Showing posts with label Dunia. Show all posts
Showing posts with label Dunia. Show all posts

Tuesday, March 15, 2022

Rusia Serangan Pangkalan Militer Ukraina Dekat Perbatasan Polandia

Rusia Serangan Pangkalan Militer Ukraina Dekat Perbatasan Polandia

Lviv -
Rusia melancarkan serangan udara ke pangkalan militer Yavoriv di Ukraina barat dekat perbatasan Polandia, kata pejabat setempat pada Minggu (13/3).

Serangan itu menunjukkan bahwa Rusia kini mulai menyasar bagian barat Ukraina.

"Penjajah melancarkan serangan udara ke Pusat Penjaga Perdamaian dan Keamanan Internasional. Menurut data awal, mereka menembakkan delapan rudal," kata otoritas militer Lviv dalam sebuah pernyataan.

Serangan itu dilakukan terhadap unit militer fasilitas tersebut, kata kantor berita Ukraina Interfax, mengutip Anton Mironovich, juru bicara Akademi Pasukan Darat Angkatan Bersenjata Ukraina.

"Menurut data awal tidak ada korban jiwa, namun informasi tentang korban luka-luka sedang diklarifikasi," kata Mironovich.

Fasilitas pelatihan militer itu adalah yang terbesar di bagian barat Ukraina dan biasanya menjadi tempat latihan bersama dengan NATO. Jaraknya sekitar 25 km dari perbatasan Polandia.

Wali Kota Ivano-Frankivsk, kota lain di Ukraina Barat, mengatakan pasukan Rusia juga terus menghantam bandaranya pada Minggu. Belum ada korban yang dilaporkan. (rn/rd)


Sumber: Reuters

Sunday, March 13, 2022

Zelensky Klaim 1.300 Tentara Ukraina Tewas

Zelensky Klaim 1.300 Tentara Ukraina Tewas

Orang-orang menghadiri upacara penghormatan kepada para pembela Ukraina yang gugur, termasuk tentara yang tewas dalam pertempuran dengan pemberontak pro-Rusia di bandara Donetsk hari ini pada tahun 2015, di sebuah peringatan di dekat markas besar Kementerian Pertahanan di Kyiv, Ukraina. Foto: Antara Foto/Ukrainian Presidential Press Service/Handout via Reuters/rwa/sad.
Kiev - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa Ukraina kehilangan 1.300 tentara dan mengklaim bahwa Rusia kehilangan 12.000 tentara.

“Saya tidak bisa mengatakan bahwa saya senang dengan kekalahan mereka karena bukan saya yang sebenarnya. Kita berbicara tentang kehidupan manusia di sini, dan para prajurit itu dibawa ke perang sebagai umpan meriam, dicuci otak dan bingung,” kata Zelensky seperti dikutip dari ABC News, Minggu (13/3/2022).

Zelensky juga mengomentari koridor kemanusiaan untuk evakuasi warga sipil, dengan mengatakan bahwa koridor paling sukses telah keluar dari Sumy di mana puluhan ribu dievakuasi.

"Ini adalah proses yang sangat sulit dan terkadang kita harus menemukan metode yang tidak lazim untuk memfasilitasi itu, karena Rusia hampir tidak pernah mematuhi gencatan senjata untuk memungkinkan evakuasi warga sipil," kata Zelensky.

Zelensky juga mengomentari diskusi dengan Rusia, mengatakan dia telah meminta pembicaraan langsung di tingkat tertinggi selama lebih dari dua tahun.

"Setidaknya kita dapat melihat beberapa kemajuan sekarang karena mereka juga mulai setuju bahwa dialog diperlukan. Tetapi tentu saja kita akan mencari keterlibatan yang lebih luas dari para pemimpin dunia lainnya, karena dalam setiap pembicaraan tentang jaminan keamanan perusahaan di masa depan untuk Ukraina, kita tidak akan pernah hanya percaya. Moskow setelah perang berdarah seperti itu terjadi," pungkas Zelensky.

Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari lalu. Itu dilakukan menyusul kebuntuan tujuh tahun atas kegagalan Ukraina untuk mengimplementasikan ketentuan perjanjian Minsk, dan Rusia akhirnya memberikan pengakuan atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk. Proposal yang ditengahi oleh Jerman dan Prancis telah dirancang untuk mengatur status wilayah-wilayah tersebut di dalam negara Ukraina.

Rusia kini menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin Amerika Serikat (AS).

Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali kedua republik dengan paksa. (rn/red)

Tuesday, March 8, 2022

China Tuduh AS Coba Buat NATO Versi Baru di Indo-Pasifik, ASEAN Perlu Waspada

China Tuduh AS Coba Buat NATO Versi Baru di Indo-Pasifik, ASEAN Perlu Waspada

Kapal induk Amerika Serikat, USS Theodore Roosevelt, berangkat dari Apra Harbor, Guam, 21 Mei 2020. Foto/REUTERS
Beijing -
Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi menduga tujuan sebenarnya dari strategi Amerika Serikat (AS) di kawasan Indo-Pasifik adalah membentuk versi baru NATO.

Dia memperingatkan Gedung Putih bahwa setiap upaya untuk melakukannya akan digagalkan.

Berbicara di sela-sela Kongres Rakyat Nasional ke-13 pada Senin (7/3/2022), Wang mengecam Washington yang bertindak dengan cara yang akan menyebabkan ketidakstabilan di kawasan itu di tengah perselisihan teritorial antara China dan negara-negara lain.

“Asia-Pasifik adalah lahan yang menjanjikan untuk kerja sama dan pembangunan, bukan papan catur untuk kontes geopolitik,” ujar Wang, dilansir RT.com pada Senin (7/3/2022).

Mengkritik AS, Wang mengklaim pendekatan Amerika hanya bertujuan menegakkan dominasi melalui “politik blok” di wilayah tersebut, yang diyakini Beijing akan merusak persatuan politik dan ekonomi Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yang sudah ada.

Selain membahas masalah regional, Menlu China menyatakan Beijing siap dan bersedia memainkan peran konstruktif dalam konflik antara Rusia dan Ukraina.

Dia menawarkan untuk memfasilitasi pembicaraan damai dan bekerja dengan komunitas internasional sebagai mediator.

“Kita harus mematuhi prinsip keamanan yang tidak dapat dibagi dan mengakomodasi masalah keamanan yang sah dari pihak-pihak yang terlibat,” papar Wang.

Menurut dia, “Perselisihan harus diselesaikan dengan cara damai melalui dialog dan negosiasi.”

Dia mengatakan, “Ada kebutuhan untuk menempatkan mekanisme keamanan Eropa yang seimbang, efektif dan berkelanjutan.”

Bersamaan dengan tawaran dukungan China, Wang mengatakan Beijing akan bekerja untuk menawarkan dukungan kepada rakyat Ukraina yang terkena dampak situasi, dengan Palang Merah China mengirimkan bantuan kemanusiaan darurat ke Ukraina segera. (rn/red)


Sumber: Reuters/Sindonews

Saturday, March 5, 2022

Rusia Kuasai Langit Ukraina, Jika Pilot-pilot Terbang Maka Akan Mati

Rusia Kuasai Langit Ukraina, Jika Pilot-pilot Terbang Maka Akan Mati

Wilayah udara Ukraina sepi dari lalu lalang pesawat karena sangat berbahaya di tengah invasi Rusia. Foto/REUTERS

Kiev -
Rusia secara efektif sudah menguasai wilayah udara atau langit Ukraina dan hanya menyisakan sedikit ruang bagi pesawat tempur Kiev yang tersisa untuk beroperasi. Hal itu dipaparkan penerbang yang juga pensiunan komandan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), Ward Carroll.

Carroll, yang memiliki pengalaman menerbangkan jet tempur F-14, mengatakan kepada Newsweek bahwa sangat berbahaya bagi pilot tempur untuk beroperasi di wilayah udara Ukraina. Dia bahkan menduga konvoi bala bantuan Moskow ke Ukraina akan terhenti karena rentan jadi korban salah sasaran.

“Mereka pada dasarnya dilarang terbang. Jika mereka terbang, mereka mati,” kata Carroll tentang Angkatan Udara Ukraina yang diperangi Moskow, yang dilansir Sabtu (5/3/2022).

Artikel ini telah diterbitkan di halaman SINDOnews.com pada Sabtu, 05 Maret 2022 - 07:34 WIB oleh Muhaimin dengan judul "Rusia Kuasai Langit Ukraina, Jika Pilot-pilot Terbang Maka Akan Mati". Untuk selengkapnya

Menurutnya, mengingat kekuatan udara Rusia yang luar biasa, ini akan menjadi aset yang bisa dimanfaatkan Moskow saat perang memasuki minggu kedua.

Seperti diketahui, Moskow belum menggunakan jet-jet tempur canggihnya sejak memulai invasi pada 24 Februari. Taktik itu telah membingungkan para pakar militer Barat.

Carroll, yang sekarang menjadi penulis dan pembawa acara saluran YouTube yang membahas urusan militer, mengatakan setiap serangan mendadak yang diterbangkan oleh jet tempur Ukraina pada tahap konflik ini akan menjadi misi terakhir.

"Itulah sebabnya, gagasan untuk mengirim lebih banyak pesawat seperti MiG-29 masih diperdebatkan saat ini," katanya. "Ukraina dapat terbang untuk serangan singkat, serangan cepat, dan kemudian kembali ke dek dan menyembunyikan jet," ujarnya.

Situasinya sedemikian rupa sehingga Rusia menegaskan kontrol efektif atas ketinggian 10.000 kaki, dan Carroll mencatat bahwa "Siapa pun yang memiliki kekuasaan di atas 10.000 memiliki superioritas udara."

"Dan ini tidak berarti Ukraina memiliki di bawah itu," ujarnya. Ukraina masih mempertahankan beberapa kemampuan antipesawatnya, termasuk dalam bentuk rudal Stinger yang ditembakkan dari bahu yang disediakan oleh Amerika Serikat.

"Tetapi ancaman yang ditimbulkan oleh platform ini sebagian besar terbatas pada helikopter serbu dan pesawat angkut yang mencoba mendarat," kata Carroll.

"Begitu Anda memiliki langit di atas 10.000, Anda dapat mengelola ancaman rudal permukaan-ke-udara yang muncul," imbuh dia. Situasi ini sangat membatasi kemampuan Ukraina untuk mencapai target yang bahkan berpotensi menggiurkan seperti konvoi Rusia yang membentang sekitar 40 mil barat laut Kiev. (rn/red)


Sumber: Reuters/Sindo

Thursday, March 3, 2022

Wamenlu Amerika Apresiasi Indonesia Dukung Resolusi PBB Tentang Ukraina

Wamenlu Amerika Apresiasi Indonesia Dukung Resolusi PBB Tentang Ukraina

Jakarta -
Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Wendy R. Sherman berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia karena turut mendukung resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Ukraina.

Apresiasi itu disampaikan Wamenlu AS Wendy Sherman saat berbicara melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi pada Rabu (2/3), menurut keterangan Kedutaan Besar AS di Jakarta, Kamis.

Dalam pembicaraan tersebut, Wamenlu Sherman mengecam serangan Rusia yang direncanakan, tidak beralasan, dan tidak dibenarkan terhadap Ukraina.

Sebelumnya, Majelis Umum PBB pada Rabu mengadopsi sebuah resolusi yang menuntut Rusia untuk segera mengakhiri serangannya di Ukraina.

"Resolusi Majelis Umum PBB hari ini mencerminkan kebenaran yang sesungguhnya," kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterrres melalui akun Twitter resminya, Rabu.

"Masyarakat dunia ingin agar penderitaan yang dialami oleh korban dari serangan di Ukraina tersebut segera berakhir," kata Guterres.

Sementara itu, Presiden Majelis Umum PBB Abdulla Shahid menegaskan bahwa resolusi tersebut menuntut agar Rusia segera, sepenuhnya dan tanpa syarat menarik semua pasukan militer dari wilayah Ukraina di dalam perbatasan yang diakui secara internasional.

"Saya bersama dengan negara-negara anggota (PBB) ingin menyuarakan kekhawatiran kami terhadap 'laporan tentang serangan di sejumlah fasilitas sipil seperti permukiman, sekolah dan rumah sakit, serta serangan terhadap warga sipil, termasuk perempuan, lansia, dan penderita disabilitas serta anak-anak'," katanya, mengutip teks yang ia baca pada Rabu, berdasarkan laporan di situs resmi PBB. (rn/red)


Sumber: antara 

Friday, February 25, 2022

Perang Dekat Kiev Masih Terjadi, Warga Sempat Lihat Jet Rusia Tembakkan Rudal

Perang Dekat Kiev Masih Terjadi, Warga Sempat Lihat Jet Rusia Tembakkan Rudal

Jakarta -
Peperangan antara pasukan Rusia dan Ukraina masih berlangsung di pangkalan udara dekat Kiev. Puluhan helikopter serang meluncur ke daerah itu.

"Pertempuran sedang berlangsung untuk lapangan udara Gostomel," kata kepala angkatan bersenjata Valeriy Zaluzhny dalam sebuah pernyataan yang diposting online, seperti dilansir AFP, Kamis (24/2/2022).

Sesaat sebelumnya, wartawan AFP telah melihat helikopter terbang rendah di atas kota dari utara.

Lapangan terbang Gostomel, yang berada di samping bandara Antonov, berada tepat di tepi utara Kiev. Pertempuran di sana adalah yang paling dekat dengan pasukan Rusia ke ibu kota pada hari pertama invasi mereka.

Alexander Kovtonenko, seorang warga sipil berusia 30 tahun yang tinggal di dekatnya, mengatakan bahwa dua jet tempur telah menembakkan rudal ke unit darat Ukraina saat serangan itu berlangsung.

"Lalu ada penembakan, itu berlangsung tiga jam," katanya kepada AFP.

"Kemudian tiga jet lagi terbang dan mereka mulai menembak lagi," lanjutnya.

Asap mengepul dari tempat kejadian dan gambar media sosial muncul untuk menunjukkan serangan oleh pasukan yang dibawa helikopter.

Sebelumnya, penjaga perbatasan Ukraina telah mengkonfirmasi bahwa pasukan darat Rusia yang dilengkapi dengan tank juga telah menyeberang ke selatan melewati perbatasan Belarusia-Ukraina ke wilayah administrasi Kiev, menuju ibu kota. (*)


Sumber: Reuters

Wednesday, February 23, 2022

Brazil serukan penarikan pasukan dalam krisis Ukraina

Brazil serukan penarikan pasukan dalam krisis Ukraina

Brasilia -
Brazil pada Selasa (22/2/2022) meminta semua pihak dalam krisis Ukraina untuk menghindari eskalasi kekerasan dan menjalin jalur diplomatik untuk menemukan solusi damai.

"Brazil kembali menegaskan perlunya menemukan solusi lewat perundingan, berdasarkan Perjanjian Minsk, dan mempertimbangkan kepentingan keamanan yang sah atas Rusia dan Ukraina," kata Kementerian Luar Negeri Brazil dalam pernyataan.

Pernyataan itu dirilis sehari setelah Rusia secara resmi mengakui dua wilayah yang memisahkan diri di Ukraina timur, yang memperparah krisis.

Pekan lalu Presiden Brazil Jair Bolsonaro menemui Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin dan menurutnya, pemimpin Rusia itu memiliki tujuan damai.

Pada Senin (21/2/2022) di pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang Ukraina, Brazil menyerukan penarikan pasukan militer dari wilayah-wilayah sengketa tersebut demi terciptanya kondisi untuk jalan keluar yang damai.

"Tujuan pertama yang mutlak adalah melihat gencatan senjata segera, dengan penarikan pasukan dan peralatan militer di lapangan secara menyeluruh," kata Dubes Brazil di PBB Ronaldo Costa.

"Penarikan militer seperti demikian akan menjadi sebuah langkah penting untuk membangun kepercayaan di antara para pihak sekaligus memperkuat diplomasi," katanya kepada DK PBB.


Sumber: Reuters

Friday, February 4, 2022

Jelang Olimpiade dibuka, Ilmuwan Desak China Izinkan Investigasi Covid

Jelang Olimpiade dibuka, Ilmuwan Desak China Izinkan Investigasi Covid

Jakarta -
Beberapa jam jelang upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin Beijing, sekelompok ilmuwan internasional menuntut agar China berhenti menghalangi penyelidikan independen tentang asal-usul Covid-19.

Sebanyak 20 ilmuwan dari Eropa, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, India, dan Jepang Kamis menerbitkan surat terbuka yang mengkritik keras Beijing karena mencegah upaya untuk benar-benar memahami bagaimana pandemi dimulai.

Surat terbuka berjudul "Mengizinkan Investigasi Internasional Komprehensif tentang Asal-usul Pandemi akan menjadi Ekspresi Sejati dari Nilai Olimpiade", memperingatkan bahwa kegagalan mengungkap asal-usul pasti virus yang menyebabkan Covid-19 menempatkan dunia pada risiko pandemi di masa depan yang lebih besar.

"Upaya berkelanjutan oleh pemerintah China untuk memblokir penyelidikan penting tentang asal-usul pandemi ... telah menjadi penghinaan terhadap komunitas ilmiah internasional dan orang-orang di mana pun," kata surat itu, seperti dilansir AFP.

Para ilmuwan mendesak negara-negara dan orang-orang di seluruh dunia untuk memanfaatkan Olimpiade untuk menyoroti penghambatan China dan menuntutnya untuk mengubah arah.

"Aspirasi mulia" dari Olimpiade "dirusak melalui upaya berkelanjutan dari pemerintah tuan rumah untuk mencegah penyelidikan internasional yang komprehensif tentang asal mula pandemi Covid-19," tulis mereka.

Para ilmuwan menuduh Beijing "menghancurkan sampel biologis, menyembunyikan catatan (dan) memenjarakan jurnalis warga China yang berani".

Mereka juga mencela "serangkaian perintah pembungkaman yang mencegah ilmuwan China mengatakan atau menulis apa pun tentang asal mula pandemi tanpa persetujuan pemerintah sebelumnya". tandasny. 


Antara 

Wednesday, January 19, 2022

Enam TKI Meninggal Akibat Kapal yang Ditumpangi Karam di Johor Malaysia

Enam TKI Meninggal Akibat Kapal yang Ditumpangi Karam di Johor Malaysia

Kuala Lumpur -
Enam Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal meninggal dunia akibat kapal yang mereka tumpangi karam di Perairan Pulau Pisang, Pontian Besar, Negara Bagian Johor Bahru, Malaysia, Selasa.

“Kapal (bot) yang membawa 13 pendatang asing tanpa izin (PATI) atau TKI ilegal ini telah menjadi saksi dari enam orang korban,” ujar Badan Penegakan Maritim Malaysia (APPM) dalam pernyataan di Kuala Lumpur.

Pusat Sub Penyelamat Maritim (MRSC) Johor Bahru juga melaporkan sebanyak enam orang terdiri empat wanita dan dua laki-laki telah diselamatkan oleh sebuah kapal nelayan setempat di kedudukan 0.3 barat daya Pontian Besar, pada pukul 10.00 pagi.

Menurut Direktur Maritim Negeri Johor, Laksamana Pertama Nurul Hizam Zakaria, semua mayat ditemui di lokasi kejadian dengan posisi paling jauh berada di kedudukan 3.5 batu nautika dari tempat kejadian.

Nurul mengatakan mayat pertama dan kedua ditemui pada kira-kira pukul 13.30 waktu setempat bersama seorang korban yang selamat berusia 21 tahun.

“Empat mayat lagi ditemui pada pukul 14.30 petang dengan semua korban masih berpakaian lengkap,” kata saat jumpa pers bersama Kepala Polisi Daerah Pontian, Superintendan Mohammad Shofee Tayib di Kantor Persatuan Nelayan Kawasan Pontian.

Dia mengatakan kapal yang digunakan untuk membawa TKI ilegal tersebut diduga telah tenggelam bersama pelbagai barang pribadi korban.

Koordinator Fungsi Konsuler KJRI Johor Bahru, Andreza Sethia Dasuki ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya sudah menurunkan tim ke lokasi kejadian.

“Menurut saya, selama masih ada permintaan (mungkin juga dari para WNI itu sendiri) untuk masuk ke Malaysia secara ilegal, jalur ilegal transportasi laut ini sulit untuk dihilangkan,” katanya.

Dubes RI di Kuala Lumpur Hermono juga membenarkan terjadinya peristiwa naas tersebut. (*)


Sumber: Antara

Sunday, January 9, 2022

Putri Kerajaan Saudi Dibebaskan Setelah 3 Tahun Ditahan

Putri Kerajaan Saudi Dibebaskan Setelah 3 Tahun Ditahan

Dubai - Pihak berwenang Arab Saudi telah membebaskan Putri Basmah Binti Saud bin Abdulaziz Al Saud beserta putrinya setelah mereka dipenjara selama tiga tahun tanpa dakwaan, kata pengacara sang putri, Sabtu (8/1/2021).

Putri Basmah menghilang pada Maret 2019 bersama putrinya yang sudah dewasa, Souhoud Al Sharif.

Basmah (57 tahun) adalah seorang pengusaha, aktivis hak asasi manusia, serta anggota keluarga kerajaan.

"Kedua wanita telah dibebaskan dari pemenjaraan sewenang-wenang dan sudah sampai di kediaman mereka di Jeddah pada Kamis 6 Januari 2022," kata pengacaranya, Henri Estramant.

"Sang putri dalam keadaan baik dan akan memeriksakan kesehatan," kata Estraman.

"Beliau terlihat sangat lelah tapi semangatnya bagus, dan bersyukur bisa berkumpul kembali bertatap muka dengan putra-putranya," katanya, menambahkan.

Kantor media pemerintah Saudi belum menanggapi permintaan komentar. Pemerintah tidak pernah secara terbuka mengeluarkan komentar soal kasus tersebut.

Pada 2020, Putri Basmah mengatakan di saluran media sosial miliknya bahwa ia sudah lebih dari satu tahun ditahan di Ibu Kota Riyadh dan bahwa ia sedang sakit.

Basmah sebetulnya dijadwalkan berangkat ke luar negeri untuk menjalani perawatan namun ia kemudian ditangkap pada akhir Februari 2019.

Setelah ditahan, ia diberi tahu bahwa ia dituduh berupaya memalsukan paspor, kata seorang kerabatnya.

Dakwaan terhadap Basmah kemudian dicabut, namun sang putri ditahan bersama putrinya yang saat itu berada bersamanya, kata kerabat tersebut.

Putri Basmah dalam unggahannya di media sosial menceritakan bahwa ia ditahan di penjara Al-Hair.

Reuters tidak dapat secara independen memastikan kebenaran keadaan saat ia menghilang dan ditahan.

Reuters juga bisa memastikan apakah penahanan terhadap Basmah itu terkait dengan penahan yang dialami sejumlah anggota kerajaan dan warga terkemuka Saudi pada masa lalu.

Beberapa sumber mengaitkan penahanan terhadap orang-orang tersebut dengan dugaan niat Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk memperkuat kekuasaan atau menekan orang-orang yang memiliki pandangan yang berseberangan, termasuk kalangan pembela hak-hak perempuan.

Dalam petisi yang disampaikan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa tertanggal 5 Maret 2020 dan dibaca Reuters, keluarga Bashmah menduga bahwa penahanan terhadap sang putri didasarkan atas peranannya "sebagai pengkritik keras pelanggaran hak di negara tempat kelahiran kami, juga karena ... mempertanyakan kekayaan yang dibekukan peninggalan ayahnya".


Sumber: Reuters 

Thursday, January 6, 2022

RI Minta Afghanistan Penuhi Janji di Sidang Luar Biasa OKI

RI Minta Afghanistan Penuhi Janji di Sidang Luar Biasa OKI

Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta - Diplomasi Indonesia berupaya mewujudkan perdamaian dan keamanan dunia khususnya di Afghanistan. Implementasi dari upaya tersebut yakni dengan mendorong disusunnya roadmap (peta jalan) pemenuhan janji-janji Taliban dalam Sidang Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Islamabad, Pakistan, Desember 2021 lalu.

"Atas dorongan Indonesia, sebuah roadmap pemenuhan komitmen Taliban telah dimasukkan dalam Resolusi pertemuan OKI tersebut," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam keterangan tertulis, Kamis (6/1/2022).

Menurut Retno, ada banyak janji yang mesti dipenuhi oleh Taliban salah satunya terkait penghormatan terhadap hak perempuan.

"Dalam engagement Indonesia dengan Taliban, Indonesia terus mendorong agar janji yang disampaikan tanggal 16 Agustus 2021 dapat dipenuhi, termasuk penghormatan terhadap hak-hak perempuan," ujar Retno.

Retno menjelaskan, posisi Indonesia selalu konsisten dalam mendukung perdamaian di kawasan tersebut. Sebab Indonesia ingin melihat Afghanistan menjadi sebuah negara yang damai, stabil, dan sejahtera.

"Di tahun 2022, Indonesia akan melanjutkan fokus pada isu pendidikan dan pemberdayaan perempuan Afghanistan, termasuk melalui pemberian beasiswa pendidikan," kata Retno.

Terakhir, ia menerangkan, Indonesia juga menyalurkan sejumlah bantuan kemanusiaan berupa makanan dan nutrisi kepada rakyat Afghanistan.

"Indonesia juga berkontribusi memberikan bantuan kemanusiaan kepada Afghanistan. Dua pesawat Indonesia akan segera tiba di Afghanistan membawa bantuan makanan dan nutrisi bagi rakyat Afghanistan," tutupnya. (*)


detik