rn/aqb)

Tuesday, February 15, 2022

Pembelian Mobil oleh Disdik Aceh untuk Memaksimalkan Layanan Pendidikan Hingga ke Pelosok Aceh

Pembelian Mobil oleh Disdik Aceh untuk Memaksimalkan Layanan Pendidikan Hingga ke Pelosok Aceh

RILIS
.NET, Banda Aceh -
Rencana pembelian mobil Dinas Pendidikan Aceh sebanyak 27 unit didasarkan atas kebutuhan layanan pendidikan hingga ke pelosok Aceh. Hal itu disampaikan Penanggung Jawab Humas Dinas Pendidikan Aceh, Barrul Walidin SE. Selasa (15/2/2022.)

Menurut Barrul pembelian mobil tidak serta merta muncul, sudah melalui kajian dan need assement lapangan di internal Dinas Pendidikan Aceh. Hal itu jadi justifikasi kebutuhan yang diusulkan oleh kepala cabang dinas pendidikan di beberapa wilayah di Aceh.

“Sebagian cabdin tidak ada kendaraan dalam menjalankan fungsinya, selain itu kondisi medan dan sekolah yang sulit dijangkau juga harus sesuai dengan kebutuhan mobil yang diperlukan,” kata Barrul.

Barrul menuturkan, sekolah – sekolah di Aceh banyak yang berada di pedalaman, sementara mobil yang ada di beberapa cabang wilayah tidak dapat mengakses pendidikan hingga ke pelosok, sebut saja seperti ke Lokop Serbajadi, Simpang Jernih di Aceh Timur, Sekerak Aceh Tamiang, dan berbagai pelosok Aceh lainnya.

Sehingga untuk menjangkau layanan pendidikan hingga ke sekolah di pedalam dibutuhkan kendaraan yang sesuai dengan medan jalan yang dilalui.

“Kan tidak mungkin mobil yang sudah lama dan tidak bisa menjangkau pelosok Aceh terus kita paksakan agar dapat menjangkau daerah pedalam dalam memberikan pelayanan pendidikan. Karena itu muncul rencana pembelian ini,” jelas Barrul.

Lebih lanjut Barrul menjelaskan, rencana pembelian mobil tersebut terdiri dari 13 unit Double Cabin, 7 unit Innova Reborn, 2 Unit Bus sekolah dan 4 unit operasional sekolah luar biasa (SLB).

Untuk Double Cabin diperuntukkan untuk Cabdin Wilayah Aceh Timur, Cabdin Wilayah Singkil dan Subulussalam, Cabdin Wilayah Aceh Utara, Cabdin Wilayah Aceh Tenggara, Cabdin Wilayah Aceh Tengah, Cabdin Wilayah Aceh Selatan, Cabdin Wilayah Aceh Tamiang, Cabdin Wilayah Gayo Lues dan Cabdin Wilayah Bener Meriah.

Selain itu double cabin juga diperlukan untuk mobil operasional Bidang Sarana dan Prasarana, Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan, Subbag HKU dan Subbag Program Informasi dan Humas.

Sementara itu 7 unit Innova Reborn untuk Cabdin Wilayah Nagan Raya, Cabdin Wilayah Aceh Barat, Cabdin Wilayah Aceh Jaya, Cabdin Wilayah Simeulue dan Cabdin Wilayah Bireuen. Kemudian satu unit untuk menggantikan mobil operasional UPTD Balai Tekkomdik yang sudah tua dan tidak lagi representatif untuk perjalanan jarak jauh, untuk Bidang SMK yang memang belum memiliki mobil operasional, dan mobil operasional untuk sekretariat Disdik Aceh.

Sementara itu dua unit bus sekolah untuk tim terapis anak autis di Aceh, dan 4 mobil operasional untuk antar jemput siswa autis di SLB Singkil, SLB Aceh Tengah, SLB Aceh Timur, SLB Aceh Selatan dan SLB Bireuen.

“Adapun untuk pembelian pembelian motor yang semula direncanakan untuk mengantar surat telah dibatalkan,” kata Barrul.

Terakhir Barrul mengatakan, bahwa pembelian mobil tersebut murni atas dasar untuk mengoptimalkan pelayanan pendidikan di Aceh hingga ke pelosok, sehingga pelayanan pendidikan ini juga dapat dirasakan oleh sekolah-sekolah yang ada di pelosok Aceh.

“Kami berterimakasih atas kritikan dan masukan teman-teman, akan tetapi perlu juga kami sampaikan bahwa rencana ini muncul bukan tanpa pertimbangan, melainkan atas kebutuhan lapangan yang mendesak,” sebutnya. (rn/red)